16 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda tidak ingin transformasi birokrasi berhenti pada perubahan sistem administrasi. Pemerintah kota kini mendorong perubahan yang lebih mendasar, yakni membangun budaya kerja ASN yang terus belajar, berani berinovasi, mampu memecahkan persoalan daerah, dan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Semangat itu ditegaskan Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun saat meluncurkan Samarinda Corporate University (Corpu) sekaligus menyerahkan Anugerah ASN Kota Samarinda Tahun 2025 di GOR Segiri Samarinda, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini dihadiri pula Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, Sekda Samarinda Neneng Chamelia Shanti, Kepala Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Pelayanan Publik (Pusjar SKPP) LAN RI, Dr. Rahmat, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Bagian, Kepala Bidang, Camat, Lurah hingga staf terkait lainnya termasuk Tim Wali Kota Untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.

Menurut Andi Harun, kedua agenda tersebut memiliki benang merah yang sama. Anugerah ASN menjadi ruang untuk memberikan apresiasi terhadap inovasi dan kinerja ASN, sementara Corporate University menjadi sarana agar budaya belajar dan peningkatan kompetensi terus berlangsung di lingkungan birokrasi.

“Nah ini sebenarnya adalah tempat atau ruang bagi ASN untuk melakukan inovasi, bukan ruang untuk berkompetisi. Tapi ruang untuk berinovasi,” kata Andi Harun.

Ia menegaskan, penghargaan yang diberikan pemerintah bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun budaya organisasi yang mampu melahirkan kinerja dan manfaat bagi masyarakat.

“Dari inovasi itu kita akan memberi atau pemerintah akan memberikan apresiasi, supaya bisa menjadi inspirasi terbentuknya budaya organisasi yang bekerja melahirkan dampak kepada masyarakat,” lanjutnya.


Dalam sambutannya, Andi Harun mengatakan reformasi birokrasi harus dimaknai lebih jauh dari sekadar penyelesaian dokumen, kepatuhan terhadap SOP maupun rutinitas administratif.

Tema Anugerah ASN tahun ini, yakni “Reformasi Birokrasi Berdampak dalam Melayani Masyarakat secara Profesional, Akuntabel, dan Inovatif”, menurutnya merupakan janji pemerintah kepada masyarakat.

“Birokrasi sejati tidak pernah diukur dari seberapa tebal tumpukan berkas yang diselesaikan atau seberapa tertib prosedur administratif dijalankan. Ukuran tertinggi birokrasi adalah seberapa jauh keberadaannya terasa langsung manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, birokrasi Samarinda didorong bertransformasi dari sekadar “bekerja” menjadi “berdampak”.

Reformasi birokrasi, kata dia, tidak boleh berhenti pada dokumen, SOP maupun rapat. Perubahan harus dirasakan langsung masyarakat, mulai dari pelayanan yang lebih cepat, pengaduan yang segera ditangani hingga solusi yang benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Transformasi tersebut, lanjut Andi Harun, sejalan dengan capaian Indeks Reformasi Birokrasi Kota Samarinda tahun 2025 yang mencapai 84,77 dengan predikat A- atau Sangat Baik, berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi Kementerian PANRB.

Namun, capaian tersebut tidak boleh membuat ASN berhenti berbenah. “Kota Samarinda sedang berakselerasi. Untuk menopangnya, kita butuh ASN yang bukan hanya menjalankan rutinitas, tetapi yang berani berinovasi, memberi teladan, dan menghadirkan solusi nyata bagi warga masyarakat,” ujarnya.

Di sinilah Samarinda Corporate University mengambil peran. Andi Harun menjelaskan, Corpu bukan sekadar sistem pembelajaran atau digitalisasi dari pola pendidikan dan pelatihan ASN yang sudah ada. Lebih dari itu, Corpu harus menjadikan persoalan nyata yang dihadapi daerah sebagai bahan pembelajaran.


“Sebenarnya Corpu itu adalah forum atau sarana untuk terus belajar. Dan konten pembelajarannya itu diutamakan pada identifikasi problem yang dihadapi masing-masing kabupaten/kota atau provinsi. Nah, itu akan menjadi konten pembelajaran nanti,” jelasnya.

Artinya, persoalan daerah tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi juga sebagai bahan belajar bagi organisasi.

Andi Harun mencontohkan sejumlah persoalan strategis yang dapat menjadi learning content dalam Corpu, seperti bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat di tengah efisiensi Transfer ke Daerah (TKD), bagaimana menurunkan angka stunting, mengurangi pengangguran hingga menekan angka kemiskinan.

“Bagaimana problem-problem yang dihadapi oleh kota itu menjadi apa konten pembelajaran, learning content di Corpu,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran ASN tidak berhenti di ruang kelas.

Dalam sambutannya, Andi Harun menegaskan, kantor adalah tempat belajar, lapangan adalah tempat belajar, pengalaman adalah tempat belajar, bahkan persoalan dalam pekerjaan pun harus menjadi bahan pembelajaran.

“ASN yang hebat bukan hanya ASN yang pintar. Tetapi ASN yang mau terus belajar, mau berbagi, mau berubah, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Konsep pembelajaran berkelanjutan itu juga diarahkan untuk terhubung dengan manajemen talenta ASN.


Andi Harun meyakini, ketika Corporate University dapat berjalan seiring dengan manajemen talenta, proses tersebut akan membantu pemerintah menemukan dan mengembangkan talenta-talenta terbaik di lingkungan birokrasi Samarinda.

“Kalau itu bisa disatukan dengan manajemen talenta, maka akan lahir ASN-ASN yang mengikuti Corpu atau Corporate University yang melahirkan talenta-talenta ASN kita di masa depan,” ujarnya.

Untuk menjalankan Samarinda Corporate University, Pemkot Samarinda telah menerbitkan Peraturan Wali Kota Samarinda Nomor 17 Tahun 2026 tentang Sistem Pembelajaran Terintegrasi (Corporate University) dalam Pengembangan Kompetensi ASN di Lingkungan Pemerintah Daerah.

Pelaksanaannya juga menggandeng Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda.

Dalam konsep Corpu, pembelajaran dapat berlangsung melalui pelatihan, pengalaman dan penugasan, berbagi pengetahuan, coaching, mentoring, pembelajaran jarak jauh, community of practice, benchmarking maupun berbagai bentuk pembelajaran lainnya.

Sementara itu, kepada para penerima Anugerah ASN 2025, Andi Harun mengingatkan bahwa penghargaan bukanlah garis akhir dari sebuah pencapaian.

Para penerima penghargaan justru memiliki tanggung jawab untuk menjadikan prestasi yang diraih sebagai inspirasi bagi ASN lainnya.


“Individual performance yang ASN telah raih itu bisa menjadi inspirasi bagi ASN lain, dan pada akhirnya menciptakan budaya organisasi yang prima, yang mudah beradaptasi, dan menghasilkan dampak kerja yang bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kehormatan tertinggi seorang ASN bukan terletak pada jabatan maupun gelar, melainkan pada manfaat yang ditinggalkan bagi masyarakat.

“Pangkat bisa tinggi, jabatan bisa berganti, namun jejak pengabdian tulus adalah warisan abadi,” ucapnya.

Andi Harun pun mengucapkan selamat kepada seluruh ASN yang menerima penghargaan dari berbagai kategori. Ia berharap para penerima penghargaan menjadi teladan sekaligus penyala semangat perubahan di unit kerja masing-masing.

“Anugerah ASN ini bukan ruang berkompetisi, tapi ruang berinovasi,” tegasnya.

Dengan diluncurkannya Samarinda Corporate University dan pemberian Anugerah ASN 2025, Pemkot Samarinda ingin membangun satu ekosistem birokrasi yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga memiliki kemauan untuk terus belajar, beradaptasi dan menghasilkan solusi.

Sebab, bagi Pemerintah Kota Samarinda, ukuran akhir dari keberhasilan ASN bukan hanya seberapa baik pekerjaan diselesaikan, tetapi seberapa besar manfaat yang akhirnya dirasakan masyarakat.(DON/KMF-SMR || FOTO:  Ary Dokpim)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Gerak Cepat Pasca Aksi, Samarinda Kembali Bersih, Andi Harun: Usai Aspirasi Disampaikan, Kota Ini Tetap Harus Kita Jaga Bersama

i
Berita Sebelumnya

Hadiri Pelantikan DPW HIMAS Kaltim, Andi Harun Dorong Jadi Mitra Strategis

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar