32 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, mengarahkan pengembangan Dermaga Harapan Baru agar tidak sekadar menjadi fasilitas tambatan kapal, tetapi ditransformasikan menjadi kawasan terpadu yang mengintegrasikan potensi perikanan, kuliner, pariwisata sungai, dan ruang publik di tepian Sungai Mahakam.

Gagasan tersebut mengemuka dalam rapat lanjutan pemaparan konsep Detail Engineering Design (DED) Dermaga Harapan Baru yang dipimpin langsung oleh Andi Harun di Ruang Rapat Wali Kota, Lantai II Balai Kota Samarinda, Kamis siang (5/11/2026).

Rapat ini merupakan kelanjutan pembahasan konsep pengembangan kawasan yang sebelumnya telah dilaksanakan pada 16 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, konsultan memaparkan desain terbaru yang telah disesuaikan dengan sejumlah masukan dan arahan Wali Kota pada pembahasan sebelumnya.

Dalam mengevaluasi konsep tersebut, Andi Harun menekankan pentingnya perhitungan kelayakan investasi. Menurutnya, setiap pembangunan dengan nilai anggaran besar harus memiliki manfaat yang jelas, baik dari sisi pelayanan publik maupun potensi ekonomi yang dapat dihasilkan.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan tampilan desain, tetapi juga memperhitungkan biaya pembangunan, operasional, serta kemampuan kawasan dalam menghasilkan nilai ekonomi jangka panjang.

“Kalau nilai ekonomisnya bagus, masih mungkin kita bangun. Tetapi kalau secara hitungan sudah nyata bahwa investasi yang kita keluarkan cukup besar, sementara pendapatannya tidak sebanding, tentu harus kita pertimbangkan,” ujar Andi Harun.

Selain aspek investasi, Wali Kota memberikan perhatian khusus pada penataan fungsi kawasan. Menurutnya, aktivitas perikanan, bongkar muat, kuliner, pariwisata, dan ruang publik memiliki karakteristik berbeda sehingga membutuhkan pembagian zonasi yang terencana.


Ia tidak ingin aktivitas bongkar muat hasil tangkapan ikan bercampur dengan area kuliner maupun rekreasi masyarakat. Penataan yang tepat diperlukan agar aktivitas ekonomi perikanan tetap berjalan, sementara masyarakat juga dapat menikmati kawasan wisata dengan nyaman.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, Andi Harun mengarahkan pengembangan kawasan dengan identitas Harapan Baru Fishery and Waterfront Hub. Konsep ini dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi perikanan, kuliner ikan, pariwisata, serta ruang publik di tepian Mahakam yang saling terintegrasi.

“Saya ingin kawasan ini nantinya menjadi teras baru Samarinda di Samarinda Seberang. Bukan sekadar dermaga, tetapi kawasan yang memiliki daya tarik dengan mengembangkan potensi perikanan, kuliner, pariwisata sungai, dan ruang publik di tepian Mahakam. Namun, saya tekankan, seluruh fungsi itu harus ditata dengan zonasi yang jelas. Zona perikanan, restoran ikan, pariwisata, dan ruang publik harus diatur sedemikian rupa agar tidak saling berbenturan dan masing-masing dapat berjalan optimal,” jelasnya.

Untuk memperkaya daya tarik kawasan, Andi Harun juga mengemukakan gagasan pengembangan wisata susur Sungai Mahakam dengan memanfaatkan kapal tambangan yang dapat didesain menjadi kapal wisata dengan beberapa pilihan kapasitas penumpang.

Ia mencontohkan pengembangan kawasan tepian sungai di Singapura, seperti Clarke Quay, yang mampu memadukan aktivitas wisata, kuliner, dan ruang publik. Referensi tersebut menjadi salah satu inspirasi untuk mengoptimalkan potensi tepian Mahakam sebagai destinasi wisata baru di Samarinda.

Dermaga khusus untuk menaikkan dan menurunkan penumpang wisata juga menjadi bagian dari gagasan tersebut. Fasilitas ini diperlukan agar aktivitas pariwisata tidak mengganggu kegiatan perikanan maupun aktivitas kawasan lainnya.


Tidak hanya dari sisi desain dan pemanfaatan ruang, Andi Harun juga mendorong pola pengembangan yang membuka peluang keterlibatan dunia usaha. Menurutnya, pemerintah daerah tidak harus menanggung seluruh kebutuhan pembiayaan, terutama untuk fasilitas yang memiliki potensi komersial.

Pemerintah dapat memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, seperti akses, penataan kawasan, dan fasilitas dermaga. Sementara itu, restoran, pusat kuliner, serta bangunan komersial lainnya dapat ditawarkan kepada investor atau pihak swasta yang berminat untuk bekerja sama.

“Kalau memang ada peluang bisnis dan pihak yang berminat, kenapa semuanya harus menggunakan APBD? Kita bisa membuka ruang bagi pihak ketiga untuk ikut berinvestasi, terutama pada fasilitas-fasilitas komersial. Pemerintah fokus pada infrastruktur dasarnya, sementara pengembangan usaha bisa melibatkan pihak swasta,” tegas Andi Harun.

Pandangan tersebut sekaligus membuka arah pengembangan kawasan yang tidak hanya bertumpu pada pembangunan pemerintah, tetapi juga mendorong tumbuhnya aktivitas usaha, investasi, dan kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat Samarinda Seberang.

Selanjutnya, penyempurnaan konsep DED akan dikaji bersama perangkat daerah terkait, meliputi Dinas Perhubungan, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Perikanan, Dinas Perdagangan, serta Kecamatan Loa Janan Ilir. Penataan zonasi, kesiapan lahan, dan kebutuhan fasilitas juga menjadi bagian yang perlu dimatangkan sebelum memasuki tahapan pelaksanaan.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kota Samarinda, H. Muslimin; Kepala Dinas Perhubungan, Hotmarulitua Manalu; pihak konsultan pembangunan; serta jajaran pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kota Samarinda dan Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.

Melalui pengembangan Harapan Baru Fishery and Waterfront Hub, Pemkot Samarinda mengarahkan kawasan ini menjadi pusat kegiatan ekonomi dan pariwisata baru yang memanfaatkan potensi Sungai Mahakam. Tidak hanya menghadirkan wajah baru bagi Samarinda Seberang, pengembangan tersebut diharapkan dapat membuka peluang investasi, memperkuat aktivitas ekonomi berbasis perikanan, serta menghadirkan ruang publik yang produktif bagi masyarakat. (VE/RAF/ASYA/KMF-SMR|Foto. ARY/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Paparkan Dua Inovasi Unggulan Samarinda di Ajang IGA 2026, Efisiensi Anggaran Capai Rp4,94 Miliar

i
Berita Sebelumnya

Dari Jamban Sehat hingga Pekarangan Produktif, Samarinda Perkuat Pencegahan Stunting

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar