6 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Kondisi Polder Gang Indra di Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, yang dipenuhi gulma menjadi perhatian Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun. Ia turun langsung meninjau kawasan penampungan air tersebut, Selasa (13/10/2026) sore, untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan upaya pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir tetap berjalan.

Polder yang memiliki luas hampir dua hektare itu merupakan salah satu fasilitas pendukung sistem pengendalian banjir di Samarinda. Namun, pertumbuhan gulma dan kondisi polder yang mengering saat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kapasitas tampungan serta sirkulasi air.

Sebelum peninjauan wali kota, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda telah melakukan pembersihan pada pekan lalu dengan mengerahkan sekitar 30 personel untuk mengangkat gulma yang tumbuh di kawasan polder.

Andi Harun menekankan, pemeliharaan tidak cukup dilakukan sesekali. Pertumbuhan gulma berpotensi kembali terjadi sehingga diperlukan penanganan berkelanjutan, didukung tenaga kerja, anggaran, dan peralatan yang memadai.


“Pasti akan tetap ada. Karena itu, pemeliharaannya harus berkelanjutan,” ujar Andi Harun.

Ia mengakui, pemeliharaan fasilitas penampungan air membutuhkan upaya yang tidak ringan karena harus dilakukan sepanjang tahun. Selain tenaga dan anggaran, ketersediaan alat berat juga menjadi faktor penting untuk mempercepat pembersihan.

Pemkot Samarinda, lanjutnya, berencana menambah alat mekanis berupa ekskavator pada tahun depan apabila kemampuan anggaran memungkinkan.

“Rencana tahun depan, kalau dana kita cukup, kita akan menambah alat mekanis seperti ekskavator yang teman-teman lihat hari ini. Sekarang kita hanya punya satu atau dua unit, sementara kebutuhan kita masih banyak,” ungkapnya.


Andi Harun juga berharap dunia usaha dapat ikut membantu pemeliharaan fasilitas pengendalian banjir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Ia menyebut perusahaan galangan kapal, industri, pertambangan batu bara, dan pelaku usaha lainnya sebagai pihak yang berpeluang berkolaborasi dengan pemerintah, termasuk melalui dukungan alat berat.

“Harapannya, perusahaan-perusahaan di Samarinda bisa bersama-sama memberikan CSR, misalnya dalam bentuk alat berat seperti ini. Mudah-mudahan ada yang tergerak untuk membantu,” katanya.

Usai meninjau Polder Gang Indra di Jalan Pangeran Antasari, Andi Harun melanjutkan peninjauan ke saluran air di Jalan Siti Aisyah, kawasan Teluk Lerong. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung kondisi saluran drainase di lapangan dalam kaitannya dengan penanganan genangan air di Samarinda.

Dalam rangkaian peninjauan itu, Andi Harun turut menyampaikan rencana kajian teknis pemasangan pipa bawah tanah untuk mengalirkan limpasan air langsung ke Sungai Mahakam. Alternatif ini disiapkan untuk membantu mengurangi penumpukan air di kawasan Antasari setelah menerima limpasan dari Banggris, Jalan MT Haryono, dan sekitarnya.


Pipa tersebut direncanakan melintasi kawasan sekitar rumah pompa, menuju Banggris, kemudian mengalirkan air ke Mahakam. Diameter awal yang disebutkan sekitar 800 milimeter atau 80 sentimeter, dengan kebutuhan dan spesifikasi yang masih harus dihitung lebih lanjut oleh DPUPR.

Menurut Andi Harun, penggunaan pipa berpotensi menjadi alternatif yang lebih hemat dibandingkan pembangunan saluran baru menggunakan konstruksi beton. Meski demikian, perencanaan tetap membutuhkan perhitungan teknis, termasuk jalur pemasangan dan efektivitas pengaliran air.

“Kita lihat kemampuan anggaran kita. Untuk mengantisipasi tumpukan air atau genangan besar di daerah Antasari setelah menerima limpasan dari Banggris, MT Haryono, dan sekitarnya, pelan-pelan kita akan alirkan langsung ke Mahakam,” jelasnya.


Ia menegaskan, pemerintah akan mematangkan solusi teknis terlebih dahulu sebelum menentukan kebutuhan anggaran untuk rencana tersebut.

“Kita tidak bicara anggaran dulu. Kita bicara bagaimana menemukan solusi atau rencana inovasi untuk pengendalian dan pengurangan genangan air di daerah Antasari,” tegasnya.

Upaya membersihkan gulma, memperkuat sarana pemeliharaan, serta meninjau kondisi saluran air dan mengkaji alternatif pengaliran air menjadi bagian dari langkah Pemkot Samarinda dalam menjaga fungsi fasilitas pengendalian banjir. Peninjauan langsung oleh wali kota di sejumlah titik diharapkan dapat mendukung penanganan persoalan drainase dan genangan secara berkelanjutan. (DON/KMF-SMR || FOTO: JEFRICO DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pemkot Samarinda Tanamkan Integritas Sejak Dini, Sekda Turun Langsung ke Sekolah

i
Berita Sebelumnya

Kepanitiaan Galang Api Sumpah Pemuda Audiensi dengan Wawali Saefuddin Zuhri: Perkuat Kolaborasi Pemuda dan Daerah

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar