12 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menghadiri High Level Meeting Regional Investor Relations Unit (HLM RIRU) Kalimantan Timur Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada Nomor 1 Samarinda, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bersama Bank Indonesia serta pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat strategi promosi dan kesiapan investasi di Kalimantan Timur. Secara umum, RIRU berperan dalam membangun komunikasi dengan investor serta menyediakan informasi mengenai perkembangan ekonomi dan kebijakan yang relevan bagi dunia investasi.

Dalam kegiatan tersebut, Saefuddin Zuhri menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi yang lebih intensif antarpemangku kepentingan, khususnya dalam mendukung kesiapan Kota Samarinda menghadapi peluang investasi ke depan.

Ia menyampaikan, sejumlah tahapan terkait Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Samarinda telah berjalan. Dari sejumlah wilayah yang ada, menurutnya masih terdapat tiga kecamatan yang memerlukan penyelesaian dalam proses RTRW.

“Untuk Kota Samarinda kaitannya dengan RDTR dan RTRW, saya kira prosesnya sudah berjalan. Tujuh sudah selesai RTRW-nya, hanya tiga kecamatan yang belum. Kaitannya dengan itu mungkin nanti bisa dikoordinasikan untuk percepatannya,” ujar Saefuddin.

Menurutnya, percepatan tersebut membutuhkan komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah daerah dengan perangkat terkait di tingkat provinsi. Ia berharap koordinasi antarlembaga dapat berjalan lebih efektif sehingga berbagai persoalan teknis yang berkaitan dengan investasi dapat segera ditindaklanjuti.

“Intinya peningkatan dan komunikasinya secara intens. Kita siapkan untuk persiapan-persiapan yang akan datang. Banyak di Kota Samarinda, pariwisata maupun daerah-daerah jasa dan industri yang ada di hilir,” katanya.

Saefuddin juga menekankan bahwa peluang investasi di Samarinda tidak hanya berkaitan dengan sektor berskala besar, tetapi juga harus memberikan ruang bagi penguatan ekonomi masyarakat, khususnya usaha mikro dan UMKM yang menjadi bagian penting dari struktur ekonomi kota.


Ia berharap pengembangan investasi dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat sehingga manfaat pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pelaku usaha besar.

“Samarinda mayoritas adalah ekonomi dan usaha mikro yang harus kita siapkan. Kita harus sama-sama menjalankannya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Saefuddin juga menyampaikan salah satu potensi yang dapat dikembangkan di Samarinda, yakni fasilitas cold storage berkapasitas sekitar 250 ton yang dapat mendukung pengembangan sektor perikanan.

Ia membuka peluang agar potensi perikanan dari daerah lain di Kalimantan Timur dapat dikembangkan melalui fasilitas tersebut di Samarinda. Menurutnya, kolaborasi lintas daerah perlu diperkuat agar berbagai fasilitas dan potensi yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Di Samarinda sudah ada cold storage untuk perikanan, kapasitasnya 250 ton. Ayo, untuk perikanannya bisa dikirim ke Samarinda,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji saat membuka HLM RIRU Kaltim 2026 menekankan bahwa forum tersebut harus menghasilkan langkah konkret yang dapat diterapkan di tingkat kabupaten dan kota.

Ia mengapresiasi Bank Indonesia yang telah menginisiasi kegiatan tersebut dan berharap hasil pembahasan tidak berhenti sebagai forum koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah teknis yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Seno Aji menyebut posisi strategis Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum yang perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan investasi.

Ia mengatakan, sesuai agenda yang disampaikan dalam forum, Wakil Presiden diharapkan mulai berkantor di IKN pada 2027, kemudian Presiden pada 2028. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka peluang strategis bagi daerah-daerah di Kalimantan Timur untuk memperkuat daya tarik investasinya.

Namun, peluang tersebut harus dibarengi kesiapan pemerintah daerah, terutama terkait kepastian tata ruang, kesiapan lahan, perizinan, serta informasi teknis mengenai potensi investasi.

“RIRU Kalimantan Timur ini bisa memastikan bahwa potensi daerah yang ada di daerah masing-masing itu benar-benar clear and clean,” kata Seno Aji.

Ia menilai promosi investasi tidak cukup hanya dengan menyampaikan potensi secara umum. Setiap daerah perlu memiliki Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang disusun secara detail sehingga calon investor mendapatkan informasi yang jelas mengenai proyek yang ditawarkan.


Seno Aji juga menekankan pentingnya penyelesaian RTRW dan RDTR di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Menurutnya, kepastian tata ruang menjadi salah satu fondasi penting agar calon investor memperoleh kepastian mengenai lokasi dan jenis kegiatan usaha yang dapat dikembangkan.

Dalam arahannya, Seno Aji mengajak seluruh pemerintah daerah memperkuat sinergi melalui tiga kata kunci, yakni “Kompak, Bergerak, dan Berdampak”.

“Kompak dalam hal ini adalah bagaimana pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi secara bersama-sama. Kemudian setelah kompak kita harus bergerak. Pada saat bergerak inilah kita bisa mendapatkan investasi-investasi baru,” ujarnya.

Ia menambahkan, investasi yang masuk diharapkan memberikan dampak nyata kepada masyarakat melalui pengembangan industri, hilirisasi, perkebunan, perikanan, peternakan maupun sektor potensial lainnya.

Seno Aji mencontohkan pengembangan komoditas daerah yang dapat dirancang dari sektor hulu hingga hilir sehingga memiliki nilai tambah dan lebih menarik bagi investor. Karena itu, setiap daerah diminta menyiapkan portofolio investasi yang dilengkapi data teknis, mulai dari ketersediaan lahan, tata ruang, potensi komoditas hingga kebutuhan tenaga kerja.

Menurutnya, dua agenda penting dalam HLM RIRU Kaltim 2026 adalah penguatan IPRO kabupaten/kota dan penyesuaian serta penyelesaian RTRW dan RDTR di seluruh wilayah Kalimantan Timur.

“Besar harapan kita investasi ini tumbuh subur di Kalimantan Timur dalam berbagai bidang. Kita banyak sekali yang ditawarkan, peternakan, perikanan, perkebunan, pertambangan, sumber daya alam, kemudian hilirisasi industri yang lain,” katanya.

Menutup sambutannya, Seno Aji berharap hasil HLM RIRU dapat menghasilkan langkah konkret dan detail yang kemudian ditindaklanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah.

Bagi Samarinda, Saefuddin menegaskan kesiapan untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemangku kepentingan lainnya. Ia berharap sinergi tersebut dapat membuka lebih banyak peluang investasi sekaligus memperkuat posisi Samarinda sebagai salah satu kota penyangga IKN.

“Marilah kita sama-sama untuk memajukan Provinsi Kalimantan Timur sebagai penyangga Ibu Kota. Samarinda sebagai penyangga IKN, yang intinya nantinya bisa meningkatkan perekonomian kita,” pungkasnya. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: BHAYU-DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Komisi II DPR RI Evaluasi Pengelolaan Aset Daerah dan Program Prioritas Presiden, Wali Kota Samarinda Ikuti RDP Secara Virtual

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar