24 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota Samarinda H. Saefuddin Zuhri mewakili Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun menghadiri sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Puncak Al Fattah di kawasan Perum Korem, Lempake, Samarinda Utara, Minggu (04/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Syaparudin, Kabag Kesra Syamsu Nur, Camat Samarinda Utara Muhammad Joni, Plt Lurah Lempake, jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Dalam sambutannya, Wawali Saefuddin Zuhri menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan masjid yang diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Ia mengingatkan panitia agar sejak awal memastikan seluruh proses pembangunan rumah ibadah memenuhi ketentuan administrasi dan legalitas yang berlaku. Menurutnya, pembangunan masjid perlu disiapkan secara baik, sehingga selain kokoh secara fisik, juga memiliki dasar administrasi yang kuat.


“Jangan sampai secara fisik sudah berdiri megah, tetapi kemudian ada hal-hal yang tidak diinginkan. Harapan saya, secara administrasi aman, secara fisik bisa dijalankan terus, dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Saefuddin.

Ia juga mengapresiasi wakaf tanah yang diberikan oleh dua mantan lurah, yakni Ali Mansur dan Joko, untuk pembangunan masjid tersebut. Menurutnya, wakaf tersebut merupakan bentuk kepedulian dan pengabdian yang tetap berlanjut meski keduanya telah menyelesaikan tugas sebagai aparatur pemerintahan.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, kami tidak bisa membalas apa-apa selain mendoakan. Jazakumullah khairan katsiran, semoga mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Puncak Al Fattah, Azis Fathoni, dalam laporannya menjelaskan bahwa nama Puncak Al Fattah dipilih karena lokasi masjid berada di kawasan yang sebelumnya merupakan area berkontur cukup tinggi.


Menurut Azis, sebelum pembangunan dimulai, kawasan tersebut telah melalui proses pengerukan hingga dua kali untuk menyesuaikan kondisi lahan. Nama Al Fattah sendiri melanjutkan nama Mushola Al Fattah yang berada di kawasan bawah, yang pengembangannya kemudian diarahkan ke lokasi baru karena keterbatasan lahan.

Azis juga menyampaikan bahwa pembangunan masjid berdiri di atas tanah wakaf dari keluarga Ali Mansur dan Joko. Selain lahan masjid, keluarga tersebut juga mewakafkan tanah untuk akses jalan dengan panjang sekitar 145 meter.

“Beliau juga mewakafkan tanah untuk jalan, dari atas sampai ke bawah, sepanjang kurang lebih 145 meter,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, pembangunan Masjid Puncak Al Fattah diharapkan tidak berhenti sebagai tempat ibadah. Panitia memiliki rencana mengembangkan masjid sebagai pusat pendidikan dan kegiatan masyarakat.


Terinspirasi dari sejumlah masjid di Pulau Jawa, termasuk Masjid Jogokariyan, panitia berharap Masjid Puncak Al Fattah nantinya dapat menjadi tempat mengaji sekaligus pusat pembelajaran bagi masyarakat.

“Minimal tempat ini, di samping untuk tempat mengaji dan ibadah, bisa menjadi Pare-Pare kecil, tetapi versi masjid,” harap Azis.

Ia menambahkan, gagasan tersebut diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap, termasuk melalui kegiatan pembelajaran bahasa dan pendidikan keagamaan.

Peletakan batu pertama ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pembangunan Masjid Puncak Al Fattah. Panitia berharap dukungan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh warga dapat membuat pembangunan berjalan lancar hingga masjid dapat dimanfaatkan secara luas.

Wawali Saefuddin pun berharap pembangunan tersebut menjadi awal dari terbentuknya sebuah pusat kegiatan keagamaan yang kokoh, bukan hanya dari sisi bangunan, tetapi juga dari sisi nilai-nilai agama dan kemanfaatannya bagi masyarakat. “Bukan hanya pondasi secara fisik, tetapi pondasi secara agama yang nantinya kuat,” tegasnya. (ASYA/KMF-SMR/FOTO: ARIE-DOKPIM))

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Bagikan Praktik Peradilan kepada Mahasiswa ASN, dari Gugatan hingga Pembuktian

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar