3 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka ruang dialog bagi para driver Maxim yang tergabung dalam Garda Maxim Samarinda untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi sebagai mitra pengemudi.

Aspirasi tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Selasa (22/9/2026) siang. Pemkot Samarinda menyambut baik pertemuan tersebut sebagai bagian dari upaya menampung aspirasi masyarakat, khususnya para pengemudi transportasi berbasis aplikasi.

Pertemuan turut dihadiri Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda, unsur perangkat daerah terkait, aparat kepolisian, serta pihak aplikator Maxim. Forum ini menjadi ruang dialog untuk mempertemukan aspirasi para driver dengan penjelasan dari pihak aplikator dan pemerintah.

Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu, S.Si.T, M.Sc bersama jajaran menerima langsung penyampaian aspirasi tersebut. Pemkot Samarinda membuka ruang komunikasi agar berbagai persoalan yang disampaikan dapat didengar, dibahas, dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Ketua Garda Maxim Samarinda, Abdul Patah mengatakan sejumlah persoalan telah berulang kali disampaikan kepada pihak Maxim. Bahkan, para driver sebelumnya telah menyampaikan aspirasi melalui aksi unjuk rasa pada 14 September 2026 lalu.

“Berbagai keluhan sudah kami sampaikan berulang kali, termasuk aksi penyampaian aspirasi pada 14 September 2026. Namun sampai saat ini belum ada penyelesaian yang nyata dan memuaskan,” ujar Abdul.

Salah satu persoalan yang disoroti adalah pembukaan pendaftaran pengemudi baru yang dinilai berlangsung tanpa mempertimbangkan keseimbangan antara jumlah mitra dan ketersediaan pesanan. Menurut Garda Maxim, kondisi tersebut membuat persaingan antarmitra semakin ketat dan berdampak pada penurunan pendapatan. Mereka menilai pendapatan yang diperoleh sebagian driver tidak lagi sebanding dengan biaya operasional maupun kebutuhan hidup.


Karena itu, para driver meminta adanya pembatasan hingga penghentian sementara pendaftaran mitra pengemudi baru sampai terjadi keseimbangan antara jumlah pengemudi dan ketersediaan order.

Persoalan lain yang disampaikan berkaitan dengan sistem radius dalam memperoleh pesanan. Para driver menilai radius yang terlalu sempit mendorong penumpukan pengemudi di sejumlah titik keramaian. Kondisi tersebut, menurut mereka, juga berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas dan membuka peluang penggunaan aplikasi pengubah lokasi secara tidak semestinya.

Garda Maxim meminta sistem pembagian pesanan ditata kembali agar jangkauannya lebih wajar, adil, dan memberikan kesempatan yang lebih merata kepada seluruh mitra.

Mereka juga mempersoalkan sistem penilaian mitra yang dinilai kurang transparan. Perubahan nilai penilaian disebut dapat berdampak terhadap kesempatan driver memperoleh pesanan. Para driver meminta sistem penilaian dibuat lebih jelas, terbuka, mudah dipahami, serta tidak menimbulkan kerugian sepihak bagi mitra.

Selain persoalan sistem, Garda Maxim turut mempersoalkan adanya biaya tambahan, termasuk biaya layanan atau platform fee serta pembebanan PPN kepada mitra pengemudi. Mereka menilai pungutan tersebut membebani pendapatan driver dan meminta pihak aplikator memberikan kejelasan mengenai dasar dan mekanisme pembebanannya.

Garda Maxim juga menyoroti keberadaan Program Turbo. Mereka menilai program tersebut menciptakan perbedaan kesempatan memperoleh order antarmitra dan berdampak terhadap driver yang tidak mengikuti program tersebut. Para driver meminta Program Turbo dihentikan serta menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem yang dinilai memengaruhi pemerataan kesempatan mendapatkan pesanan.

Menanggapi aspirasi tersebut, perwakilan Maxim Samarinda menjelaskan bahwa Program Turbo merupakan program pilihan atau opsional bagi mitra pengemudi roda dua. Program tersebut tidak bersifat wajib dan ditujukan bagi mitra yang secara mandiri ingin meningkatkan daya saing serta peluang memperoleh order.

Secara teknis, pihak Maxim menjelaskan fitur Turbo dirancang untuk mengoptimalkan posisi dan daya saing akun driver di lokasi dengan potensi permintaan pesanan tinggi, terutama pada waktu tertentu ketika aktivitas pemesanan meningkat. Maxim menyebut program tersebut merupakan bagian dari inovasi layanan perusahaan dalam menjaga daya saing sekaligus keberlanjutan ekosistem kemitraan.


“Kami sangat memahami dinamika dan berbagai pandangan yang muncul di lapangan. Oleh karena itu, manajemen senantiasa terbuka untuk membuka forum dialog dan komunikasi dua arah guna mencari solusi bersama serta mendengar langsung setiap masukan dari mitra driver,” ujar perwakilan Kantor Maxim Samarinda.

Maxim juga menyatakan akan terus melakukan peninjauan dan evaluasi terhadap program tersebut, baik dari sisi efektivitas sistem maupun dampaknya di lapangan.

“Seiring berjalannya program ini, kami juga berkomitmen untuk terus melakukan peninjauan dan evaluasi secara berkala agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat yang adil, seimbang, dan optimal bagi seluruh mitra,” lanjutnya.

Selain Kepala Dishub Kota Samarinda Hotmarulitua Manalu, S.Si.T., M.Sc dan jajaran, audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi Diskominfo Kota Samarinda Dhanny Rakhmadi, S.H, Kepala Bidang Trantibum Satpol PP Samarinda Beny Hendrawan, S.E, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda Iptu Ismail Marzuki, S.Sos., MH, perwakilan Dishub Provinsi Kaltim, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Melalui audiensi tersebut, Pemkot Samarinda menegaskan pentingnya ruang dialog antara pemerintah, aplikator, dan para mitra pengemudi. Aspirasi yang disampaikan menjadi bahan pembahasan untuk melihat persoalan secara lebih utuh sekaligus mendorong penyelesaian sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

Bagi Pemkot Samarinda, keterbukaan terhadap aspirasi menjadi bagian penting dalam membangun layanan transportasi berbasis aplikasi yang tertib, berkeadilan, dan tetap memperhatikan keberlangsungan para pengemudi sebagai bagian dari ekosistem transportasi perkotaan. (HER/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Tanpa Sekat, Andi Harun Siap Hadir Bersama Jemaat GBI

i
Berita Sebelumnya

Andi Harun Lantik Pengurus Kwarcab Gerakan Pramuka Samarinda Masa Bakti 2026–2031

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar