SAMARINDA. KOMINFONEWS – Pemerintah Kota Samarinda menerima audiensi dari civitas akademika Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (STIENAS) Samarinda di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balai Kota Samarinda. Pertemuan yang berlangsung pada siang hari tersebut diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., didampingi perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Jadi Kusuma, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda, Idfi Septiani, S.STP., M.Si.
Audiensi tersebut digelar dalam rangka penyampaian program pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi STIENAS Samarinda. Rombongan STIENAS dipimpin oleh Ketua Yayasan Pendidikan Colorado Samarinda, Ms. Olga, bersama jajaran pimpinan akademik dan Bagian Kerja Sama.
Dalam pemaparannya, pihak STIENAS Samarinda menyampaikan gagasan pengembangan Green Village Destinasi Wisata di Desa Budaya Pampang. Terdapat tujuh pilar program unggulan yang ditawarkan, meliputi penghijauan dan penataan lingkungan yang asri, gerakan desa bersih bebas sampah plastik melalui bank sampah dan kolaborasi CSR, pemanfaatan energi ramah lingkungan seperti penerangan tenaga surya, serta pelestarian seni budaya Dayak.

Selain itu, STIENAS juga mendorong penguatan UMKM dan ekonomi kreatif, digitalisasi desa melalui integrasi website dan sistem tiket digital, hingga pengembangan paket wisata edukasi bagi pelajar dan mahasiswa. Pihak kampus juga mengusulkan adanya jalur apresiasi bagi siswa pelestari budaya dalam sistem penerimaan peserta didik serta berharap terjalinnya kerja sama formal melalui Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) bersama Pemerintah Kota Samarinda dan OPD terkait.
Menanggapi pemaparan tersebut, Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi aktif kalangan akademisi dalam mendukung kemajuan daerah. Ia menegaskan bahwa kawasan Desa Budaya Pampang merupakan salah satu fokus utama pengembangan pariwisata Pemerintah Kota Samarinda.
"Kami menyambut baik dan mengapresiasi tujuh program yang dipaparkan. Pada dasarnya, Pemkot Samarinda sudah memiliki rencana pengembangan di kawasan Pampang, termasuk dukungan infrastruktur jalan dan penerangan yang mulai dibangun. Kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti STIENAS sangat dibutuhkan untuk pengemasan dan pengelolaan kegiatan masyarakat agar lebih baik," ujar Saefuddin Zuhri.
Kendati demikian, Wakil Wali Kota mengingatkan pentingnya kejelasan skema pendanaan serta memperhatikan tantangan keuangan daerah yang turut dipengaruhi kondisi ekonomi global. Ia juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan tokoh masyarakat dan sesepuh adat di Pampang dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Sementara itu, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Samarinda, Idfi Septiani, S.STP., M.Si., menilai program yang digagas STIENAS sangat selaras dengan arah kebijakan Pemkot Samarinda, khususnya dalam mengoptimalkan efisiensi dan sinergi antarlembaga. Sesuai mekanisme Permendagri Nomor 22 Tahun 2020, proses legalitas kerja sama akan disusun secara bertahap mulai dari MoU hingga Perjanjian Kerja Sama (PKS) teknis.
"Pengembangan Green Village ini mencakup banyak sektor, mulai dari lingkungan, budaya, ekonomi kreatif, hingga pengembangan SDM. Nantinya pelaksanaan kegiatan akan dibagi kepada OPD teknis terkait seperti Disporapar, Dinas Koperasi dan UMKM, serta Dinas Lingkungan Hidup. Sebagai langkah awal yang konkret dan efisien, kami mengusulkan program magang mahasiswa STIENAS di OPD terkait," jelas Idfi.
Sebagai penutup, Wakil Wali Kota kembali menegaskan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal yang akan ditindaklanjuti secara intensif melalui koordinasi teknis bersama Bagian Kerja Sama dan Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda. (SYM/ASYA/KMF-SMR | FOTO: ARI DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar