SAMARINDA.KOMINFONEWS-Konsul Jenderal Australia untuk Makassar, Todd Dias, kembali menyambangi Balai Kota Samarinda, Rabu (28/7) siang. Namun kunjungan kali ini berbeda dari biasanya. Selain bersilaturahmi dengan Wali Kota Samarinda Dr H Andi Harun, Todd Dias sekaligus berpamitan lantaran masa tugasnya di Indonesia akan berakhir pekan depan.
“Pak Wali, ini minggu terakhir saya di Indonesia. Minggu depan saya harus kembali ke Australia, tepatnya ke Canberra, untuk bertugas di kementerian,” ungkap Todd Dias yang datang bersama dua koleganya.
Pertemuan yang difasilitasi oleh Bagian Kerja Sama Sekretariat Daerah Kota Samarinda ini menjadi momen untuk mempererat hubungan bilateral.
Dalam pertemuan hangat tersebut, Wali Kota didampingi oleh Sekretaris Daerah, Neneng Chamelia Shanti ST MSi , serta unsur pimpinan di lingkungan Pemkot Samarinda.
Sebenarnya, kunjungan terakhir Todd Dias ke Balai Kota baru terjadi April lalu. Saat itu ia membahas potensi investasi di Samarinda, termasuk soal pengembangan sumber daya manusia.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota. Setiap kali kami datang ke Samarinda, selalu diterima dengan baik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Todd Dias juga menyampaikan permintaan maaf terkait batalnya investor asal Australia yang sebelumnya digadang-gadang masuk dalam proyek pengembangan RSUD I A Moeis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
“Sebenarnya ini miskomunikasi antara investor dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) selaku badan pembiayaan yang ditugaskan Kementerian Keuangan, bukan dengan Pemkot. Tapi ini bukan berarti menutup peluang kerja sama. Saya berharap peluang investasi dan kerja sama antara Australia dengan Pemkot Samarinda masih terbuka lebar,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Andi Harun menyambut hangat kedatangan Todd Dias. Ia menilai, selama bertugas, Todd Dias tergolong sosok yang sukses dan aktif membangun komunikasi dengan kabupaten kota di Indonesia Timur.
“Saya berharap penggantinya nanti sama aktifnya dengan Todd Dias. Saya akui, hebatnya Konsul Jenderal Australia ini berkantor di Makassar, tapi jangkauan komunikasinya luas,” tuturnya.
Wali Kota mengatakan hubungan Indonesia dan Australia mempunyai sejarah panjang, oleh itu, ia optimistis pergantian kepemimpinan ini justru makin menguatkan kolaborasi ke dalam bentuk yang lebih nyata dan konkret.

Khususnya di sektor pendidikan, Wali Kota melihat potensi 10 hingga 20 mahasiswa asal Samarinda untuk menempuh studi di Australia setiap tahunnya, Pemkot Samarinda berencana meresmikan kerja sama khusus (agreement) dengan pemerintah provinsi di Australia. Kerja sama ini ditujukan untuk membuka peluang beasiswa dan skema pembiayaan dari pemerintah, mulai dari jenjang perguruan tinggi hingga lulus.
“Apalagi Mr Todd Dias sudah di tempat kerja barunya di kementerian. Harusnya bisa kerja sama di berbagai bidang,” pintanya.
Wali Kota juga menyinggung pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI). Di satu sisi, ia menyadari adanya kekhawatiran terkait ketergantungan pada AI jika tidak disikapi secara bijak.
Namun di sisi lain, Pemkot Samarinda ingin memanfaatkan AI secara positif, khususnya untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan (governance). Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkot Samarinda siap mengirimkan para ASN Pemkot untuk belajar di perguruan tinggi terbaik di Australia.
“Nanti biayanya ditanggung Pemkot. Yang penting warga kota bisa kuliah di sana. Kalau bisa, di bidang pengembangan AI, itu lebih bagus lagi,” pungkasnya. (FER/LALA/KMF.SMR|FOTO.TOM-DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar