10 Kali

SAMARINDA. KIMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memperkuat sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam mendukung percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TB) dan HIV. Kolaborasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, memperluas deteksi dini, serta memastikan penderita mendapatkan pengobatan secara tepat dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Sinergitas OPD Penanggulangan TB-HIV yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda di Kantor Dinkes, Rabu (22/7/2026) siang. Rapat dipimpin Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), dr. Nata Suswanto, dan dihadiri perwakilan OPD di lingkungan Pemkot Samarinda.

Pertemuan ini merupakan tindak lanjut rapat koordinasi sebelumnya yang dilaksanakan di Hotel Fugo Samarinda. Fokus utama pembahasan adalah memperkuat peran setiap perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya dalam mendukung pengendalian TB dan HIV secara terpadu.

Dalam paparannya, dr. Nata Suswanto menyampaikan bahwa jumlah kasus TB dan HIV yang tercatat di Kota Samarinda masih cukup tinggi. Namun kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan peningkatan penyebaran penyakit, melainkan dipengaruhi semakin luasnya cakupan skrining dan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan Dinkes bersama jejaring pelayanan kesehatan.


Ia mengakui, stigma masih menjadi tantangan besar dalam penanggulangan TB dan HIV. Sebagian masyarakat masih enggan memeriksakan diri karena menganggap penyakit tersebut sebagai aib. Padahal, deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

"TB dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara tuntas. Demikian pula HIV dapat dikendalikan melalui terapi yang berkesinambungan. Karena itu, masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri," ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa TB merupakan penyakit yang mudah menular. Oleh sebab itu, pemeriksaan terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan pasien, baik di lingkungan keluarga maupun tempat kerja, menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan.

Melalui forum tersebut, seluruh OPD diajak memperkuat kolaborasi dalam membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi dan komunikasi publik yang berkelanjutan. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan percepatan penanggulangan TB-HIV di Kota Samarinda.


Dalam rapat itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Samarinda mendapat peran strategis untuk mengoptimalkan penyebarluasan informasi melalui berbagai kanal komunikasi pemerintah. Upaya tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, mengurangi stigma terhadap penderita, serta mendorong masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan dan pengobatan yang tersedia.

Selain itu, Diskominfo juga didorong menyiapkan dukungan program komunikasi publik dalam perencanaan kegiatan Tahun Anggaran 2027 sebagai bagian dari komitmen bersama membangun Samarinda yang lebih sehat, inklusif, dan bebas stigma terhadap TB maupun HIV.

Melalui kolaborasi yang kuat antarperangkat daerah, Pemkot Samarinda optimistis upaya penanggulangan TB-HIV akan semakin efektif. Sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kota Samarinda yang sehat, tangguh, dan berdaya saing. (HER/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Pemkot Samarinda Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

i
Berita Sebelumnya

Standar Pelayanan Kominfo Samarinda Permudah Akses Layanan Publik yang Transparan dan Terukur

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar