338 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS - Menyikapi euforia dan penerjemahan warga terhadap pengumuman Presiden RI Joko Widodo atas kebijakan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada 30 Desember 2022 lalu, Sekretaris Daerah (Sekda) kota Samarinda H Hero Mardanus Satyawan meminta kepada para camat dan tim Satgas Covid-19 untuk turun melakukan sosialisasi di pusat-pusat keramaian, perbelanjaan dan lingkungan warga.

Hal ini disampaikan Hero saat memimpin Rapat Terbatas Covid-19 menyikapi kebijakan pencabutan PPKM di ruang rapat Sekda di Balaikota Samarinda, Jumat (6/1/2022).

“Pencabutan PPKM ini bukan berarti Covid-19 telah berakhir. Yang bisa menyatakan ini adalah WHO. Oleh karena itu, perlunya dilakukan sosialisasi langsung ke masyarakat. Camat-camat bersama tim Satgas Covid-19 harus turun setelah rapat ini langsung action,” pinta Hero.

Hero mengatakan ini penting dilakukan agar tidak terjadi kasus seperti di Shanghai China di kota Samarinda.

“Jangan lengah dan tetap protokol kesehatan. Tolong dipantau juga penerapan protokol kesehatan di pusat-pusat keramaian diantaranya di mal-mal. Aplikasi peduli lindungi di mal tetap jalan dan penggunaan masker juga terus dipantau termasuk di ruangan tertutup,” pesan Hero lagi.

Sementara kepala Pelaksana BPBD Kota Samarinda Suwarso menjelaskan sesuai Instruksi Mendagri No 53 tahun 2022 tentang Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 pada masa transisi menuju endemi yang ditetapkan 30 Desember 2022 lalu bahwa ada beberapa point penting, diantaranya dalam rangka mengendalikan penyebaran COVID-19 diperlukan strategi proaktif, persuasif, terfokus dan terkoordinir.


“Juga perlu mengambil langkah-langkah dalam hal penerapan protokol kesehatan agar masyarakat tetap menggunakan masker, hand sanitizer,  waspadak risiko penularan Covid-19 masih bisa terjadi dan implementasi penggunaan aplikasi peduli lindungi untuk memasuki/menggunakan fasilitas publik,” terang Suwarso.

Kemudian lanjutnya dalam hal surveilans agar masyarakat melakukan pemeriksaan mandiri terhadap yang bergejala dan melakukan testing jika terjadi kontak erat dari kasus terkonfirmasi. 

“Vaksinasi pun harus terus dijalankan, baik yang dosis primer maupun dosis lanjutan atau boster,” tegas Suwarso lagi.

Sedangkan dr Dian dari Dinas Kesehatan kota Samarinda menyampaikan telah menyiapkan laboratorium dan pelatihan tenaga kesehatan untuk menyiapkan deteksi awal.

“Bahkan ketersediaan vaksin saat ini sudah ada karena beberapa waktu ini sempat kosong sebab tergantung dari propinsi. Sekarang sudah terdistribusi di puskesmas-puskesmas,” terangnya.

Selain menyiapkan instruksi wali kota dan edaran, untuk efektifnya sosialisasi akan memanfaatkan berbagai media, mulai media cetak, media sosial hingga spanduk-spanduk agar masa transisi menuju endemi ini tidak tenoda lonjakan kasus.(DON/KMF-SMR)

Dibuka Wali Kota Andi Harun, 156 Peserta Se-Kaltim Ikuti UKT dan Kukkiwon

Berita Sebelumnya

Jumpa Habib Jafar Al Qodri, Andi Harun Berdialog Pakai Bahasa Arab

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar