66 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis memotret kondisi riil dunia usaha dan arah pembangunan daerah ke depan. Kegiatan yang dirangkai dengan apel siaga, deklarasi, serta penyematan atribut petugas sensus itu digelar di Ballroom Arutala Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda, Selasa (19/5/2026) siang.

Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun hadir langsung bersama Wakil Wali Kota (Wawali), H. Saefuddin Zuhri, SE, MM sebagai bentuk dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang mengusung tema 'Mencatat Ekonomi Indonesia untuk Masa Depan yang Lebih Baik'.


Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa sensus ekonomi bukan sekadar agenda statistik, melainkan instrumen penting untuk membaca arah ekonomi bangsa dan daerah di tengah perubahan zaman yang bergerak sangat cepat.

Menurut dia, perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga model usaha berbasis platform saat ini terus tumbuh dan mengubah pola konsumsi masyarakat. Karena itu, pemerintah membutuhkan data yang akurat agar mampu menyusun kebijakan yang tepat sasaran.

“Pembangunan yang baik harus dibangun di atas data yang benar. Data bukan sekadar angka, tetapi cerminan kehidupan masyarakat dan arah masa depan ekonomi,” tegasnya.

Andi Harun juga menyoroti tantangan ekonomi nasional dan global yang masih dinamis. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini masih cukup ditopang belanja pemerintah daerah, sementara sektor lain perlu terus diperkuat agar ekonomi daerah lebih mandiri dan tahan terhadap tekanan global. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap cermat dan realistis dalam menyusun kebijakan fiskal maupun APBD tahun mendatang.


Menurut Andi Harun, Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi instrumen penting dalam memetakan pola usaha masyarakat, perkembangan ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga potensi ekonomi daerah sebagai dasar penyusunan program pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat memberikan data yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus. Pemerintah, kata dia, menjamin kerahasiaan seluruh data masyarakat sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemkot Samarinda akan menerbitkan surat edaran serta regulasi pendukung pelaksanaan sensus. Andi Harun juga menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga ketua RT se-Kota Samarinda untuk mendukung penuh proses pendataan.


Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, Supriansyah menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 1997 yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Pendataan akan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 dengan melibatkan 561 petugas sensus berbasis digital.

Sensus Ekonomi 2026 juga akan memotret perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, dan ekonomi kreatif sebagai bagian dari penyediaan basis data ekonomi yang lebih modern, komprehensif, dan relevan dengan tantangan zaman.

Kegiatan turut dihadiri unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, akademisi, dunia usaha, perbankan, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.

Rangkaian acara ditutup dengan launching, dilanjutkan penyematan atribut kepada perwakilan petugas sensus sebagai simbol dimulainya pelaksanaan pendataan ekonomi di Kota Samarinda. (VE/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Makroman Koordinasi Wilayah Perbatasan, Dorong Penguatan Infrastruktur

i
Berita Sebelumnya

Kapolri Beri Apresiasi di Peresmian Aspol dan RS Bhayangkara, Andi Harun: Bantuan Kerja-Kerja Penegakan Hukum Begitu Besar Manfaatnya

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar