2 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun meninjau kawasan tepian Sungai Karang Mumus di sekitar Jalan Tarmidzi dan Jalan Muso Salim, Kamis (17/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan di sela waktu kerja untuk melihat langsung kondisi kawasan sekaligus membahas sejumlah rencana penataan yang akan dilakukan secara bertahap.

Andi Harun mengatakan, salah satu pekerjaan yang akan dilaksanakan tahun ini adalah normalisasi Sungai Karang Mumus di sektor Pelita, tepat di seberang Jalan Tarmidzi. Pekerjaan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada November 2026 dan merupakan kelanjutan dari tahapan penanganan sebelumnya.

“Kalau yang di bulan sebelas yang akan kita eksekusi di sektor Pelita, dua kelurahan itu, anggarannya sudah ada tahun ini. Bulan sebelas Insya Allah,” ujar Andi Harun.


Sementara untuk kawasan Jalan Tarmidzi dan Jalan Abdul Muthalib, penataan lanjutan direncanakan pada tahun 2027. Pemkot Samarinda juga tengah menyiapkan perencanaan penataan kawasan agar berbagai fungsi ruang yang selama ini dinilai belum tertata dapat terintegrasi dengan lebih baik.

Menurut Andi Harun, penataan juga akan menyasar kawasan Sungai Dama, termasuk pelebaran jalan, pembangunan trotoar, serta penyediaan ruang terbuka hijau.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga berdialog dengan Ketua LPM dan masyarakat pencinta catur yang selama ini menggunakan kawasan tersebut sebagai tempat berkumpul. Ia memastikan aktivitas komunitas catur yang telah menjadi bagian dari kehidupan sosial kawasan itu tetap dipertahankan, namun ditata agar menyatu dengan estetika kawasan.

“Kita akan pertahankan sebagai sesuatu yang bersejarah. Tapi kita akan tata, supaya satu sisi tempat atau point meeting teman-teman di kalangan komunitas catur tetap berlanjut, tapi di sisi lain tidak mengganggu estetika kawasan,” katanya.


Andi Harun juga meminta Camat dan Lurah Sungai Dama melakukan musyawarah bersama masyarakat terkait keberadaan dua masjid yang berdekatan di Gang Ara Jelawat. Jika masyarakat menyepakati, Pemkot akan mempertimbangkan penataan kembali kawasan tersebut dengan mengintegrasikan fasilitas ibadah ke dalam konsep penataan kawasan.

Lebih jauh, Andi Harun mengungkapkan gagasan besar untuk menghubungkan kawasan Sungai Karang Mumus dengan pengembangan wisata kota. Salah satunya melalui revitalisasi transportasi sungai tradisional Tambangan.

Ia menyebut Tambangan nantinya dapat didesain ulang tanpa menghilangkan bentuk dasarnya, tetapi dengan ukuran lebih besar sehingga mampu mengangkut sekitar 10 hingga 40 penumpang. Rute tersebut diharapkan dapat terkoneksi dengan kawasan Teras Samarinda.


“Gagasan ini terus tumbuh, hidup, karena banyak yang kita mau koneksikan, termasuk kawasan pecinan yang memang sudah dari awal menjadi kita rencanakan,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan seluruh rencana akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan APBD. Pemkot juga terus membuka peluang dukungan dari pemerintah pusat maupun sumber pembiayaan lainnya.

“Yang penting gagasan tidak boleh berhenti, kerja, kerja, kerja terus sekuat yang kita mampu,” pungkasnya. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: MUHAJIR-DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

IKM Jadi Bahan Evaluasi di FKP, Disdukcapil Samarinda Perkuat Kualitas Pelayanan

i
Berita Sebelumnya

Sukses Gerakkan Perempuan Samarinda, Rinda Wahyuni Raih Apresiasi Swara Cantika 2026

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar