SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun membuka ruang kolaborasi dengan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Samarinda. Ia menegaskan, organisasi kemahasiswaan harus hadir sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam mengawal pembangunan serta menyuarakan kepentingan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Andi Harun saat menerima audiensi Pengurus PMII Kota Samarinda terpilih periode 2026–2027 di Anjungan Kantor Balai Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026) siang. Ia didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda Yosua Laden, S.STP dan Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, H. Syaparudin, S.Sos.
Audiensi tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan jajaran pengurus PMII terpilih. Berbagai isu dibahas, mulai dari pendidikan, pengangguran, tata kelola kota, hingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.

Ketua PMII Kota Samarinda periode 2026–2027, Irbhani mengatakan kedatangan jajaran pengurus tidak sekadar untuk bersilaturahmi. PMII juga ingin memperkuat komunikasi, menyampaikan aspirasi masyarakat, serta membangun kolaborasi dengan Pemkot Samarinda.
“Selain bersilaturahmi, kami juga ingin terus menjalin kolaborasi dengan Pemkot Samarinda. Kami juga menyampaikan berbagai persoalan yang ada di masyarakat, program PMII ke depan, dan meminta arahan dari Bapak Wali Kota,” ujar Irbhani.
Ia menyebut kepengurusan PMII Samarinda periode 2026–2027 dijadwalkan akan dilantik pada Oktober 2026. Ke depan, PMII berkomitmen memperkuat peran mahasiswa dalam menjemput aspirasi warga, termasuk hingga tingkat kelurahan.
Langkah tersebut dinilai penting agar suara masyarakat tidak berhenti pada ruang-ruang diskusi. Aspirasi yang dihimpun di lapangan diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan memperbaiki pelayanan publik.

Andi Harun menyambut positif komitmen tersebut. Menurut dia, pemerintah membutuhkan partisipasi aktif mahasiswa dan pemuda untuk menjaga pembangunan tetap berpijak pada kebutuhan masyarakat.
Ia menilai gagasan, kritik, dan aspirasi dari organisasi kemahasiswaan merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pemerintah. Karena itu, PMII diharapkan tidak hanya menjadi organisasi yang menyampaikan kritik, tetapi juga ikut menawarkan gagasan dan solusi.
“PMII teruslah kritis untuk kemajuan Kota Samarinda,” pesan Andi Harun.
Dalam pertemuan itu, Andi Harun juga mengungkapkan rencana Pemkot Samarinda membangun rumah kreatif di kawasan Polder Air Hitam. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang tumbuh bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat serta kreativitas, seperti melukis, bermusik, dan berbagai bidang seni lainnya.

Bagi Andi Harun, pembangunan kota tidak semata soal infrastruktur. Ruang kreatif bagi generasi muda juga menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia dan menciptakan lingkungan yang memberi kesempatan anak-anak Samarinda berkembang.
Kolaborasi Pemkot Samarinda dan PMII pun diharapkan tidak berhenti pada audiensi. Pemerintah membuka ruang agar komunikasi, kritik, gagasan, dan aspirasi mahasiswa dapat diterjemahkan menjadi kerja bersama yang nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Dengan demikian, mahasiswa bukan sekadar penonton pembangunan. Mereka diharapkan menjadi bagian dari ekosistem yang ikut mengawal, mengkritisi, sekaligus mendorong Samarinda tumbuh menjadi kota yang semakin maju dan manusiawi. (EKO/HER/KMF-SMR | FOTO: TOM/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar