101 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Perjuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menekan angka stunting membuahkan hasil. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI), prevalensi stunting di Samarinda merosot tajam dari 24,7 persen pada 2020 menjadi 17,1 persen pada 2025 melampaui target nasional tahun ini yang dipatok 18 persen.

Capaian tersebut dirayakan dalam acara Penutupan Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting (OTA GENTING) dan Gerakan Ketua RT Sepuluh Ribu Cegah Stunting (GERET BUNTING) di Aula Kelurahan Lempake, Jalan Lempake Jaya RT 16, Kecamatan Samarinda Utara, Rabu siang.

Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda H Saefuddin Zuhri, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda drg Deasy Evriyani, serta Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kaltim Dr Sunarto. Turut mendampingi Camat Samarinda Utara Mohamad Joni, Plt Lurah Lempake Euis Nurfaida, Plt Pimpus Lempake drg Komang Ayu Indah Ardhani, Ketua LPM Kelurahan Lempake, perwakilan Diskominfo, TP PKK Kota Samarinda, dan jajaran Ketua RT se-Kelurahan Lempake.


Dalam laporannya, drg Deasy Evriyani memaparkan target jangka panjang Pemkot Samarinda dalam menuntaskan persoalan stunting.

“Pemerintah Kota Samarinda menargetkan penurunan angka stunting dapat mencapai 14 persen pada tahun 2030, dan terus ditekan hingga menyentuh 5 persen pada 2045 mendatang,” ungkapnya.

Deasy menjelaskan, GENTING merupakan gerakan gotong royong masyarakat untuk mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan kuat. Program ini menyasar ibu hamil berisiko stunting serta keluarga kurang mampu, dengan skema bantuan dari para orang tua asuh.

Hasilnya di luar ekspektasi. Dari target awal 2.126 sasaran, program ini justru menjangkau 2.776 sasaran di 10 kecamatan, dengan total nilai bantuan yang terhimpun mencapai Rp 352.600.000.


Atas capaian itu, Deasy menyampaikan terima kasih kepada seluruh mitra kerja dan para Ketua RT yang tergabung dalam program GERET BUNTING sebagai orang tua asuh di Kelurahan Lempake.

Sementara itu, Dr Sunarto dari BKKBN Kaltim menyebut inovasi GERET BUNTING di Kelurahan Lempake sebagai gerakan yang patut diapresiasi. Menurutnya, swadaya Rp 10 ribu dari para Ketua RT mengandung makna gotong royong yang sangat berharga dalam menyelamatkan generasi masa depan.

Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini dan berharap inovasi GERET BUNTING bisa direplikasi di seluruh kelurahan se-Kota Samarinda.


“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, merupakan suatu kesyukuran yang sangat berharga bisa hadir dan bersilaturahmi dengan Bapak/Ibu sekalian. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras. Kita berjuang bersama agar stunting di Samarinda bisa turun hingga nol persen,” tegas Wawali.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran keluarga penerima manfaat agar bantuan dan edukasi yang diberikan benar-benar diterapkan di rumah tangga masing-masing. Wawali mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat luas, untuk terus bergandengan tangan menuntaskan persoalan stunting di Kota Samarinda. (SYM/FER/KMF-SMR | FOTO: CHAIDIR/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pemkot Samarinda Gelar Seleksi Pelajar Pelopor Keselamatan Jalan 2026

i
Berita Sebelumnya

Merawat Jejak Sejarah, Sanggar PKKB Audiensi ke Wawali Saefuddin Zuhri, Pemkot Siap Dukung Pameran Bilah Nusantara II

Berita Selanjutnya

Yang Lain di Kesehatan

Tinggalkan Komentar