SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Kota Samarinda.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri pelantikan pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Samarinda periode 2025–2026 di Aratula Ballroom, Gedung B Lantai IV Bapperida Kota Samarinda, Jumat (13/02/2026) pagi.
Dalam sambutannya, Wawali menyampaikan bahwa sinergi antara mahasiswa dan pemerintah tidak boleh berhenti pada seremoni atau apresiasi semata, tetapi harus diwujudkan melalui kolaborasi yang konkret, termasuk keberanian memberikan kritik yang membangun.
“Bersinergi bukan hanya yang manis-manis saja, tetapi juga bagaimana kita bersama-sama memperbaiki hal-hal yang masih perlu disempurnakan dalam pembangunan Kota Samarinda,” ujarnya.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi secara persuasif dan beretika. Demonstrasi sebagai bagian dari dinamika demokrasi tetap dihargai, namun pendekatan dialogis dan komunikasi yang baik menjadi prioritas dalam membangun kerja sama.
Ia juga mengajak IMM untuk turut berperan dalam mengedukasi masyarakat, termasuk dalam persoalan kebersihan kota. Perubahan pola pikir masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kota yang bersih dan nyaman.
“Kita ingin kebersamaan ini benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata. Mahasiswa bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Wawali mengingatkan pentingnya menjaga etika, adab, dan sopan santun dalam berorganisasi maupun saat menyampaikan aspirasi. Sikap santun terhadap senior, dosen, dan sesama dinilai sebagai fondasi karakter kader yang kuat dan berintegritas.
Ia berharap IMM dapat menjadi pusat kebermanfaatan sosial yang berkelanjutan serta motor penggerak perubahan di Kota Samarinda. Dengan kesiapan kader muda yang intelektual dan berakhlak, kolaborasi mahasiswa dan pemerintah diyakini dapat mempercepat terwujudnya Samarinda yang maju, berkeadaban, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua IMM terpilih, Muhammad Alif Baiquni, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat dakwah intelektual di tengah dinamika pembangunan Kota Samarinda dan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dakwah intelektual dimaknai sebagai upaya menghadirkan kemaslahatan nyata melalui pendekatan ideologis, teologis, humanis, dan inklusif, dengan kehadiran aktif di tengah berbagai persoalan sosial.

IMM menetapkan tiga fokus utama, yakni penguatan ketakwaan dan intelektualitas kader, regenerasi kepemimpinan yang berkelanjutan, serta komitmen berperan dalam pembangunan sebagai mitra kritis pemerintah guna mewujudkan cita-cita baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Gerakan dakwah ditegaskan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi kepengurusan baru IMM Kota Samarinda untuk menjalankan amanah organisasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, semangat khairu ummah, serta komitmen kader ulama, kader umat, dan kader persyarikatan. (ER/MAF/DON/KMF-SMR | FOTO: TOM/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar