69 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Dalam rangkaian implementasi Gerakan Intervensi Serentak Cegah Stunting, Pemerintah Kota Samarinda mendorong peran serta organisasi profesi, yaitu PDGI Cabang Samarinda dan DPC IBI Samarinda, untuk menginisiasi kegiatan inovasi yang merupakan bagian dari intervensi sensitif dalam pencegahan stunting, yakni GARASI ANAK (Gerakan Sikat Gigi Bersama Ibu dan Anak) serta GASAKKAN (Gerakan Sayang Kekanakkan).

Sebagai upaya memperkuat kesadaran keluarga untuk rajin ke Posyandu, kegiatan inovasi tersebut dilaksanakan di 8 lokus stunting yang telah ditetapkan melalui SK Wali Kota Tahun 2026. Terdapat 15 Posyandu di 8 kelurahan lokus stunting yang menjadi sasaran tahap pertama kegiatan ini.

GARASI ANAK tidak hanya mengajak anak dan orang tua membiasakan perilaku menyikat gigi dengan benar, tetapi juga menghadirkan rangkaian layanan yang mendukung deteksi dini dan penanganan kesehatan gigi serta mulut anak.

Kegiatan utama GARASI ANAK adalah mengedukasi ibu dan anak agar dapat menjaga kesehatan gigi dengan baik dan benar, terutama mengenai cara menyikat gigi dengan memperhatikan waktu yang tepat dan cara menyikat yang benar.


Kegiatan GARASI ANAK lainnya meliputi pemeriksaan gigi pada anak, konsultasi gratis, praktik sikat gigi bersama ibu dan anak, rapor kesehatan gigi melalui SIREHAT (Sistem Informasi Rapor Kesehatan Anak Digital Terintegrasi) yang dapat diakses oleh dokter gigi dan orang tua peserta Posyandu, serta layanan rujukan.

Yang istimewa, kegiatan ini juga memberikan dental imunisasi secara gratis. Jika di praktik dokter gigi layanan tersebut dapat dikenakan biaya hingga ratusan ribu rupiah, dalam kegiatan ini diberikan secara cuma-cuma dengan tujuan mencegah gigi berlubang serta membantu menjaga kekuatan gigi dari paparan asam dan makanan manis.

Sementara itu, GASAKKAN juga berkontribusi dalam kegiatan Posyandu melalui layanan pijat bayi gratis, pijat ibu hamil untuk membantu memperlancar ASI, edukasi ASI eksklusif, serta layanan pencegahan kanker serviks melalui pemeriksaan HIV gratis.

Di penghujung September ini, kegiatan tersebut menyasar dua Posyandu Siklus Hidup, yakni Posyandu Kartika Permai dan Posyandu Gelatik Permai.


Kegiatan GARASI ANAK dan GASAKKAN berlangsung pada Sabtu (26/9/2026) pagi. Posyandu Kartika Permai berlokasi di Jalan Pemuda, Aula Masjid Al Muhajirin, sementara Posyandu Gelatik Permai berada di Jalan Gelatik.

Ketua TP PKK Kota Samarinda sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Samarinda, Hj. Rinda Wahyuni Andi Harun, hadir bersama Hj. El Nova Saefuddin Zuhri selaku Wakil Ketua TP PKK dan Wakil Ketua TP Posyandu Kota Samarinda dalam kegiatan tersebut. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya mendorong keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan anak sejak dini sekaligus meningkatkan capaian kunjungan bayi, balita, dan ibu hamil ke Posyandu.

Rinda Wahyuni mengingatkan para ibu agar tidak menganggap sepele kesehatan gigi dan mulut anak. Menurutnya, kesehatan gigi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kesehatan anak secara menyeluruh dan mendukung proses tumbuh kembangnya.

Ia juga mendorong ibu yang memiliki bayi dan ibu hamil agar fokus dan memprioritaskan pemberian ASI eksklusif kepada bayi.


Ia mendorong para orang tua tidak hanya membawa anak ke fasilitas kesehatan ketika sudah mengalami keluhan, tetapi juga membangun kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini. Edukasi dan pemeriksaan berkala dinilai penting agar berbagai persoalan kesehatan gigi dapat diketahui lebih awal.

Pemilihan Posyandu Siklus Hidup sebagai lokasi kegiatan juga sejalan dengan arah transformasi pelayanan kesehatan primer yang dikembangkan pemerintah. ILP atau Integrasi Layanan Primer merupakan pendekatan pelayanan kesehatan yang mengintegrasikan berbagai layanan dasar dan mendekatkannya kepada masyarakat melalui jejaring Puskesmas, Puskesmas Pembantu, dan Posyandu.

Melalui GARASI ANAK dan GASAKKAN, pendekatan tersebut diterapkan secara lebih spesifik pada kesehatan gigi dan mulut anak. Kehadiran layanan skrining, edukasi, pencatatan kesehatan hingga rujukan diharapkan dapat membantu orang tua mengetahui kondisi kesehatan gigi anak sekaligus memahami langkah perawatan yang tepat.


Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada ibu agar dapat terus memberikan stimulasi melalui pijatan lembut kepada bayi dan balita agar dapat tumbuh sehat dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya.

Kegiatan yang berbasis non-APBD ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran Posyandu sebagai pintu awal pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan keterlibatan kader, tenaga kesehatan, dan keluarga, upaya menjaga kesehatan anak diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pemeriksaan, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan keluarga.

Pesan tersebut menjadi penting karena kesehatan gigi dan mulut anak bukan hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh. (MAF/ASYA/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Mooncake Festival VIII, Pesan Harmoni dari Samarinda

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar