SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan sosial yang tepat sasaran, sekaligus mendorong masyarakat penerima bantuan agar semakin mandiri secara ekonomi.
Pesan itu disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM saat menghadiri penyerahan Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) secara simbolis di Ruang Serbaguna Lantai VI Bankaltimtara Cabang Utama Samarinda, Jalan Awang Long, Minggu (27/9/2026).
Saefuddin menegaskan, bantuan sosial bukan sekadar rutinitas program pemerintah maupun pemenuhan kewajiban administratif. Lebih dari itu, bantuan merupakan wujud kehadiran negara untuk melindungi, mendampingi, dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
“Penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai hari ini bukan sekadar rutinitas program atau pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah wujud nyata dari kehadiran pemerintah untuk warga Kota Samarinda,” ujarnya.

Menurut Saefuddin, penyaluran bantuan harus memenuhi prinsip tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, dan akuntabel. Karena itu, mekanisme non tunai dinilai penting untuk memperkuat transparansi sekaligus memberikan kemudahan dan kepastian bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sistem tersebut lanjut dia, memungkinkan bantuan disalurkan berdasarkan data penerima yang telah ditetapkan. Dengan mekanisme yang terukur, potensi kesalahan penyaluran dapat ditekan, sehingga manfaat program benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Saefuddin juga mengingatkan KPM agar menggunakan bantuan secara bijak dan memprioritaskannya untuk kebutuhan dasar keluarga, seperti pangan, pendidikan, dan kesehatan. “Bantuan ini harus digunakan untuk kepentingan keluarga. Jangan dialihkan untuk kebutuhan yang tidak berkaitan dengan kebutuhan pokok,” tegasnya.
Namun, bagi Pemkot Samarinda, perlindungan sosial tidak berhenti pada pemberian bantuan. Saefuddin berharap bantuan menjadi pijakan bagi keluarga penerima untuk memperkuat ketahanan ekonomi hingga mampu berdiri secara mandiri. Ia mengajak masyarakat yang masih memiliki kesehatan dan kemampuan untuk bekerja agar tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Jangan hanya terus menunggu, tapi dengan gawi (kerja, Red). Kalau ada kesehatan, ada kemampuan, bisa bangkit, bisa bekerja,” pesannya.
Saefuddin menilai keberhasilan program bantuan sosial tidak semata-mata diukur dari keberlanjutan penyaluran bantuan. Lebih jauh, keberhasilan itu tercermin ketika keluarga penerima mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan secara bertahap keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.
Untuk memastikan program berjalan efektif, ia juga menekankan pentingnya pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Jajaran perangkat daerah diminta tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi aktif turun, mendengar, dan memahami kondisi warga. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan perbankan, menjadi bagian penting dalam memastikan program perlindungan sosial berjalan transparan dan tepat sasaran.

“Tripartit inilah, kebersamaan ini, yakni menjalin komunikasi dengan baik, dan akhirnya masyarakat tahu kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan,” katanya.
Saefuddin juga meminta masyarakat menyampaikan setiap persoalan dalam penyaluran bantuan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia. Ia mengingatkan agar persoalan tidak langsung disebarluaskan melalui media sosial sebelum memperoleh penjelasan dari pihak terkait.
Pemkot Samarinda, ditegaskannya, terbuka terhadap pengaduan apabila ditemukan penerima yang tidak sesuai maupun persoalan lain dalam proses penyaluran. Penyelesaian melalui komunikasi dan mekanisme resmi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan setiap persoalan mendapat penanganan.

Penyaluran BSNT tersebut sekaligus memperkuat sinergi Pemkot Samarinda dengan Bankaltimtara dalam menghadirkan pelayanan sosial yang lebih mudah, transparan dan akuntabel. Pemkot Samarinda berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat, agar perlindungan sosial tidak hanya meringankan beban masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi pijakan untuk membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Turut hadir Plt Asisten I Pemkot Samarinda Eko Suprayetno, S.Sos, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda Mochammad Arif Surochman, S.STP, MH, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda Dr. Aji Syarif Hidayatullah, M.Psi, Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) H. Syaparudin, S.Sos, para camat se-Kota Samarinda, serta jajaran pimpinan Bankaltimtara. (MAF/HER/KMF-SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar