34 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memutuskan mengakhiri pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) setelah tiga hari diberlakukan pada 17 sampai 19 September 2026. Keputusan untuk kembj belajar secara tatap muka ini menyusul membaiknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Keputusan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Evaluasi PJJ Dampak Karhutla melalui Zoom Meeting, Minggu (20/9/2026) sore. Rapat dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Neneng Chamelia Shanti, ST, M.Si, bersama sejumlah jajaran Pemkot Samarinda. Hasil evaluasi menunjukkan kondisi udara Samarinda mengalami perbaikan. Berdasarkan laporan, nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di angka 28 atau kategori baik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso, A.Ks, M.Si melaporkan, pemantauan di kawasan Taman Segiri menunjukkan tren kualitas udara yang membaik dalam tiga hari terakhir. Meski demikian, ancaman karhutla masih menjadi perhatian.

Hingga 20 September 2026, tercatat 198 kejadian karhutla dengan total luasan lahan terbakar sekitar 428 hektare. Kasus terbanyak tercatat di Kecamatan Palaran sebanyak 63 kejadian, Sambutan 55 kejadian, dan Samarinda Utara 35 kejadian. Di tingkat kelurahan, Pulau Atas mencatat 24 kejadian, Bantuas 23 kejadian, Makroman 14 kejadian, dan Pakar 13 kejadian.


Laporan dari sejumlah camat juga menyebutkan kabut atau asap masih terlihat pada pagi hari di beberapa kawasan, khususnya wilayah yang berdekatan dengan titik kebakaran. Namun kondisi tersebut cenderung membaik setelah pagi dan belum memberikan dampak signifikan terhadap permukiman.

Sementara Kepala Stasiun Meteorologi APT Pranoto Riza Arian Noor, S.Si, M.Ling turut menyampaikan kondisi Samarinda pada 20 September relatif lebih baik dibandingkan 17 September. Pergerakan asap yang sebelumnya meluas mulai bergeser mengikuti arah angin, sehingga paparan asap di wilayah Samarinda berangsur berkurang.

Dari sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Samarinda melalui pemantauan di 26 Puskesmas melaporkan kondisi kualitas udara secara umum berada dalam kategori baik. Peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga belum menunjukkan perubahan signifikan.

Atas dasar perkembangan tersebut, Pemkot Samarinda menetapkan PJJ selama tiga hari telah berakhir. Mulai Senin (21/9/2026), kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka di seluruh satuan pendidikan.

Namun, Sekda Neneng menegaskan kembalinya pembelajaran tatap muka bukan berarti kewaspadaan dihentikan. Sekolah tetap diminta menerapkan protokol perlindungan bagi peserta didik dan memantau kondisi udara secara mandiri.


“Anak-anak tetap menggunakan masker, kemudian aktivitas di luar ruangan dikurangi. Guru dan tenaga pendidik juga melakukan pemantauan secara mandiri. Kalau kondisi udara kembali memburuk, aktivitas di luar ruangan dikurangi dan anak-anak diarahkan tetap berada di dalam kelas,” tegas Neneng.

Neneng juga mengarahkan Disdikbud Kota Samarinda untuk segera menindaklanjuti keputusan tersebut melalui surat edaran kepada seluruh satuan pendidikan. Pemkot Samarinda juga akan melakukan pemantauan selama tiga hari setelah pembelajaran tatap muka kembali berjalan. Langkah ini untuk memastikan kondisi udara di lingkungan sekolah tetap aman dan dapat segera direspons apabila terjadi perubahan.

Di sisi lain, Pemkot Samarinda tetap memperpanjang status tanggap darurat tahap ketiga sebagai bentuk kewaspadaan terhadap perkembangan karhutla dan dampaknya.

Rakor turut membahas keberlanjutan pelayanan air bersih. Direktur Utama PDAM Tirta Kencana Samarinda, H. Nor Wahid Hasyim, ST, MM memastikan pelayanan masih berjalan normal. Namun potensi intrusi air laut tetap diantisipasi menjelang pasang tinggi yang diperkirakan mulai terjadi 26 September 2026.

Pemkot Samarinda memastikan pemulihan pembelajaran tatap muka berjalan beriringan dengan pengawasan kualitas udara. Pendidikan kembali normal, tetapi keselamatan peserta didik tetap menjadi perhatian utama. (VE/HER/KMF-SMR)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Salat Istisqa Bersama Warga Damanhuri, Wawali Ajak Muhasabah dan Berdoa Memohon Hujan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar