25 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun menantang Forum Generasi Berencana (GenRe) Kota Samarinda mengambil peran aktif dalam mencegah perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan. Ia meminta Forum GenRe turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi sekaligus melawan berbagai perilaku yang dapat mengganggu kesehatan mental anak.

Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat mengukuhkan pengurus Forum GenRe Kota Samarinda masa bakti 2026–2028 di Aula Gedung Sekretariat PKK Kota Samarinda, Selasa (3/11/2026).

Pengukuhan ini mencatat langkah baru dalam perjalanan organisasi GenRe. Untuk pertama kalinya, kepengurusan Forum GenRe dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota, bukan lagi melalui SK Kepala Dinas.

Andi Harun menegaskan, peningkatan status kelembagaan tersebut harus diikuti tanggung jawab dan kerja nyata. Forum GenRe tidak cukup hanya menjadi wadah berkumpulnya anak muda, tetapi harus mampu mengambil bagian dalam menghadapi persoalan yang mengancam perkembangan generasi muda, terutama kesehatan mental dan perundungan.

“Genre masuk ke sana, lawan semua bentuk yang akan menjadi pengganggu kesehatan mental anak-anak Samarinda,” tegasnya.

Menurutnya, perundungan bukan persoalan sepele yang bisa dibiarkan terjadi di lingkungan sekolah maupun pergaulan remaja. Sekolah harus menjadi ruang aman bagi seluruh peserta didik, tanpa membedakan latar belakang keluarga maupun kondisi ekonomi.

Ia bahkan memberikan peringatan keras kepada kepala sekolah agar benar-benar menjalankan tanggung jawab dalam mencegah perundungan.

“Kalau ia tidak mampu mencegah perundungan terjadi di sekolahnya, kita harus segera ganti,” ujarnya.

Karena itu, Forum GenRe diharapkan dapat memperkuat edukasi kepada pelajar melalui pendekatan teman sebaya. Para remaja perlu dibangun kesadarannya agar tidak melakukan, membiarkan, maupun menjadi bagian dari perilaku perundungan.

Selain itu, Andi Harun menekankan pentingnya penguatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) sebagai ruang edukasi, konsultasi, dan berbagi informasi bagi remaja di sekolah, kampus, maupun komunitas.


Ia juga menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, serta berbagai tantangan pergaulan remaja yang membutuhkan perhatian bersama. Edukasi dan pendampingan dinilai penting agar generasi muda memiliki pemahaman serta bekal yang tepat dalam menentukan masa depannya.

Di luar persoalan perundungan, Andi Harun juga menginisiasi pembentukan Forum GenRe di 59 kelurahan se-Kota Samarinda. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi agar tidak hanya bergerak di tingkat kota, tetapi juga hadir hingga lingkungan masyarakat.

Ia berharap para camat dan lurah ikut mendukung serta memfasilitasi pembentukan forum tersebut. Dengan demikian, semakin banyak remaja memiliki ruang untuk berorganisasi, mengembangkan potensi, dan terlibat dalam kegiatan positif di wilayah masing-masing.

Andi Harun mengingatkan agar Forum GenRe tidak hanya aktif saat pengukuhan, rapat, atau jambore. Organisasi ini harus dibangun sebagai wadah yang menghasilkan manfaat dan perubahan nyata.

Ia ingin Forum GenRe menjadi organisasi berbasis dampak atau impact-based organization. Keberhasilannya tidak semata diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari kontribusi yang benar-benar dirasakan oleh remaja dan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Samarinda, Deasy Evriyani, menjelaskan peningkatan status legalitas organisasi melalui SK Wali Kota akan memperluas ruang gerak Forum GenRe dalam membangun kolaborasi lintas sektor dan memperkuat efektivitas program kerja.

Forum GenRe yang beranggotakan remaja usia 10 hingga 24 tahun diharapkan mampu menjalankan program secara lebih efektif dan terarah.

Deasy menegaskan, para Duta GenRe juga harus memiliki target kinerja yang terukur, mulai dari jumlah sosialisasi, kegiatan konseling sebaya, hingga frekuensi advokasi yang dilakukan.

Dengan target tersebut, keberadaan Duta GenRe tidak hanya menjadi simbol atau representasi dalam sebuah ajang, tetapi benar-benar menjadi penggerak pengaruh positif di tengah masyarakat.

“Duta GenRe harus bisa membuktikan bahwa mereka mampu memberi influence dan pengaruh baik yang terukur dan terencana. Kita juga merencanakan pelaksanaan sarasehan pemuda dan remaja se-Kota Samarinda agar seluruh komunitas duta perangkat daerah dapat menyatukan gerak langkah bersama untuk mengeroyok berbagai masalah sosial secara kolektif,” ungkapnya.

Deasy menambahkan, pembinaan di tingkat akar rumput terus dioptimalkan melalui keberadaan PIK-R di sekolah, kampus, dan komunitas. Jaringan tersebut dikoordinasikan oleh para Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) di setiap kecamatan.

Sementara itu, Ketua Forum GenRe Samarinda periode 2026-2028, Delfi Maharada Fatekoly, menyampaikan bahwa kepengurusan baru membawa amanah dari 33 pengurus untuk memperkuat kontribusi organisasi bagi remaja. Sejumlah program telah disiapkan dan dijalankan, di antaranya Duta GenRe Samarinda 2026, GenRe Go to School, serta pembinaan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di sekolah-sekolah. Forum GenRe juga mengembangkan edukasi sebaya melalui Workshop “Tentang Kita”, yang membahas pengenalan diri, kesehatan reproduksi, pengelolaan emosi, dan persiapan masa depan.

Delfi menyebutkan, upaya pembinaan tersebut turut membuahkan prestasi. Tahun ini, kader GenRe Samarinda meraih Juara 1 dan 2 pada ADUJAKPROV, Juara 2 Putri dan Juara 3 Putra Duta GenRe tingkat Provinsi, serta masuk Top 10 Duta GenRe tingkat Nasional. Ia berharap dukungan pemerintah terus diperkuat agar program pembinaan remaja dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak lebih luas.

Di sisi lain, Andi Harun turut menyampaikan dukungan terhadap kebutuhan organisasi, termasuk rencana pengadaan seragam dan pembenahan fasilitas Forum GenRe.

Melalui penguatan kelembagaan, perluasan forum hingga 59 kelurahan, serta program edukasi yang terukur, Forum GenRe diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mempersiapkan generasi muda Samarinda menghadapi tantangan masa depan dan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Tampak hadir pula Bunda Genre Samarinda Hj Rinda Wahyuni, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Riska Wahyuningsih, Plt kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Eko Suprayetno, kepala Disporapar Muslimin.(DON/KMF-SMR || FOTO: TOMMY PUBDOK)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pemkot Samarinda Matangkan Strategi Pembiayaan JKN 2027, Sekda Tekankan Keberlanjutan Layanan Kesehatan Warga

i
Berita Sebelumnya

Wujudkan Kelestarian Alam Lewat Olahraga, Pemkot Samarinda Dukung Penyelenggaraan Earth Run 2026

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar