SAMARINDA. KOMINFONEWS — Ketua Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun menerima Apresiasi Swara Cantika 2026 atas kiprahnya dalam mendorong pemberdayaan perempuan, khususnya di bidang kesehatan dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Apresiasi tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Rinda dalam membuka ruang bagi perempuan untuk berdaya. Bukan sekadar menjadi penerima manfaat pembangunan, perempuan didorong tampil sebagai pelaku yang ikut memperkuat keluarga dan memberi dampak bagi masyarakat. Apresiasi itu diserahkan di Ballroom Samisara, Jakarta, Kamis (17/9/2026) malam.

Dalam keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda yang juga Wakil Ketua Bidang 4 TP PKK Kota Samarinda, Deasy Evriyani, Rinda menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir.
“Apresiasi ini bukan hanya sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkontribusi, memberdayakan perempuan, serta menghadirkan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Rinda.
Di bidang kesehatan, perhatian Rinda diarahkan pada penguatan peran Posyandu dan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat. Pendekatan jemput bola, Posyandu Bayangan, edukasi keluarga sehat, hingga skrining kesehatan perempuan menjadi bagian dari upaya tersebut.

Program pemberdayaan juga menyentuh persoalan kesehatan anak dan keluarga, termasuk pencegahan stunting. Di Samarinda, prevalensi stunting tercatat turun dari 25,3 persen pada 2022 menjadi 24,4 persen pada 2023 dan 20,3 persen pada 2024.
Bagi Rinda, kesehatan dan pemberdayaan ekonomi perempuan merupakan dua hal yang saling menguatkan. Karena itu, pembinaan UMKM tidak berhenti pada kemampuan memproduksi barang, tetapi diarahkan pada peningkatan kualitas, kemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan kanal digital.
Hasilnya mulai terlihat. Sebanyak 34 UMKM Samarinda meraih Juara II Stand Inovatif dalam Kaltim Expo 2025. Sejumlah produk UMKM binaan Prorinda juga berhasil menembus Galeri Sarinah Jakarta dan PIK 2 setelah melalui proses kurasi.

Rinda menilai pemberdayaan perempuan tidak semata-mata diukur dari jumlah perempuan yang berada dalam posisi tertentu. Lebih jauh, perempuan harus memiliki akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan dan usaha yang layak, layanan kesehatan, perlindungan, serta ruang untuk terlibat dalam pengambilan keputusan.
“Ketika perempuan diberi ruang untuk berkarya, berdaya, dan menginspirasi, maka akan lahir perubahan yang membawa kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” tegasnya.
Dari Samarinda, Rinda ingin gerakan pemberdayaan perempuan terus bergeser. Perempuan tidak lagi ditempatkan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku pembangunan yang memiliki ruang untuk belajar, berkarya, mandiri, memimpin, dan menentukan masa depan.
“Ketika perempuan berdaya, keluarga menjadi kuat, masyarakat semakin maju, dan Indonesia akan semakin hebat,” pungkas Rinda. (*/HER/KMF-SMR)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar