31 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pencegahan stunting tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan gizi anak. Kualitas sanitasi lingkungan, kesehatan keluarga, serta kemampuan ekonomi rumah tangga juga menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian. Berangkat dari pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Samarinda memperkuat upaya pencegahan stunting melalui intervensi nonnutrisi, mulai dari pembangunan jamban sehat hingga pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pemanfaatan pekarangan rumah.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Non Nutrisi yang dikemas dalam kegiatan Pelatihan Keterampilan Budidaya Tanaman Pekarangan di Aula Kecamatan Samarinda Seberang, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan yang dibuka Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., ini merupakan kolaborasi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda bersama DPD IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur. Mengangkat tema “Peningkatan Ekonomi Keluarga Berisiko Stunting (KRS)”, program tersebut diarahkan untuk membangun keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan produktif.

Dalam sambutannya, Saefuddin menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak serta pendekatan yang menyentuh kehidupan keluarga secara menyeluruh. Salah satunya dengan mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lingkungan tempat tinggal untuk memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi rumah tangga.


Menurutnya, pekarangan rumah yang selama ini kerap dibiarkan kosong sesungguhnya memiliki potensi besar. Meski lahannya terbatas, masyarakat tetap dapat menanam berbagai kebutuhan pangan seperti cabai, sayuran, dan tomat.

Hasil budidaya tersebut tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menekan pengeluaran rumah tangga, tetapi juga membantu keluarga menyediakan bahan pangan bergizi bagi anak-anak, bahkan membuka peluang tambahan pendapatan.

Saefuddin pun mengajak masyarakat mengubah cara pandang terhadap fungsi rumah dan pekarangan.

“Rumah yang ideal bukanlah rumah yang paling megah dindingnya, melainkan rumah yang paling subur kepedulian pangannya,” ungkap Saefuddin.

Ia berharap pekarangan rumah dapat berkembang menjadi sumber pangan keluarga yang produktif dan berkelanjutan.

“Kita ingin mengubah pekarangan rumah yang selama ini mungkin hanya sekadar kosong, menjadi lumbung hidup keluarga yang mandiri,” pesannya.

Saefuddin juga mengingatkan agar keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti sebatas pelatihan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dan ditularkan kepada masyarakat di lingkungan sekitar.


Selain pemberdayaan ekonomi melalui budidaya tanaman pekarangan, Program GENTING Non Nutrisi juga diwujudkan melalui pembangunan jamban sehat bagi keluarga berisiko stunting. Intervensi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan keluarga.

Dukungan dari DPD IPPRISIA Kalimantan Timur tercatat sebesar Rp37.755.000 yang dialokasikan untuk pembangunan jamban sehat bagi tiga keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Klinik Risa Medika turut memberikan dukungan senilai Rp8.000.000 sebagai bentuk kepedulian terhadap upaya peningkatan kualitas kesehatan keluarga.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Samarinda bersama perwakilan DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan Klinik Risa Medika kepada keluarga penerima manfaat Program GENTING Non Nutrisi.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama antara DPD IPPRISIA Kalimantan Timur dan DPPKB Kota Samarinda yang ditandatangani oleh Wakil Wali Kota Samarinda. Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan sinergi antarmitra dalam mendukung pemberdayaan keluarga dan percepatan penurunan stunting di Kota Samarinda.

Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Samarinda Deasy Evriyani dalam laporannya menjelaskan Program GENTING Non Nutrisi dilaksanakan melalui dua bentuk intervensi, yakni pembangunan jamban sehat dan pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pelatihan budidaya tanaman pekarangan.


Untuk pembangunan jamban sehat, program ini menyasar tiga keluarga penerima manfaat yang berada di Kelurahan Tenun, Kelurahan Sempaja Utara, dan Kelurahan Pasar Pagi dengan total dukungan sebesar Rp37.755.000. Pembangunan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas sanitasi sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat.

Adapun pelatihan budidaya tanaman pekarangan diikuti 42 peserta, terdiri atas 30 keluarga berisiko stunting dan 12 orang dari unsur pendamping serta kelembagaan.

Pelatihan dirancang dengan komposisi 20 persen penyampaian materi dan 80 persen praktik langsung. Peserta mendapatkan pembelajaran mengenai teknik budidaya sejumlah tanaman pangan, meliputi cabai, tomat, dan kangkung.


Pelaksanaan kegiatan turut didukung DPD IPPRISIA Kalimantan Timur serta Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang berperan dalam penyediaan instruktur dan materi pelatihan.

Agar hasilnya tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, program ini juga dirancang memiliki keberlanjutan melalui pembinaan dan pendampingan peserta selama enam bulan. Pendampingan melibatkan PKB/PLKB, TP PKK, UPPKA, serta perangkat terkait sehingga keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Kemendukbangga Provinsi Kalimantan Timur Dr. Sunarto, S.K.M., M.Adm.KP., Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur Marliana Wahyuningrum, S.E., M.M., Camat Samarinda Seberang Aditya Koesprayogi, S.STP., M.A.P., Camat Sungai Kunjang Dwi Siti Noorbayah, S.Sos., M.Si., serta para lurah dari Kelurahan Baqa, Tenun, Loa Buah, dan Teluk Lerong Ulu.


Saefuddin berharap kolaborasi dan berbagai bentuk pemberdayaan seperti ini terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak menjadi modal penting dalam membangun keluarga yang sehat dan mandiri.

“Pemerintah Kota Samarinda akan selalu berdiri membersamai langkah-langkah pemberdayaan seperti ini demi mewujudkan Samarinda sebagai kota yang maju, sejahtera, dan bebas dari stunting,” tutupnya.

Melalui Program GENTING Non Nutrisi, upaya pencegahan stunting di Samarinda diharapkan semakin menyentuh kebutuhan mendasar keluarga. Mulai dari lingkungan sanitasi yang sehat hingga pekarangan yang produktif, semuanya menjadi bagian dari langkah membangun keluarga yang lebih mandiri, meningkatkan kualitas hidup, serta mendukung tumbuh kembang generasi Samarinda yang lebih sehat. (YAS/DON/KMF-SMR | FOTO: JIR/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Arahkan Dermaga Harapan Baru Jadi Fishery and Waterfront Hub, Buka Peluang Ekonomi Baru di Samarinda Seberang

i
Berita Sebelumnya

Wawali Saefuddin Zuhri Buka Sharing Session dan Bazar UMKM, Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar