5 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS- Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri menyambut positif audiensi Komunitas Jelantah Heroes Kaltim yang membahas pengelolaan limbah minyak jelantah sekaligus penguatan kolaborasi dalam menjaga lingkungan Kota Samarinda.

Audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Lantai III, Senin (10/8/2026), tersebut dihadiri unsur Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bagian Kerja Sama, Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP), serta rombongan Jelantah Heroes Kaltim yang dipimpin pembina komunitas, Adi Bukman.

Dalam pertemuan tersebut, Wawali menilai gerakan pengelolaan minyak jelantah perlu terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan melibatkan DLH dan Dinas Pendidikan. Menurutnya, edukasi sejak lingkungan sekolah menjadi bagian penting untuk membangun kebiasaan dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Silakan berkolaborasi dengan DLH dan nanti Dinas Pendidikan juga diikutkan. Ini ranahnya kalau di pendidikan adalah Dinas Pendidikan,” ujar Saefuddin.

Ia juga mendorong agar rencana kolaborasi tersebut segera ditindaklanjuti sehingga berbagai agenda lingkungan yang telah disiapkan dapat berjalan optimal. Wawali berharap gerakan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan berkesinambungan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Semoga niat kita bisa bermanfaat dan hidup kita juga bisa bermanfaat bagi banyak orang. Semoga ini berkesinambungan terus,” katanya.


Sementara itu, Pembina Komunitas Jelantah Heroes Kaltim, Adi Bukman, menjelaskan audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kolaborasi untuk menyukseskan sejumlah agenda lingkungan, termasuk World Cleanup Day yang dijadwalkan pada 20 September 2026.

Jelantah Heroes juga menyiapkan kegiatan penanaman pada 26 Agustus 2026 serta aksi bersih-bersih dan pungut sampah di aliran sungai pada 20 September. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendukung upaya memuliakan Sungai Karang Mumus sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan lingkungan.

“Kami ingin membangun kolaborasi ke berbagai pihak. Tujuan utamanya bukan siapa yang melaksanakan, tetapi bagaimana Samarinda ini menjadi lebih baik,” jelas Adi.

Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga berkaitan erat dengan upaya mencegah pencemaran dan penyumbatan saluran air. Jelantah yang dibuang sembarangan dapat mengendap dan membentuk fatberg yang berpotensi menyumbat saluran drainase.

Karena itu, Jelantah Heroes memberikan perhatian besar pada edukasi di sekolah. Saat ini komunitas tersebut telah bermitra dengan enam sekolah di Samarinda, yakni SD 010 Samarinda Kota, SMPN 38, SMPN 34, SMPN 9, SMPN 46, dan MA Darul Ihsan. Komunitas juga menjalin kegiatan di SMA Negeri 1 Sangatta.

Kegiatan edukasi tersebut sekaligus mendorong siswa melihat bahwa limbah dapat memiliki nilai manfaat dan ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Hal itu turut dirasakan SMPN 34 Samarinda. Perwakilan sekolah, Yuli, menyampaikan bahwa setiap kelas mengumpulkan minyak jelantah yang kemudian dihargai sekitar Rp5.000 hingga Rp6.000 per liter. Hasilnya menjadi kas kelas yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kegiatan siswa.


“Bukan hanya mereka tahu tentang pentingnya jelantah, tapi mereka juga bisa mendapatkan manfaat secara langsung per kelasnya masing-masing,” ujarnya.

Kepala SMPN 46 Samarinda, Siti Halimah, juga menyampaikan komitmen sekolahnya dalam membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan. Sekolah tersebut mengembangkan jargon SENTOSA, yakni Sekolah Tanpa Tong dan Sampah, sebagai bagian dari pembiasaan perilaku bersih.

Di sisi lain, DLH Samarinda mengungkapkan bahwa Pemkot Samarinda sebelumnya telah memiliki program Jelantah Membangun Samarinda (Jeng Rinda) yang ditetapkan melalui SK Wali Kota pada 2021. Program tersebut diarahkan untuk mengumpulkan minyak jelantah dari lingkungan ASN dan non-ASN untuk mendukung pembiayaan pengembangan sekolah Adiwiyata.

DLH mencatat, hingga Juni 2022, program tersebut telah mengumpulkan sekitar 4.732 kilogram minyak jelantah. Namun, pengumpulan melalui OPD dan kecamatan kemudian mengalami kendala karena masyarakat semakin mengetahui nilai ekonomi minyak jelantah dan memilih menjualnya secara mandiri.

Pertemuan dengan Jelantah Heroes menjadi momentum untuk kembali memperkuat sinergi pengelolaan jelantah sekaligus memperluas edukasi lingkungan kepada sekolah dan masyarakat.

Dengan dukungan pemerintah daerah, komunitas berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi gerakan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, sekolah, komunitas, dunia usaha, relawan, serta masyarakat untuk menjaga lingkungan Samarinda. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: CRIS-DOKPIM)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun: Transformasi Digital Harus Perkuat Pelayanan dan Tata Kelola Pemerintahan

i
Berita Sebelumnya

Inflasi Samarinda 3,77 Persen, Wawali Saefuddin Zuhri Perkuat Langkah Pengendalian

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar