8 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Konsep pembangunan dan pengembangan Dermaga Harapan Baru, Samarinda, mendapat koreksi dari Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun. Konsep yang masih dalam tahap awal menuju penyusunan Detail Engineering Design (DED) tersebut dinilai perlu diperkuat, terutama dalam menentukan fungsi utama kawasan dan memastikan investasi yang dikeluarkan memberikan manfaat ekonomi.

Hal itu disampaikan Andi Harun saat memimpin rapat presentasi konsep pembangunan dan pengembangan Dermaga Harapan Baru oleh konsultan mitra Dinas Perhubungan Samarinda, di Ruang Rapat Wali Kota Samarinda, Balaikota Samarinda, Rabu (16/9/2026).

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda Hotmarulitua Manalu, Kepala Dinas Perikanan Achmad Fauzi Irawan, jajaran OPD terkait, serta Anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan.

Dalam paparannya, konsep awal kawasan mencakup sejumlah fungsi, mulai dari tambatan tugboat, logistik, perikanan, UMKM hingga ruang publik.

Andi Harun mengapresiasi upaya konsultan dan perangkat daerah yang telah menyusun konsep tersebut. Namun, menurutnya, sebelum masuk lebih jauh ke tahap DED, harus ditentukan terlebih dahulu kawasan tersebut hendak dikembangkan menjadi apa.

“Pertanyaan mendasarnya, Dermaga Harapan Baru ini sebenarnya mau dijadikan apa? Kalaupun ada empat fungsi di dalam satu perencanaan kawasan, tetapkan mana fungsi utamanya dan mana fungsi pendukungnya,” kata Andi Harun.

Menurutnya, beberapa fungsi dapat saja berada dalam satu kawasan, tetapi harus memiliki keterkaitan dan arah yang jelas. Fungsi utama harus menjadi dasar dalam menentukan desain, kebutuhan infrastruktur hingga model pengelolaan kawasan.


Salah satu yang mendapat perhatian adalah rencana pemanfaatan kawasan untuk tambatan tugboat. Andi Harun menilai fungsi tersebut perlu dikaji kembali karena kondisi operasional pelayaran saat ini sudah berubah, terutama dengan penerapan operasional 24 jam.

Ia memperkirakan aktivitas tambatan tugboat di Harapan Baru akan mengalami penurunan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan penting karena pembangunan membutuhkan anggaran yang cukup besar.

“Kalau kita hitung dengan potensi PAD yang tadi disampaikan, sampai kapan pun tidak akan kembali modal,” ujarnya.

Andi Harun menilai pemerintah perlu berhati-hati agar pembangunan dengan nilai investasi puluhan miliar rupiah tidak justru menghasilkan beban biaya yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonominya.

Menurutnya, apabila fungsi tersebut memang memiliki potensi ekonomi, maka harus dibuktikan melalui perhitungan yang jelas mengenai pemasukan dan biaya operasional.

“Kalau investasi infrastrukturnya jauh lebih mahal, tidak mungkin. Untuk apa kita bikin kalau tidak ekonomis?” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin membangun hanya karena memiliki aset dan tersedia rencana proyek. Setiap investasi daerah harus memiliki manfaat yang jelas, baik dari sisi pelayanan publik maupun potensi ekonomi.

“Kalau urusan PAD, harus ada business plan-nya,” ujarnya.

Di tengah pembahasan tersebut, Andi Harun menawarkan gagasan baru untuk pengembangan Dermaga Harapan Baru. Ia mengusulkan kawasan tersebut diarahkan menjadi kawasan terpadu transportasi sungai, logistik, dan perikanan.


Gagasan itu masih menjadi bahan diskusi dan akan dikaji bersama lintas perangkat daerah, terutama Dinas Perhubungan dan Dinas Perikanan, serta OPD terkait lainnya.

“Bagaimana kalau kita jadikan Harapan Baru ini sebagai kawasan terpadu transportasi sungai dan logistik perikanan,” katanya.

Konsep tersebut, menurut Andi Harun, dapat mengintegrasikan aktivitas transportasi sungai dengan kawasan perikanan yang sudah ada, termasuk menghubungkan kawasan Harapan Baru dengan TPI dan fasilitas cold storage di seberangnya.

Dengan konsep itu, alur aktivitas dapat dibuat lebih terintegrasi. Kapal nelayan dapat melakukan bongkar hasil tangkapan, kemudian hasil perikanan masuk ke cold storage untuk selanjutnya didistribusikan. Di kawasan yang sama juga dapat dikembangkan UMKM yang berbasis produk perikanan.

“Jadi kira-kira alurnya, kapal nelayan bongkar ikan, masuk ke cold storage, kemudian distribusi, lalu ada kawasan UMKM perikanan,” jelasnya.

Andi Harun menilai keberadaan UMKM nantinya tidak sekadar menjadi pelengkap kawasan, tetapi diarahkan memiliki keterkaitan langsung dengan potensi perikanan.

Ia membayangkan kawasan tersebut dapat memiliki identitas sebagai salah satu pusat aktivitas perikanan di Samarinda.

“Ketika ada orang masuk Samarinda dan orang Samarinda berpikir mau cari ikan atau makan ikan, ingatnya Harapan Baru,” ujarnya.


Selain konsep aktivitas kawasan, Andi Harun juga meminta aspek fisik kawasan ditinjau kembali, khususnya terkait kondisi tepian sungai yang mengalami erosi.

Ia mengusulkan pembangunan turap sekaligus dikaji agar dapat mendukung pengembangan kawasan di masa mendatang. Penambahan kawasan darat juga dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi teknis dan lingkungan.

Menurutnya, desain kawasan harus dibuat sejak awal dengan mempertimbangkan arah pengembangan secara keseluruhan sehingga pembangunan infrastruktur tidak dilakukan secara parsial.

Andi Harun menekankan, koreksi terhadap konsep tersebut merupakan bagian dari proses perencanaan agar investasi pemerintah benar-benar tepat sasaran.

Ia meminta perangkat daerah bersama konsultan kembali menyempurnakan konsep dengan memperhatikan empat hal utama, yakni fungsi kawasan yang jelas, perhitungan bisnis yang logis, kebutuhan infrastruktur yang tepat, serta manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau kita ingin buat ide, kawasannya harus relevan, perhitungannya harus logis, dan nilai kemanfaatannya bagi publik juga jelas,” katanya.

Dengan arah baru tersebut, pembahasan Dermaga Harapan Baru selanjutnya akan difokuskan pada konsep kawasan yang lebih terintegrasi, sehingga tidak hanya berbicara mengenai pembangunan dermaga, tetapi juga bagaimana aset tersebut dapat mendukung transportasi sungai, aktivitas perikanan, logistik dan perekonomian masyarakat.(DON/KMF-SMR || FOTO: TOMMY DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pemkot Samarinda Bahas Kajian Teknis Pengendalian Banjir, Gunung Kapur-Damanhuri hingga Teras Samarinda II

i
Berita Sebelumnya

Pemkot Samarinda Mitigasi Belanja Perubahan APBD 2026

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar