SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus menjaga konsistensi penanganan berbagai persoalan kota, termasuk pengendalian banjir yang masih menjadi pekerjaan besar dan tidak boleh terhenti. Di tengah dinamika ruang fiskal pemerintah, langkah penanganan terus diarahkan agar berjalan terukur dengan perencanaan yang semakin matang.
Pengendalian banjir menjadi salah satu program superprioritas Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun yang terus dijaga kesinambungannya. Hal tersebut terlihat saat Wali Kota Samarinda memimpin rapat membahas sejumlah rencana penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir, mulai dari kawasan Gunung Kapur dan Damanhuri, rencana pembangunan Lapangan Bola Vorvo oleh Pemprov Kaltim, hingga rencana pembangunan turap Sungai Karang Mumus (SKM) dan Sungai Mahakam di kawasan Teras Samarinda Tahap II.
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda, Rabu (16/9/2026) siang. Pertemuan tersebut digelar Dinas PUPR melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA), dengan turut dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri, Sekda Neneng Chamelia Shanti, Asisten II Marnabas Patiroy, perwakilan BPBD Samarinda, Plt. Kepala Bapperida Ananta Fathurozi, serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Dalam rapat tersebut, konsultan memaparkan sejumlah rencana teknis penanganan yang menjadi bagian dari agenda pengendalian banjir. Pembahasan tidak hanya melihat kondisi pada satu lokasi, tetapi juga mempertimbangkan keterkaitan sistem drainase, kapasitas saluran, kondisi sungai, sedimentasi, curah hujan, hingga pengaruh pasang Sungai Mahakam.
Untuk kawasan Gunung Kapur dan Damanhuri, Wali Kota mengarahkan agar proyeksi penanganannya dipersiapkan untuk 2027 dengan terlebih dahulu memaksimalkan sistem yang sudah tersedia. Kapasitas saluran dan drainase eksisting perlu dioptimalkan sebelum menentukan kebutuhan pembangunan kolam retensi maupun infrastruktur baru lainnya.
Perhatian juga diberikan pada kawasan Gang Ogok. Kondisi parit yang berada lebih tinggi dari badan jalan perlu dikaji secara teknis untuk menentukan penanganan yang tepat, termasuk kemungkinan penataan atau rekonstruksi jalan apabila memang diperlukan. Di sisi lain, dua saluran drainase yang telah tersedia diarahkan untuk dapat dikoneksikan sehingga sistem aliran air di kawasan tersebut dapat bekerja lebih optimal.

Sementara itu, terkait rencana pembangunan Lapangan Bola Vorvo oleh Pemprov Kaltim, rencana drainasenya masih perlu dikaji kembali secara lebih mendalam. Kajian teknis diperlukan untuk memastikan rancangan yang disiapkan mampu mendukung kebutuhan kawasan sekaligus tidak menimbulkan persoalan baru dalam sistem pengendalian air.
Pembahasan berlanjut pada rencana pembangunan turap SKM dan Sungai Mahakam di kawasan Teras Samarinda Tahap II. Wali Kota meminta agar rencana tersebut kembali dikaji, terutama untuk mendapatkan desain yang efisien dari sisi pembiayaan, efektif dari sisi fungsi, namun tetap memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik.
Bagi Wali Kota, konsistensi menjadi kunci agar agenda superprioritas pengendalian banjir tetap bergerak. Setiap tahapan dipersiapkan melalui kajian yang matang, dengan dasar teknis dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Pada akhirnya, setiap penanganan diharapkan tidak berhenti pada penyelesaian persoalan di satu titik, tetapi memberikan dampak terhadap sistem pengendalian banjir secara lebih luas. Dari kajian teknis yang dimatangkan hari ini, Pemkot Samarinda terus menyiapkan langkah jangka panjang dan berkesinambungan menuju Samarinda yang lebih baik, dengan pembangunan yang semakin maju. (VE/ASYA/KMF-SMR|Foto. ARY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar