15 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Pemerintah Kota Samarinda menghadirkan kemeriahan bagi anak-anak dalam Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 2026. Digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung PKK Kota Samarinda, Kamis (20/8/2026).

Di tengah efisiensi anggaran, Bunda PAUD Kota Samarinda, Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, bersama jajaran Pokja Bunda PAUD dan para mitra tetap berupaya menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk bermain, berekspresi, bersosialisasi dan menunjukkan kreativitasnya.

Rinda mengungkapkan, Gebyar PAUD selama ini menjadi agenda yang dinantikan anak-anak, guru, serta pengelola PAUD di Kota Samarinda. Karena itu, meski tahun ini tidak mendapat dukungan anggaran, kegiatan tetap diupayakan berjalan dengan konsep yang disesuaikan dengan kemampuan yang ada.

“Seharusnya tahun 2026 ini kami memakai tema lagi, tapi karena efisiensi anggaran, nol untuk Bunda PAUD, tidak ada anggaran. Jadi mau tidak mau Bunda PAUD harus berinovasi bagaimana caranya acara ini tetap berjalan,” ujar Rinda.

Ia menyebut, pada 2023 kegiatan serupa mampu menghadirkan sekitar 5.000 anak dengan tema Nusantara. Tahun 2024 kembali melibatkan ribuan anak dari seluruh kecamatan dengan mengenakan pakaian adat Dayak. Sedangkan pada 2025, sekitar 4.000 anak berkumpul di GOR Segiri dengan mengangkat tema pakaian Sulawesi.

Tahun ini, keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta yang dapat difasilitasi lebih terbatas. Kegiatan digelar di Gedung PKK Kota Samarinda yang memiliki kapasitas sekitar 1.000 orang, sementara jumlah undangan mencapai lebih dari 800.


“Kami tidak mampu mengundang TK-TK yang lain. Jadi mohon maaf untuk tahun ini mungkin di-pending dulu. Insya Allah tahun depan pasti kita ramaikan lagi,” kata Rinda.

Menurutnya, Gebyar PAUD bukan sekadar kegiatan hiburan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan anak-anak, guru dan orang tua sekaligus menampilkan berbagai keterampilan dan kreativitas anak dari berbagai satuan PAUD.

“Di sinilah tempat kami bersilaturahmi, di sinilah tempat kami berkolaborasi, di sinilah tempat kami menampilkan keterampilan-keterampilan dari anak-anak se-Kota Samarinda,” ujarnya.

Di hadapan para orang tua dan guru, Rinda kemudian menyampaikan pesan yang lebih personal. Ia mengingatkan bahwa perhatian sederhana dari orang tua memiliki arti besar bagi tumbuh kembang anak.

Ia meminta para orang tua menyempatkan waktu untuk memberikan sentuhan kasih sayang, meski hanya beberapa menit sebelum memulai aktivitas.

“Usap kepala anak sebelum bekerja, peluk mereka walaupun hanya 5 menit, sempatkan waktu mengantar mereka ke sekolah. Karena kedekatan antara orang tua dan anak-anak itu sangat luar biasa,” pesan Rinda.

Menurutnya, kesibukan orang tua jangan sampai membuat anak kehilangan ruang untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayang secara langsung.


Rinda juga mengingatkan orang tua agar menjaga ucapan ketika berkomunikasi dengan anak. Menurutnya, kata-kata orang tua dapat menjadi doa yang membekas dalam kehidupan anak.

“Se-marah apa pun kita, seberapa dongkolnya dengan anak, tetap doakan kata-kata yang indah, kata-kata yang baik,” tuturnya.

Ia bahkan mengajak orang tua mengganti ucapan yang bernada negatif dengan doa dan kalimat positif.

“Ya Allah, Nak, pintar banget kamu ini. Ya Allah, Nak, hebat betul kamu. Mudahan besar nanti kamu jadi gubernur,” ujarnya memberi contoh.

Rinda juga menyoroti penggunaan gadget pada anak. Ia mengakui memberikan telepon genggam kepada anak memang dapat membuat anak lebih tenang, namun jika tidak dikendalikan, anak berpotensi terlalu larut dalam dunianya sendiri.


“Memang betul, Bu, anak tenang pada saat kita kasih HP. Tapi dia akan memiliki dunianya sendiri,” katanya.

Menurut Rinda, penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengurangi interaksi anak dengan orang tua maupun lingkungan sekitarnya.

Karena itu, ia meminta orang tua tidak menjadikan gadget sebagai pengganti pendampingan. Anak tetap membutuhkan komunikasi, permainan, interaksi sosial dan perhatian langsung dari orang-orang terdekatnya.

Rinda menekankan, pendidikan usia dini harus memberikan ruang yang cukup bagi anak untuk bermain, berekspresi dan belajar bersosialisasi. Menurutnya, orang tua tidak seharusnya memberikan tekanan akademik berlebihan kepada anak-anak usia PAUD.

“Anak-anak ini dunia bermain, dunia ceria, dunia ekspresi,” ujarnya.


Ia juga mengapresiasi dukungan Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, IGTKI, HIMPAUDI, IGRA, penggerak PKK, perangkat daerah, dunia usaha, perbankan serta seluruh mitra yang membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.

Rinda berharap anak-anak Samarinda tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tetapi juga memiliki karakter, keberanian dan kemampuan untuk mengambil peran di daerahnya sendiri.

“Jangan sampai anak-anak Samarinda ini hanya menjadi penonton di daerahnya,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri saat membuka Gebyar PAUD menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak anak dan memberikan perlindungan.

Ia menyebut tema HAN ke-42, “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, menjadi pengingat bahwa keberhasilan Indonesia menuju Generasi Emas 2045 sangat ditentukan oleh bagaimana anak dipersiapkan sejak usia dini.


“Anak-anak yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif dan berakhlak mulia akan menjadi pondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas Tahun 2045,” ujar Saefuddin.

Pemkot Samarinda, lanjutnya, berkomitmen meningkatkan kualitas layanan PAUD melalui penguatan kapasitas pendidik, penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan layanan kesehatan dan gizi anak, serta pengembangan pendidikan inklusif.

Saefuddin juga mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat lima komitmen bagi anak, yakni memenuhi hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi; melindungi anak dari kekerasan, eksploitasi, perundungan dan diskriminasi; memberikan akses pendidikan berkualitas; mewujudkan anak yang sehat dan bahagia; serta menghadirkan kegiatan positif yang mendukung kreativitas, karakter dan prestasi anak.


“Kelima komitmen tersebut hendaknya menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat Kota Samarinda agar setiap anak mendapatkan kesempatan terbaik untuk meraih cita-citanya,” katanya.

Ia pun mengapresiasi Bunda PAUD Kota Samarinda beserta jajaran Pokja Bunda PAUD yang terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Samarinda.

Melalui Gebyar PAUD 2026, Pemkot Samarinda berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah dan masyarakat semakin kuat dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.

“Dengan semangat ‘Anak Terlindungi, Indonesia Maju’, mari kita pastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan haknya untuk tumbuh, belajar, bermain dan meraih cita-cita,” pungkasnya.

Gebyar PAUD 2026  diisi dengan berbagai aktivitas yang memberikan ruang kepada anak-anak untuk bermain, berekspresi, menampilkan bakat, membangun kepercayaan diri serta memperkuat kebersamaan.(DON/KMF || FOTO: AFDANI  DOKPIM

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Samarinda Siaga El Niño Ekstrem, Andi Harun Tegaskan Anggaran Harus Berbasis KPI

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar