SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., membuka kegiatan Pelatihan Short Course Public Speaking bagi Kader Pendamping Keluarga di Ballroom Aratula, Lantai 4 Gedung Bapperida Kota Samarinda, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, M.Si., serta Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Samarinda, Hj. Yuyum Puspitaningrum, A.P., M.H.
Dalam sambutannya, Saefuddin Zuhri menekankan bahwa kemampuan berkomunikasi merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh kader pendamping keluarga. Menurutnya, public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di hadapan banyak orang, melainkan juga keterampilan menyampaikan pesan secara baik, santun, dan mudah diterima masyarakat.

Ia menjelaskan, kader pendamping keluarga memiliki peran penting dalam memberikan edukasi, arahan, serta masukan kepada masyarakat. Oleh karena itu, cara menyampaikan pesan perlu diperhatikan agar niat baik dalam memberikan saran tidak justru menyinggung perasaan atau menimbulkan kesalahpahaman.
Ia juga mengingatkan agar setiap masukan disampaikan dengan bahasa yang santun dan terstruktur. Bahkan, mengawali pembicaraan dengan ungkapan permohonan maaf dapat menjadi salah satu cara untuk membangun komunikasi yang lebih nyaman.
"Jangan sampai niat baik kita memberikan masukan justru menimbulkan kemarahan atau pertengkaran. Karena itu, gunakan bahasa yang baik, santun, dan enak didengar agar orang lain dapat menerima apa yang kita sampaikan," tuturnya.

Saefuddin juga mengingatkan pentingnya keterbukaan dalam menerima kritik, saran, dan masukan. Ia berharap para peserta dapat memanfaatkan pelatihan tersebut sebagai kesempatan untuk menambah ilmu dan pengalaman yang dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Melalui pelatihan ini, para kader pendamping keluarga diharapkan semakin percaya diri berbicara di depan umum, mampu membangun komunikasi yang persuasif, serta memiliki kepekaan dalam memahami karakter masyarakat yang didampingi.
Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kader diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan informasi, tetapi juga membangun kedekatan dan kepercayaan dengan keluarga dampingan. Sebab, keberhasilan pendampingan tidak hanya ditentukan oleh pesan yang disampaikan, tetapi juga oleh bagaimana pesan tersebut diterima dan dipahami masyarakat. (YAS/ASYA/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar