15 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Komitmen Kota Samarinda membangun kota sehat yang aman, inklusif, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak mendapat pengakuan di tingkat internasional. Hari ini, Selasa (1/9/2026), Kota Samarinda meraih WHO Healthy City Award, penghargaan tingkat dunia atas upaya mencegah kekerasan dan mendorong kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma, dan ruang perkotaan.

Penghargaan tersebut diterima Ketua Forum Kota Sehat (Forkots) Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun, yang mewakili Kota Samarinda dalam agenda penerimaan penghargaan di Sydney.

Rinda mengaku bangga dan bersyukur karena Samarinda menjadi salah satu kota yang mendapat pengakuan dunia dari World Health Organization (WHO) atas komitmen membangun lingkungan perkotaan yang tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik, tetapi juga keselamatan, kesetaraan, dan perlindungan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini saya sebagai Ketua Forum Kota Sehat Kota Samarinda sangat berbangga hati, berbahagia mewakili Kota Samarinda menerima penghargaan dari WHO,” ujar Rinda.

Menurutnya, Samarinda mengusung tema mencegah kekerasan dan mendorong kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma, dan ruang perkotaan.

Upaya tersebut kemudian mengantarkan Kota Tepian meraih pengakuan internasional. Bagi Rinda, penghargaan itu menjadi kebanggaan besar bagi Samarinda karena diberikan dalam lingkup global.

“Alhamdulillah, dari situlah Kota Samarinda mendapat penghargaan tersebut. Itu merupakan satu kebanggaan, di mana itu sifatnya dunia, seluruh dunia. Luar biasa,” ungkapnya.

Penghargaan ini sekaligus menegaskan pandangan bahwa pembangunan kota sehat tidak hanya berbicara mengenai fasilitas dan pelayanan kesehatan.

Lebih dari itu, sebuah kota dapat disebut sehat apabila masyarakatnya memiliki lingkungan yang aman, memperoleh perlindungan, mendapat kesempatan yang setara, serta memiliki ruang untuk tumbuh dan berkembang tanpa rasa takut.

Hal inilah yang menjadi salah satu semangat pembangunan Kota Samarinda, terutama dalam menghadirkan lingkungan yang lebih peduli terhadap perempuan dan anak.

“WHO telah memberikan sesuatu yang mendorong kota-kota yang ada di dunia ini untuk menjadi kota yang sehat, kota yang peduli akan lingkungannya, peduli akan masyarakatnya, khususnya kepada perempuan dan anak-anak,” kata Rinda.

Ia berharap anak-anak di Samarinda dapat terus tumbuh dalam lingkungan yang sehat, ceria dan aman.

“Di mana anak-anak bisa berkembang dengan sehat, dengan ceria, tumbuh dengan rasa aman di lingkungannya,” lanjutnya.

Penghargaan yang diraih Samarinda bukan sekadar pengakuan atas satu program. WHO menilai kekuatan Kota Samarinda terletak pada pendekatan multisektoral dengan kepemimpinan lokal dalam mencegah kekerasan dan memajukan kesetaraan gender.

Hal tersebut disampaikan Dr Joana Madureira Lima, Coordinator Division of Health Promotion, Disease Prevention and Control WHO Office for the Western Pacific Region.

Dalam sambutannya, Joana menyampaikan ucapan selamat kepada Kota Samarinda atas penghargaan yang diterima. Ia menilai pengalaman Samarinda penting untuk dibagikan kepada kota-kota lain di kawasan.

“Kami ingin pengalaman Anda dibagikan kepada kota-kota lain di wilayah kami. Jadi sangat penting untuk memberi tahu Anda, kota Anda, dan semua orang lainnya apa sebenarnya alasan Anda mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.

Joana menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan atas upaya Samarinda dalam mencegah kekerasan dan mempromosikan kesetaraan gender melalui transformasi sistem, norma, dan ruang perkotaan.

Menurutnya, Samarinda diakui karena berhasil menerapkan pendekatan multisektoral yang dipimpin secara lokal.

“Penghargaan Anda diberikan karena upaya mencegah kekerasan dan mempromosikan kesetaraan gender. Hal ini berkaitan dengan transformasi sistem, norma, dan ruang perkotaan,” jelasnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Joana, menggabungkan berbagai unsur penting, mulai dari layanan kesehatan dan sosial, keberadaan forum anak, pelaporan digital, hingga keterlibatan masyarakat.

Selain itu, penganggaran yang responsif gender dan pembiayaan yang berkelanjutan juga menjadi bagian penting dari pendekatan yang dilakukan Samarinda.

“Elemen-elemen inilah dari pengajuan Anda yang menarik perhatian kami,” tambahnya.

Dalam perjalanan membangun kota sehat yang aman dan inklusif, Samarinda menempuh tiga arah transformasi utama.

Pertama, transformasi sistem melalui integrasi layanan kesehatan masyarakat dengan jejaring perlindungan masyarakat. Pendekatan tersebut diarahkan untuk memastikan tersedianya respons yang cepat, pelayanan kesehatan yang penuh kepedulian, serta dukungan pemulihan trauma bagi perempuan dan anak.

Kedua, transformasi norma sosial. Melalui pendidikan dan kepemimpinan di tingkat lokal, Samarinda mendorong terbukanya ruang dialog dan secara aktif berupaya memecah kebisuan terhadap isu kekerasan berbasis gender.

Upaya tersebut juga dibarengi dengan pemberdayaan perempuan serta penguatan tanggung jawab bersama dalam keluarga dan masyarakat.

Ketiga, transformasi ruang perkotaan dengan menghadirkan lingkungan yang semakin responsif terhadap kebutuhan seluruh kelompok masyarakat.

Penataan ruang publik, transportasi dan fasilitas pelayanan diarahkan dengan menempatkan aspek keamanan, aksesibilitas dan inklusivitas sebagai prinsip utama.

Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Samarinda dalam membangun kota yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan.

Komitmen tersebut juga tercermin melalui capaian Samarinda yang berhasil meraih Predikat Nindya Kota Layak Anak, sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang yang aman dan ramah bagi tumbuh kembang generasi mud.

Penghargaan yang Menjadi Komitmen

Bagi Samarinda, WHO Healthy City Award bukan hanya sebuah penghargaan untuk dirayakan. Pengakuan internasional ini menjadi penegasan bahwa kesehatan perkotaan dapat dibangun melalui kolaborasi lintas sektor dan dengan menempatkan keselamatan serta martabat manusia sebagai bagian penting dalam pembangunan.

Ketika perempuan memiliki ruang yang setara, anak-anak dapat tumbuh tanpa rasa takut, dan ruang kota dapat diakses secara aman oleh semua kelompok masyarakat, maka kota sehat tidak lagi sekadar menjadi konsep, tetapi menjadi bagian nyata dari kehidupan warganya.

Penghargaan ini sekaligus menjadi dorongan bagi Samarinda untuk terus memperkuat kolaborasi, berbagi pengalaman dan memperluas jejaring dengan berbagai kota dan mitra di dunia.

Rinda menyampaikan apresiasi kepada WHO atas ruang dan dukungan yang diberikan kepada kota-kota di dunia untuk terus memperkuat komitmen mewujudkan kota yang sehat dan peduli terhadap masyarakat.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Samarinda, sekaligus pengingat bahwa pembangunan kota sehat harus terus berjalan seiring dengan upaya menciptakan lingkungan yang aman, setara dan inklusif.

Dari Samarinda untuk dunia, sebuah kota sehat bukan hanya tentang masyarakat yang terbebas dari penyakit, tetapi juga tentang perempuan yang merasa aman, anak-anak yang tumbuh tanpa rasa takut, dan setiap warga yang memiliki ruang untuk hidup serta berkembang secara setara.(DON/KMF-SMR. Foto: Istimewa)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Resmikan KIA, Cath Lab dan Empat Puskesmas, Andi Harun Tekankan Mutu Pelayanan Kesehatan

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar