SAMARINDA.KOMINFONEWS – Pesan menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan persoalan kesehatan dan keindahan kota, tetapi juga dapat menjadi bagian dari kepedulian sosial dan ladang amal.
Hal itu tercermin dalam Tabligh Akbar bersama Ustadz Das’ad Latif di Masjid Al-Fattah, Jalan Kadrie Oening, Samarinda, yang dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin Zuhri mengajak masyarakat untuk mengambil peran nyata menjaga kebersihan lingkungan, dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah dan lingkungan tempat tinggal masing-masing, terutama dengan memilah sampah.
Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, ia berharap masyarakat mulai membiasakan pemisahan sampah berdasarkan jenisnya, seperti sampah organik, sampah plastik, dan material lain yang masih memiliki nilai guna.
“Marilah kita jaga kebersihan di daerahnya masing-masing. Kalau bisa, mulai memilah sampah. Ada sampah yang bisa dibuat pupuk, ada plastik dan lain sebagainya yang bisa dipilah,” ajak Saefuddin di hadapan jemaah.
Menurutnya, sampah yang sudah dipilah dapat dikelola lebih lanjut. Sampah plastik bisa didaur ulang, sedangkan sampah basah atau organik dapat diolah menjadi kompos. Kebiasaan tersebut diharapkan tumbuh menjadi kesadaran bersama, bukan hanya dilakukan sesekali, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menariknya, pesan Wakil Wali Kota tersebut memiliki irisan dengan salah satu materi ceramah Ustadz Das’ad Latif. Dalam tausiyahnya yang mengangkat pentingnya sedekah, Das’ad mengajak jemaah memahami bahwa berbagi tidak harus selalu menggunakan uang.
Ia mencontohkan kebiasaan mengumpulkan plastik bekas yang masih memiliki nilai ekonomis, kemudian memberikannya kepada pemulung. Selain membantu mengurangi sampah, tindakan sederhana itu juga dapat membantu orang lain memperoleh penghasilan.
“Sedekah tidak mesti uang. Plastik-plastik dikumpulkan, simpan baik-baik, rapikan. Kalau ada pemulung, kasih. Itu sedekah,” tutur Das’ad yang disambut antusias jemaah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan beriringan. Sampah plastik yang selama ini kerap dianggap tidak berguna, jika dikelola dengan baik, ternyata bisa memberikan manfaat ekonomi bagi orang lain.
Dalam ceramahnya, Das’ad juga mengingatkan bahwa harta yang benar-benar menjadi bekal manusia adalah yang telah dinikmati dan disedekahkan. Karena itu, ia mengajak jemaah untuk tidak menunda berbagi, sekalipun dimulai dari hal-hal kecil.
“Harta yang sudah kita sedekahkan itulah yang menjadi milik kita,” pesannya.

Selain mengajak bersedekah melalui benda-benda yang masih bermanfaat, Das’ad juga mendorong jemaah membiasakan sedekah dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyisihkan uang untuk masjid maupun berbagi makanan kepada orang lain.
Sementara itu, Saefuddin turut menyampaikan apresiasi atas kondisi Samarinda yang tetap kondusif dan masyarakatnya dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sekaligus kegiatan keagamaan dengan baik.
Ia berharap kehadiran Ustaz Das’ad Latif dapat memberikan pencerahan, ketenteraman, serta kesejukan hati bagi masyarakat.
Tabligh akbar yang mengusung tema Merajut Ukhuwah, Menguatkan Persatuan, Menebarkan Kasih Sayang tersebut menjadi momentum memperkuat nilai kebersamaan. Tidak hanya melalui ibadah dan silaturahmi, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat bagi lingkungan dan sesama.
Sebab, menjaga kebersihan bukan semata urusan membuang sampah pada tempatnya. Ketika sampah dipilah, didaur ulang, dan memberikan manfaat bagi orang lain, kepedulian lingkungan pun dapat menjadi bagian dari praktik kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.(DON/KMF-SMR || FOTO: Chris Dokpim)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar