SAMARINDA KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menegaskan komitmennya merawat kerukunan antarumat beragama sekaligus menjaga keberagaman budaya di tengah masyarakat.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM saat membuka secara resmi Mooncake Festival VIII Tahun 2026 di Maha Vihara Sejahtera Maitreya Samarinda, Buddhist Centre Kaltim, Jalan DI Pandjaitan, Sungai Pinang Jumat (25/9/2026) malam.
Mengusung tema 'Indonesia Harmonis, Dunia Satu Keluarga', festival yang diprakarsai Buddhist Centre Kaltim tersebut menjadi ruang perjumpaan lintas agama, budaya, dan komunitas. Sejumlah pejabat daerah, tokoh agama, serta tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tahunan itu.
Saefuddin mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Mooncake Festival sebagai bagian dari upaya memperkuat persaudaraan warga Samarinda tanpa membedakan suku, agama, maupun keyakinan. Menurutnya, kebudayaan memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar seni, pakaian, atau kuliner. Di dalamnya terdapat nilai kehidupan dan kearifan yang diwariskan antargenerasi.

“Kebudayaan bukan sekadar tentang seni, pakaian, atau makanan tradisional semata. Lebih dari itu, di dalamnya terkandung nilai-nilai kehidupan luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi,” tegas Saefuddin.
Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan budaya tahunan. Lebih jauh, Mooncake Festival diharapkan menjadi ruang edukasi bagi generasi muda, khususnya Generasi Z, untuk mengenal akar budaya sekaligus belajar menghargai keberagaman.
Saefuddin juga menilai keberagaman yang dirawat dengan baik dapat menjadi kekuatan sosial bagi pembangunan kota. Karena itu, toleransi dan kebersamaan perlu terus dibangun melalui ruang-ruang perjumpaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
Sementara Ketua Panitia Mooncake Festival VIII, Pandita Hendri Suwito, S.Pd, MM mengatakan festival kue bulan merupakan tradisi yang telah berlangsung selama ribuan tahun. Bulan purnama dalam tradisi tersebut menjadi simbol kesempurnaan, harapan, dan doa untuk kebahagiaan.

Menurut Hendri, nilai tersebut sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika. Keberagaman, kata dia, bukan alasan untuk terpisah, tetapi kekuatan yang dapat mempererat persatuan. Festival ini juga menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk sejenak meninggalkan rutinitas, berkumpul bersama keluarga dan orang-orang terdekat, sekaligus memperkuat empati dan kasih sayang.
Selain aspek budaya dan kerukunan, Saefuddin memberi perhatian pada keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam kegiatan tersebut. Berbagai lapak dan stan yang hadir di sekitar lokasi dinilai turut membuka ruang bagi masyarakat untuk menggerakkan ekonomi kreatif.
“Pemerintah Kota Samarinda selalu siap berkolaborasi untuk menyukseskan berbagai kegiatan kebudayaan serta percepatan pembangunan kota,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun Samarinda.

Pembukaan Mooncake Festival VIII akhirnya bukan sekadar perayaan budaya di bawah cahaya bulan purnama. Lebih dari itu, festival tersebut menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, memperkuat toleransi, mengenalkan budaya kepada generasi muda, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Turut hadir mendampingi yakni sang istri yang juga Wakil Ketua TP PKK Samarinda, Hj. Elly Luchritia Nova, ST, MT. Hadir pula Danrem 091/Aji Surya Natakesuma Brigadir Jenderal TNI Anggara Sitompul, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim H. Muhammad Faisal, S.Sos, M.Si, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim Drs. H. Abdul Khaliq, M.Pd., Kepala Disporapar Kota Samarinda H. Muslimin, SE., M.Si, perwakilan Badan Kesbangpol, Plt. Camat Sungai Pinang Didik Purwanto, S.STP, M.Si., Lurah Mugirejo Dwi Haryani, SE, serta Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), H Syaparudin, S.Sos bersama beberapa anggota. Syaparudin sendiri merupakan Ketua FKUB Kota Samarinda. Kemudian sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh lintas agama juga tampak hadir. Termasuk Dr. H. Saharie Jaang, SH, MH, M.Si, perwakilan Keuskupan Agung, PGI, PHDI, Permabudhi, dan Matakin. (ACL/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar