7 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk menghentikan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat. Pesan itu ditegaskan Ketua TP PKK Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, saat mengapresiasi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Samarinda, drg. Deasy Evriyani, yang tetap menghadirkan inovasi melalui kolaborasi lintas organisasi.

Apresiasi tersebut disampaikan Rinda dalam pembukaan Pelatihan Kader Gerakan Menyikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakan (GASAKKAN) di Aula PKK Kota Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Pelatihan ini menjadi bukti bahwa program kesehatan masyarakat tetap bisa berjalan melalui kerja sama, meski tanpa dukungan anggaran pemerintah. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi DP2KB, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Samarinda, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Samarinda, TP PKK, dan kader Posyandu.

Rinda secara khusus mengapresiasi Deasy yang dinilainya tidak berhenti berinovasi di tengah keterbatasan anggaran.

“Kita patut bangga punya Bu Kadis seperti ini. Anggaran kosong, anggaran dinas, tapi dia tidak menghentikan inovasi dan kreativitasnya,” ujar Rinda yang disambut tepuk tangan peserta.

Menurutnya, Samarinda memiliki banyak organisasi profesi dan lembaga yang bisa diajak bekerja sama untuk menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena itu, keterbatasan dana tidak semestinya membuat program berhenti selama masih ada kemauan untuk berkolaborasi.


“Jangan mati langkah hanya karena tidak ada dana. Semua bisa terlaksana, dan masyarakat kita pun tetap bisa sehat,” tegasnya.

Rinda berharap pola kolaborasi semacam ini terus dikembangkan, tidak hanya untuk memenuhi target atau menyelesaikan program kerja, tetapi benar-benar memberikan dampak yang dirasakan masyarakat.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Para kader harus terus mendapatkan pendampingan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan Posyandu maupun edukasi di lingkungan keluarga.

“Jangan hanya mengejar target atau sekadar memenuhi program kerja, tetapi tidak ada implementasinya ke depan. Tetap selalu di-follow up. Kader-kader yang ada ini, setelah pelatihan jangan berhenti ilmunya,” pesannya.

Rinda menegaskan, GARASI ANAK dan GASAKKAN bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan gerakan yang harus hadir di tengah keluarga dan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari.

GARASI ANAK mendorong pembiasaan menyikat gigi sejak dini, sedangkan GASAKKAN memperkuat edukasi dan perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk pengasuhan yang penuh kasih sayang.

Menurut Rinda, pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memperhatikan asupan gizi. Kesehatan gigi dan mulut, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pola pengasuhan juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui 10 Program Pokok PKK, khususnya Pokja IV, TP PKK terus mendorong peningkatan kesadaran keluarga mengenai kesehatan, gizi, kesehatan ibu dan anak, serta perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, Posyandu menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

Karena itu, kader PKK dan Posyandu memiliki peran strategis dalam meneruskan pengetahuan kepada masyarakat.

Rinda berharap para kader yang mengikuti pelatihan dapat menjadi edukator dan motivator di lingkungan masing-masing, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan gigi anak, memberikan pengasuhan yang baik, serta mencegah stunting sejak dini.


“Jangan hanya bergantung kepada PDGI atau IBI. Kita pun bisa menjadi edukator dan motivator,” ujar Rinda yang juga ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda.

Pelatihan ini menyasar 15 Posyandu di delapan kelurahan lokus stunting Kota Samarinda 2026, yakni Tenun, Baqa, Sidodamai, Sempaja Utara, Teluk Lerong Ulu, Loa Buah, Temindung Permai, dan Pasar Pagi.

Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas perwakilan empat kader dari masing-masing Posyandu sasaran serta kader TP PKK tingkat kelurahan dan kecamatan.

Materi pelatihan disampaikan oleh PDGI dan IBI. Untuk GARASI ANAK, materi meliputi upaya penurunan stunting melalui peningkatan kesehatan gigi dan mulut serta pendidikan dasar kesehatan gigi dan mulut. Adapun materi GASAKKAN mencakup pijat laktasi untuk perawatan ibu dan bayi, pijat bayi untuk mendukung tumbuh kembang optimal, serta skrining HPV DNA untuk deteksi dini kanker serviks.

Pemateri GASAKKAN terdiri atas Dr. Bdn. Nursari Abdul Syukur, M.Keb., Bd. Ratri Restuni, S.ST., dan Rabiyatul Amiyati Noor, S.Keb. Sementara itu, materi GARASI ANAK disampaikan drg. Deasy Evriyani, M.Si., drg. Vivien Widyaningtyas, dan drg. Irma Yunita.

Keterlibatan pemateri dari bidang kebidanan dan kedokteran gigi tersebut diharapkan memperkuat pengetahuan serta keterampilan kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada ibu, anak, dan keluarga di wilayah masing-masing.


Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turut mengapresiasi kolaborasi yang memungkinkan pelatihan tetap terlaksana di tengah keterbatasan keuangan pemerintah daerah.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat berkelanjutan dan menjadi perhatian dalam perencanaan program serta penganggaran pemerintah daerah.

Saefuddin menilai program kesehatan anak dan pencegahan stunting merupakan kebutuhan prioritas yang perlu terus didorong. Karena itu, ia meminta agar usulan kegiatan tersebut diperhatikan dalam proses perencanaan, dengan mempertimbangkan kembali kegiatan yang tidak bersifat mendesak.

“Yang ini saya kira prioritas. Ini harus diusulkan oleh DP2KB,” ujarnya.

Menurut Saefuddin, kolaborasi menjadi kunci agar program kesehatan masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Pemerintah, organisasi profesi, TP PKK, Posyandu, dan masyarakat perlu bergerak bersama sesuai kapasitas masing-masing.

Ia juga mengingatkan para kader untuk terus belajar, meningkatkan pengetahuan, serta menjaga semangat pengabdian. Sebab, keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada kepedulian dan keterlibatan kader dalam mendampingi keluarga.

“Tanpa kolaborasi kita tidak bisa apa-apa. Kalau bersama-sama, kita bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.(DON/KMF-SMR || FOTO: MUHAJIR DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Sekda Samarinda Ikuti Agenda Puncak Forum Nasional Pembangunan Hukum Secara Virtual, Dorong Keselarasan Tata Kelola Regulasi Pusat dan Daerah

i
Berita Sebelumnya

Andi Harun: BPU Perguruan Tinggi Harus Dikelola Profesional dan Berorientasi pada Nilai Tambah Ekonomi

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar