74 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menghadiri pembukaan Aruh Ganal Budaya Banjar (AGBB) ke-3 yang diselenggarakan oleh DPC Laung Kuning Kota Samarinda di Rumah Adat Bakuda, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang menjadi ajang pelestarian budaya Banjar tersebut dihadiri para pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Samarinda, unsur TNI/Polri, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh organisasi kemasyarakatan, serta warga Laung Kuning Banjar dari berbagai daerah di Kalimantan.

Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri mengawali dengan mengajak seluruh hadirin bersyukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya kegiatan yang dirangkai dengan peringatan Hari Ulang Tahun Laung Kuning ke-3 tersebut.

Ia menegaskan bahwa Kota Samarinda merupakan kota yang dibangun di atas keberagaman suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang hidup berdampingan secara harmonis.

“Pemerintah Kota Samarinda merupakan kota yang dibangun di atas keragaman. Di Kota Samarinda hidup berdampingan berbagai suku, budaya, bahasa, dan tradisi yang menjadi kekuatan besar dalam pembangunan harmoni sosial kemasyarakatan,” ujarnya.


Menurutnya, masyarakat Banjar memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perkembangan Kota Samarinda, baik di bidang perdagangan, pendidikan, maupun kehidupan sosial budaya.

“Nilai-nilai religius, semangat gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap adat istiadat yang dimiliki masyarakat Banjar menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi Kota Samarinda,” katanya.

Saefuddin menilai Aruh Ganal Budaya Banjar bukan sekadar pertunjukan seni budaya, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya daerah, mempererat tali persaudaraan, serta media edukasi bagi generasi muda agar mengenal akar budaya dan sejarahnya.

Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, ia mengingatkan pentingnya menjaga generasi muda agar tidak tercerabut dari identitas budayanya.

“Oleh karena itu, kegiatan seperti ini menjadi sangat penting sebagai media pembelajaran budaya agar anak-anak muda bangga terhadap warisan leluhur dan tidak kehilangan jati diri,” tegasnya.

Beragam tradisi dan kesenian Banjar turut memeriahkan AGBB ke-3, di antaranya Bapalas dan Hadrah, Tepung Tawar, Tari Japin, Kuda Gepang, Usung Pengantin, pembacaan syair legenda Banjar, Madihin, Bersyair Banjar, Tutur Dalang, hingga sajian kuliner khas Banjar.


Menurut Saefuddin, seluruh rangkaian budaya tersebut mengandung nilai-nilai luhur kehidupan masyarakat Banjar seperti gotong royong, penghormatan kepada orang tua, kebersamaan, religiusitas, persatuan, dan semangat menjaga keberagaman.

Ia berharap Aruh Ganal Budaya Banjar dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berkembang menjadi agenda budaya yang tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya Kota Samarinda di tingkat regional maupun nasional.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat persaudaraan dan kebersamaan. Perbedaan suku dan budaya jangan menjadi pemisah, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya kehidupan bermasyarakat di Kota Samarinda yang kita cintai,” pungkasnya.

Menutup sambutannya, Wakil Wali Kota Samarinda menyampaikan pantun yang disambut hangat para hadirin.

Bunga melati harum mewangi,

Tumbuh indah di tepi halaman.

Aruh ganal telah kita lalui,

Semoga Budaya Banjar tetap lestari sepanjang zaman. (ASYA/KMF-SMR/FOTO ARIE-DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Dari Balai Kota ke Ruang Kuliah, Andi Harun Bahas Masa Depan SDA

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar