SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri berkesempatan memberikan orasi ilmiah sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2026 Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UINSI Samarinda, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Reorientasi Ideologi Mahasiswa FUAD dengan Meningkatkan Integritas untuk Kreativitas Tanpa Batas” tersebut berlangsung di Auditorium 22 Dzulhijah, Kampus II UINSI Samarinda.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan FUAD UINSI Samarinda Prof. Dr. H.M. Abzar, D., para wakil dekan, Ketua TWAP Kota Samarinda Syaparudin, Camat Loa Janan Ilir, serta jajaran dosen FUAD UINSI Samarinda.
Dalam kesempatan tersebut, Dekan FUAD UINSI Samarinda Prof. Dr. H.M. Abzar menyampaikan bahwa pada 2026 jumlah mahasiswa di Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah mencapai 280 orang.

Ia mengaku bangga atas kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda dalam kegiatan PBAK tersebut. Menurutnya, kehadiran pimpinan Pemerintah Kota Samarinda menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kota Samarinda.
“Kami merasa bangga dengan kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri pada kegiatan PBAK FUAD ini. Kami berharap kehadiran beliau dapat memberikan energi dan semangat baru bagi mahasiswa UINSI Samarinda,” ujarnya.
Usai membuka kegiatan secara resmi, Saefuddin Zuhri menyampaikan orasi ilmiah bertajuk “Kuliah Bukan Hanya tentang Mendapatkan Gelar, tetapi tentang Mempersiapkan Diri Menjadi Manusia yang Bermanfaat.”
Dalam orasinya, Saefuddin menekankan bahwa memasuki dunia perguruan tinggi merupakan proses perubahan dari siswa menjadi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mengembangkan pola pikir, gagasan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Beranjak dari siswa menjadi mahasiswa bukan hanya sebagai peserta didik. Kalian sudah mulai menjadi pemikir, pencari kebenaran, menciptakan gagasan, menggerakkan masyarakat, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, reorientasi ideologi mahasiswa bukan berarti meninggalkan nilai-nilai yang telah ada sebelumnya. Sebaliknya, reorientasi merupakan upaya memperbarui cara berpikir agar tetap relevan dengan perkembangan zaman, tanpa kehilangan nilai dan prinsip yang menjadi landasan.
Menurut Saefuddin, mahasiswa di era digital dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dunia yang terus berkembang harus diikuti dengan cara berpikir yang terbuka, inovatif, serta mampu menciptakan perubahan positif.
“Dunia berubah, maka cara berpikir juga harus berkembang. Mahasiswa harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan perubahan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan agar ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Di akhir orasinya, Saefuddin Zuhri berpesan kepada seluruh mahasiswa FUAD UINSI Samarinda agar terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi akademik maupun karakter.
“Jadilah mahasiswa yang ilmunya tinggi, akhlaknya mulia, pikirannya terbuka, kreativitasnya tanpa batas, dan hatinya selalu berpihak pada kemajuan masyarakat,” pesannya.
Melalui kegiatan PBAK 2026 ini, para mahasiswa baru FUAD UINSI Samarinda diharapkan tidak hanya mengenal lingkungan akademik dan kemahasiswaan, tetapi juga memiliki integritas, semangat berinovasi, serta kepedulian untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan Kota Samarinda. (EKO/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar