SAMARINDA.KOMINFONEWS – Upaya memperkuat pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kota Samarinda terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya dengan menyinergikan program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Re-Born dengan Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB).
Pembahasan kolaborasi tersebut dilakukan dalam Rapat Koordinasi dan Pembahasan Kolaborasi Kampung KB Re-Born dengan Kelurahan Siaga TB Kota Samarinda, yang digelar di Gedung PKK Kota Samarinda, Jumat (21/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PPTI) Kota Samarinda dengan dukungan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes). Hadir sebagai narasumber dari DPPKB Kota Samarinda dr. Fitriani Madjid, PPTI Rahman Putra, M.Ling, Program Coordinator Akselerator RSSH Kalimantan Timur drg. Nina Endang Rahayu, M.Kes, serta Staf Ahli Komisi IV DPRD Samarinda Ns. Masdar Jhon, M.Kes.
Ketua PPTI Kota Samarinda, Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, menekankan pentingnya kolaborasi hingga tingkat kelurahan dan RT sebagai ujung tombak dalam menekan kasus TB.
Menurutnya, keberadaan Kampung KB yang telah berjalan menjadi modal penting untuk diperkuat dengan program Kelurahan Siaga TB, sehingga tidak perlu membangun sistem baru dari awal.
“Ini tugas kita semua. Saya berharap Kelurahan menjadi ujung tombak bagaimana kita menekan TB ini supaya semakin berkurang, syukur-syukur bisa hilang,” ujar Rinda yang juga ketua TP PKK Samarinda.
Istri wali kota Samarinda Andi Harun ini menyoroti persoalan stigma di masyarakat yang masih menjadi salah satu tantangan dalam menemukan dan menangani penderita TB. Menurutnya, masyarakat masih kerap memandang TB sebagai sesuatu yang memalukan bahkan seperti vonis kematian.

Padahal, lanjut Rinda, pemahaman yang keliru tersebut justru dapat membuat penderita enggan terbuka dan menghambat upaya penemuan kasus secara dini.
“Paradigma masyarakat ini yang harus dirubah. Penghakiman itu begitu cepat. Kader-kader TB, khususnya PPTI, harus gencar menyuarakan kepada masyarakat agar pemahaman ini berubah,” kata Rinda yang juga Ketua Umum Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda.
Rinda meminta seluruh pihak tidak berhenti pada pembagian tugas formal masing-masing instansi. Penanganan TB, menurutnya, harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Jangan cuma menyelesaikan tupoksi saja, tapi memang ini adalah kerja nyata. Ini bukan hanya tugas satu lembaga, tapi tugas kita semua,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar Kampung KB dan Kelurahan Siaga Tangguh tidak hanya diarahkan untuk menangani TB, tetapi menjadi wadah penguatan masyarakat menghadapi berbagai persoalan kesehatan, termasuk HIV dan stunting.
“Kita ingin masyarakat Samarinda adalah masyarakat yang sehat, masyarakat unggulan. Ayo kita sinergikan, bergandengan tangan, kita keroyok. Mudah-mudahan TB ini bisa kita tekan dan kita tanggulangi,” ucapnya.
Rinda turut mengingatkan pentingnya menjaga predikat Kota Samarinda sebagai Kota Sehat. Ia menyebut Samarinda akan menerima penghargaan Kota Sehat dari WHO pada 2 September mendatang bersama Kota Madiun.
“Jangan sampai gara-gara TB-nya makin tinggi, Kota Sehat itu nanti ditarik lagi oleh WHO. Sayang,” ujarnya.

Ia menegaskan PKK siap mendukung penguatan program tersebut, terlebih banyak kader PKK yang selama ini juga berperan sebagai kader Posyandu, Jumantik maupun kader TB di tengah masyarakat.
“PKK pun juga siap men-support. Rata-rata kader TB adalah kader PKK juga. Kader PKK itu merangkap segala-galanya; kader Jumantik, kader Posyandu, kader TB dan sebagainya,” katanya.
Di tengah keterbatasan dukungan dan tuntutan pekerjaan di lapangan, Rinda mengajak para kader dan seluruh pihak yang terlibat untuk tetap menjalankan pengabdian dengan ikhlas.
Menurutnya, kerja sosial dan pelayanan kepada masyarakat tidak selalu dapat diukur dari sisi materi. Namun, kontribusi yang diberikan untuk membantu masyarakat diharapkan menjadi bagian dari amal kebaikan.
“Kerja ikhlas mungkin ya namanya. Kita hanya berharap Insya Allah kelak inilah penolong kita nanti di akhirat,” tutur Rinda.
Ia kembali mengajak seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri.
“Kalau sama-sama memegang, sama-sama saling bekerja sama, ibarat sapu kalau satu bisa dipatahkan, kalau disatukan insyaallah akan menjadi kuat,” katanya.
Sementara itu, Program Coordinator Akselerator RSSH Kalimantan Timur, drg. Nina Endang Rahayu, M.Kes, mengatakan penguatan pencegahan TB, HIV dan malaria membutuhkan keterlibatan masyarakat hingga tingkat kelurahan.
Ia menyebut Indonesia kini berada pada posisi kedua dunia untuk jumlah kasus TB, sehingga pencegahan harus menjadi perhatian bersama dan tidak hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan.

“Yang harus kita tingkatkan adalah peran serta masyarakat, kesadaran bagaimana mencegah timbulnya AIDS, TB dan malaria,” jelasnya.
Nina menilai kolaborasi Kampung KB dengan Kelurahan Siaga TB menjadi langkah strategis karena pemerintah tidak perlu membentuk struktur baru yang justru menambah beban pekerjaan.
Menurutnya, kader di masyarakat sebenarnya telah tersedia. Yang dibutuhkan adalah penguatan peran dan sistem kerja.
“DPPKB sudah punya Kampung KB. Tinggal kita kolaborasikan, tidak usah membentuk baru lagi. Rumahnya sudah ada, tinggal aksesori dalam rumahnya kita tambah dengan Kelurahan Siaga Tuberkulosis,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat menjadi agent of change dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai TB dan HIV, mulai dari penularan hingga pencegahannya.
“Harapannya bagaimana pemahaman tentang TB maupun HIV, baik penularan maupun pencegahannya, bisa dipahami,” katanya.
Menurut Nina, pencegahan di tingkat masyarakat juga penting untuk menekan beban pembiayaan kesehatan. Sebab, semakin dini persoalan kesehatan dicegah, semakin kecil pula beban yang harus ditanggung ketika penyakit sudah berkembang.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi sistem yang dapat terus berjalan meskipun pendampingan dari pihak eksternal nantinya berakhir.
“Harapannya sebelum kami meninggalkan pendampingan kabupaten/kota, sudah terbentuk suatu sistem,” pungkasnya.(DON/KMF-SMR)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar