43 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, S.T., S.H., M.Si., menjadi keynote speaker dalam Forum Badan Pengelola Usaha (BPU) Se-Indonesia 2026 yang mengangkat tema “Memperkuat Sinergi dan Kolaborasi BPU untuk Mewujudkan Tata Kelola Usaha Perguruan Tinggi yang Profesional, Inovatif, dan Berkelanjutan”, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pengelola Usaha Se-Indonesia tersebut berlangsung di Gedung Theater Lantai III Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, dan dihadiri Rektor Universitas Mulawarman, akademisi dan perwakilan perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, sejumlah pejabat, serta Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).

Dalam paparannya bertajuk Beyond Campus Business: Rekonstruksi Tata Kelola Usaha Perguruan Tinggi, Andi Harun menekankan bahwa Badan Pengelola Usaha memiliki posisi strategis dalam membantu perguruan tinggi menghadapi tantangan pendanaan, modernisasi infrastruktur, persaingan global, serta tuntutan kemandirian dan akuntabilitas kelembagaan.


Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya memiliki aset, unit usaha, dan sumber pendapatan. Potensi tersebut harus dikelola secara produktif, transparan, dan berkelanjutan melalui pembenahan tata kelola serta manajemen yang profesional.

Ia menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi tantangan pengelolaan BPU, di antaranya rekrutmen manajemen yang belum sepenuhnya berbasis kompetensi bisnis, struktur usaha yang terlalu administratif, belum optimalnya produktivitas aset, serta pelaporan kinerja yang masih berfokus pada pendapatan bruto.

Selain itu, integrasi antara penelitian dan komersialisasi inovasi juga perlu diperkuat agar hasil akademik perguruan tinggi dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Andi Harun menjelaskan, pengelolaan BPU yang profesional perlu didukung pembagian peran yang jelas. Pimpinan universitas menetapkan arah dan mandat, manajemen profesional menjalankan strategi dan operasional, sedangkan fungsi pengawasan memastikan kepatuhan dan integritas.


Pengukuran keberhasilan BPU pun perlu bertransformasi. Tidak hanya berdasarkan jumlah unit usaha, total pendapatan, atau nilai aset, tetapi juga kualitas portofolio bisnis, margin dan kontribusi bersih, produktivitas aset, efisiensi operasional, serta dampak akademik, ekonomi, dan sosial.

Dalam konteks Kalimantan Timur, ia menilai perguruan tinggi memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam transformasi ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan ekosistem Ibu Kota Nusantara (IKN), penguatan industri, transisi menuju ekonomi hijau, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan hilirisasi inovasi.

“Kalimantan Timur tidak boleh hanya menjadi tempat berlangsungnya investasi. Kalimantan Timur harus menjadi salah satu pusat lahirnya pengetahuan, teknologi, industri, dan nilai tambah ekonomi nasional,” demikian salah satu pesan yang disampaikan dalam paparannya.

Ia juga memaparkan sejumlah peluang pengembangan usaha di lingkungan Universitas Mulawarman, mulai dari layanan kebutuhan mahasiswa, optimalisasi fasilitas dan aset kampus, hingga pengembangan layanan sertifikasi, laboratorium, konsultasi industri, dan penerbitan ilmiah.


Menurutnya, penguatan usaha perguruan tinggi harus memadukan fleksibilitas pengelolaan dengan tata kelola perusahaan yang baik, transparansi, pengawasan internal, serta mitigasi risiko.

Andi Harun menegaskan, perguruan tinggi tidak cukup hanya mampu menjalankan bisnis. Lebih dari itu, perguruan tinggi harus mampu mengelolanya secara profesional dan mentransformasikannya menjadi nilai ekonomi, keunggulan akademik, serta manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui forum tersebut, diharapkan sinergi dan kolaborasi antarpengelola usaha perguruan tinggi semakin kuat sehingga BPU dapat berkembang menjadi instrumen strategis untuk mendukung kemandirian, inovasi, dan keberlanjutan institusi pendidikan tinggi di Indonesia. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: CHAIDIR-DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Kolaborasi PKK, PDGI, IBI, DP2KB Latih Kader Garasi Anak dan Gasakkan, Rinda: Jangan Mati Langkah Kalau Tak Ada Anggaran

i
Berita Sebelumnya

Wawali Samarinda Dorong Santri Peduli Lingkungan Lewat Penanaman Pohon

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar