SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM membuka secara resmi Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch 5 Tahun Anggaran 2026 di Aula Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, Jalan P. Untung Suropati, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa (6/10/2026) pagi. Sebanyak 272 peserta mengikuti program pelatihan tersebut. Sekitar 82 persen di antaranya merupakan warga Kota Samarinda.
Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, S.Pd, MM mengatakan Batch 5 mencakup 17 program pelatihan dengan beragam bidang keterampilan. Di antaranya operator ekskavator, operator forklift, mekanik alat berat, servis sepeda motor sistem injeksi, pengelasan, pembuatan kue, tata rias wajah, komputer, pembuatan konten media sosial, hidroponik, barbershop, hingga menjahit.

Para peserta juga akan mendapatkan sertifikat pelatihan dari Kementerian Ketenagakerjaan serta sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sesuai bidang pelatihan yang diikuti. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kompetensi dan produktivitas tenaga kerja, membuka peluang pengembangan karier, sekaligus mendorong tumbuhnya kewirausahaan di masyarakat.
Dalam sambutannya, Wawali Saefuddin mengapresiasi pelaksanaan program pelatihan vokasi tersebut. Menurutnya, pelatihan bukan sekadar proses belajar keterampilan, tetapi menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan membuka peluang baru.
“Pelatihan ini merupakan awal dari sebuah proses untuk meningkatkan kompetensi, produktivitas, dan membuka peluang baru bagi masa depan. Jangan sia-siakan ilmu yang diberikan selama mengikuti pelatihan di BPVP Samarinda,” pesan Saefuddin.

Ia meminta seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius dan memanfaatkan kesempatan belajar sebaik mungkin. Peserta juga didorong aktif bertanya, mencoba, dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses pembelajaran.
“Manfaatkan setiap jam pelatihan. Jangan malu untuk bertanya dan jangan takut untuk mencoba,” tandasnya.
Menurut Saefuddin, keterampilan teknis harus berjalan beriringan dengan karakter dan etos kerja. Dunia kerja membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang disiplin, bertanggung jawab, jujur, mampu bekerja sama, komunikatif, serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pelatihan. Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja menuntut setiap individu untuk terus meningkatkan kompetensi, membangun jejaring, dan mampu beradaptasi.

“Setelah selesai mengikuti pelatihan ini, jangan pernah berhenti untuk belajar. Ini adalah titik awal untuk terus meningkatkan kompetensi dan keterampilan, membangun jejaring, mengikuti perkembangan teknologi, serta memanfaatkan media sosial dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Saefuddin menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berkomitmen mendorong peningkatan kualitas SDM. Upaya tersebut diarahkan agar masyarakat tidak hanya memiliki kemampuan untuk bersaing mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki keberanian dan keterampilan untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
“Jangan hanya berorientasi menjadi pencari kerja. Kita ingin masyarakat memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan hingga tuntas dan membawa pulang kompetensi yang benar-benar dapat diterapkan. Dengan keterampilan, karakter, dan kemauan untuk terus belajar, peserta diharapkan mampu menjadi tenaga kerja yang produktif, sekaligus pelaku usaha yang mandiri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Sofyan Ady Wijaya, S.Sos, M.Si; Camat Sungai Kunjang, Hj. Dwi Siti Noorbayah, S.Sos, M.Si; Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda, serta sejumlah anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda. (EKO/HER/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar