SAMARINDA. KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Perdagangan (Disdag) terus menyiapkan berbagai inovasi dan terobosan untuk meramaikan kembali Pasar Pagi Samarinda yang baru selesai direvitalisasi.
Tak hanya membenahi kawasan secara fisik, Pemkot Samarinda juga mendorong pedagang meningkatkan kemampuan promosi dan pemasaran. Salah satunya melalui pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi pedagang setempat, Rabu (16/9/2026) siang.
Kepala Disdag Kota Samarinda, Nurrahmani, S.IP, MM mengatakan pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari aspirasi para pedagang yang disampaikan dalam hearing bersama Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda beberapa waktu lalu. Para pedagang kata dia, membutuhkan pengetahuan dan keterampilan baru untuk mengembangkan strategi promosi, termasuk memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produk secara lebih luas.
“Jadi kami minta bantuan pihak yang peduli dan kebetulan mau membantu memberikan ilmunya tentang bagaimana berjualan secara online,” kata Nurrahmani.
Menurut Yama -sapaan akrab Nurrahmani-, kemampuan berjualan secara digital menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan pola belanja masyarakat. Pedagang tidak cukup hanya menunggu pembeli datang, tetapi perlu aktif memperkenalkan dan menawarkan produknya melalui berbagai kanal pemasaran.
“Harapan kami, pedagang tidak hanya mengandalkan pembeli yang datang ke pasar. Mereka juga bisa menjangkau konsumen lebih luas melalui promosi digital,” ujarnya.
Untuk tahap awal, pelatihan diikuti 10 pedagang. Kegiatan memanfaatkan sejumlah ruang usaha atau ruko yang belum digunakan di kawasan Pasar Pagi, tepatnya di lantai II.
Yama menjelaskan, jumlah peserta sengaja dibatasi agar proses pembelajaran lebih efektif dan intensif. Jika antusiasme pedagang tinggi, Disdag akan membuka kelas lanjutan dengan peserta yang lebih banyak.
“Kalau antusias pedagang tinggi, akan kita buka kelas pada kesempatan berikutnya. Untuk tahap awal memang kami batasi agar pembelajaran bisa lebih intens,” terangnya.
Ke depan, pelatihan juga akan dikembangkan berdasarkan kelompok atau jenis usaha pedagang. Mulai dari pedagang konveksi, aksesoris, hingga sektor sembako dan komoditas lainnya.
Kepala Bidang Promosi dan Pengembangan Ekspor Disdag Kota Samarinda, Sugianto, ST, M.Psi menambahkan, program tersebut diberikan secara gratis. Pedagang hanya perlu membawa telepon seluler yang mendukung kegiatan pelatihan.
“Semua gratis, tanpa pungutan biaya. Pedagang cukup membawa handphone yang bisa mendukung kegiatan. Kami juga siapkan Wi-Fi gratis,” jelas Sugianto.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan belajar, tetapi benar-benar diterapkan dalam aktivitas perdagangan sehari-hari. Dengan begitu, pedagang dapat semakin kreatif memasarkan produknya dan membangun basis pelanggan yang lebih luas.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Samarinda menjadikan Pasar Pagi bukan sekadar kawasan perdagangan yang telah dibenahi secara fisik, tetapi juga ruang ekonomi yang aktif, adaptif, dan mampu mengikuti perkembangan zaman.
Pasar Pagi diharapkan terus ramai, menjadi ruang bertemunya pedagang dan masyarakat, sekaligus kembali menjadi salah satu denyut ekonomi penting bagi kemajuan Kota Samarinda. (HER/KMF-SMR)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar