SAMARINDA, KOMINFONEWS – Puncak peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) Kota Samarinda digelar di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Samarinda, Jalan Stadion Utama Palaran, Kecamatan Palaran, Jumat (21/8/2026) pagi.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda. Di antaranya Plt. Asisten I, Plt. Kepala Disdikbud, Kepala Dinsos PM, Kabag Ekonomi, Kabag Kesra, TWAP, Camat Loa Janan Ilir, Camat Palaran, Lurah Tani Aman, serta Lurah Simpang Pasir.
Salah satu rangkaian kegiatan ditandai dengan penyerahan secara simbolis tabungan SimPel (Simpanan Pelajar) kepada peserta didik. Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya mendorong pelajar mengenal layanan keuangan formal sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyampaikan bahwa Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap 20 Agustus berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 26 Tahun 2019 bukan sekadar agenda seremonial. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam menanamkan kebiasaan menabung, meningkatkan literasi keuangan, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sejak usia dini.
Menurutnya, masa depan bangsa tidak hanya dibangun melalui pendidikan akademik, tetapi juga melalui kemampuan mengelola keuangan secara bijak, disiplin, dan bertanggung jawab.
“Menabung adalah kebiasaan sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Menabung mengajarkan kita untuk merencanakan, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengendalikan diri, serta mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar), setiap anak diharapkan memiliki kesempatan mengenal layanan perbankan sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini. Program tersebut juga menjadi salah satu upaya mendorong pelajar Indonesia memiliki rekening tabungan dan belajar mengelola keuangan melalui lembaga jasa keuangan formal.

Saefuddin menegaskan, kebiasaan menabung tidak harus dimulai dengan nominal besar. Hal terpenting adalah konsistensi dan kedisiplinan.
“Menabung dapat dimulai dari nominal yang kecil, dilakukan secara rutin, dan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Uang yang kalian tabung hari ini mungkin terlihat sedikit. Namun, apabila dilakukan dengan disiplin, sedikit demi sedikit akan menjadi bekal yang berarti untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan maupun cita-cita di masa depan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar memahami penggunaan rekening secara aman dan bertanggung jawab. Para siswa diminta berdiskusi dengan orang tua maupun guru apabila menerima informasi mengenai layanan atau transaksi keuangan yang belum dipahami.
Lebih lanjut, Saefuddin menyebut SRT 2 Samarinda bukan hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang untuk membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kesiapan anak menghadapi masa depan.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Samarinda adalah salah satu pusat pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul, berakhlak, sehat, mandiri, dan memiliki daya saing,” katanya.
Ia mengapresiasi sinergi antara sekolah, keluarga, OJK, perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat pendidikan serta perlindungan bagi peserta didik.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkuat budaya menabung. Kepada para pelajar, ia meminta agar menjadikan menabung sebagai kebiasaan sehari-hari, mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta menggunakan uang secara bijak.
Sementara kepada orang tua, ia mengajak untuk memberikan teladan dan pendampingan karena pendidikan keuangan yang efektif dapat dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pendidikan keuangan paling efektif dimulai dari lingkungan keluarga,” tegasnya.
Ia juga mendorong para guru dan pihak sekolah untuk mengintegrasikan literasi keuangan dalam pembelajaran dan pendidikan karakter. Menurutnya, kemampuan mengelola keuangan merupakan bagian dari kecakapan hidup yang perlu dimiliki setiap anak.
Kepada OJK dan lembaga perbankan, Saefuddin berharap edukasi, pendampingan, serta akses layanan keuangan bagi pelajar dapat terus diperkuat dengan layanan yang mudah, aman, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
“Pemerintah Kota Samarinda berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan harus membekali anak-anak bukan hanya dengan pengetahuan, tetapi juga dengan karakter dan keterampilan praktis untuk menjalani kehidupan,” jelasnya.
Menurutnya, gerakan menabung merupakan salah satu fondasi dalam membentuk generasi yang mampu merencanakan masa depan, tidak mudah terjebak perilaku konsumtif, memahami risiko keuangan, serta mampu mengambil keputusan secara cermat.
Menutup sambutannya, Saefuddin berpesan kepada para pelajar di SRT 2 Samarinda agar terus belajar, menghormati guru dan orang tua, menjaga persaudaraan, serta tidak pernah berhenti bermimpi.
“Setiap cita-cita besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan sungguh-sungguh. Salah satunya adalah disiplin menabung,” pesannya.
Ia berharap peringatan Hari Indonesia Menabung Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menumbuhkan budaya menabung di seluruh satuan pendidikan di Kota Samarinda.
“Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi langkah nyata dalam menyiapkan generasi Samarinda yang cerdas, mandiri, berkarakter, serta siap menyongsong Indonesia Emas,” pungkasnya. (RIZ/ASYA/KMF-SMR : JIR/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar