51 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Penahbisan Gedung Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Samarinda. Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun, berharap gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kedamaian, mempraktikkan kasih, dan mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri penahbisan Gedung Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan, Klasis Kalimantan Timur, Sabtu (7/11/2026) siang. Kegiatan berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo, Gang Harapan III, RT 04, Loa Janan Ilir.

Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan jemaat atas kerja keras, persatuan, serta pengorbanan yang telah dilakukan hingga pembangunan gedung gereja dapat diselesaikan.

Menurutnya, berdirinya gedung gereja tersebut merupakan bukti nyata iman dan semangat kebersamaan jemaat dalam melewati berbagai tantangan selama proses pembangunan.

“Atas nama Pemerintah Kota Samarinda, saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan jemaat, karena telah selesainya pembangunan gedung gereja ini,” ujarnya.


Ia menegaskan, penahbisan gedung gereja bukan sekadar seremoni pembangunan fisik, melainkan juga menjadi awal bagi penguatan spiritualitas, peningkatan keimanan, serta pengembangan program pembinaan yang memberikan dampak positif bagi jemaat dan masyarakat luas.

“Gereja harus menjadi tempat di mana kedamaian disuarakan, kasih dipraktikkan, dan persaudaraan dirajut,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Andi Harun juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan memperkuat kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan bermasyarakat perlu disikapi dengan komunikasi yang baik, dialog, serta pendekatan yang mengedepankan persaudaraan.

Ia mengungkapkan, selama masa kepemimpinannya, sejumlah persoalan terkait rumah ibadah, termasuk gereja Toraja, yang sebelumnya membutuhkan proses komunikasi dan penyamaan persepsi, perlahan mulai menemukan penyelesaian.

“Beberapa persoalan gereja Toraja sedikit demi sedikit, lambat tetapi selesai satu per satu,” ungkapnya.


Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan tersebut membutuhkan kebersamaan dan kesediaan semua pihak untuk saling memahami. Dengan komunikasi yang konstruktif, perbedaan pandangan dapat dikelola secara bijaksana tanpa mengurangi semangat kerukunan masyarakat.

Untuk memperkuat upaya tersebut, Pemerintah Kota Samarinda juga telah menginstruksikan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyiapkan regulasi terkait pendirian rumah ibadah sekaligus penanganan berbagai persoalan yang menyertainya.

Regulasi tersebut diharapkan menjadi pedoman yang jelas dan berkelanjutan, sehingga penyelesaian persoalan rumah ibadah dapat dilakukan melalui mekanisme yang terarah dan tidak hanya bergantung pada figur kepala daerah yang sedang menjabat.

Dengan adanya aturan yang lebih jelas serta pendekatan yang mengutamakan dialog, berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi kerukunan antarumat beragama diharapkan dapat dicegah dan diselesaikan secara bijaksana.

Lebih lanjut, Andi Harun mengajak Jemaat Bukit Harapan Loa Janan untuk menjadi mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesejahteraan sosial, dan pelestarian nilai-nilai budaya luhur.


Ia juga berharap keberadaan gedung gereja tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas bagi lingkungan sekitar serta menjadi ruang pelayanan yang membawa kesejukan bagi masyarakat.

Mengakhiri sambutannya, Andi Harun mengucapkan selamat atas penahbisan Gedung Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan. Ia berharap gedung tersebut dapat dimanfaatkan dengan penuh sukacita dan rasa syukur, serta dirawat dengan baik agar terus menjadi berkat bagi generasi mendatang.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Kota Samarinda, Ketua Majelis Gereja Toraja Jemaat Bukit Harapan Loa Janan Pdt. Agustina, S.Th., Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda, Camat Loa Janan Ilir, lurah setempat, Ketua Sinode Gereja Toraja, Badan Pekerja Klasis Kaltim Samarinda Kutai Mahakam, Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, serta jemaat.

Penahbisan ini diharapkan tidak hanya menjadi tonggak penting bagi perjalanan pelayanan Jemaat Bukit Harapan Loa Janan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan, toleransi, dan kerukunan antarumat beragama dalam mendukung pembangunan Kota Samarinda yang harmonis dan inklusif. (RIZ/DON/KMF-SMR : BAY/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Andi Harun Titip Tiga Tanggung Jawab untuk Pengurus Baru IKAMI Sulsel Samarinda

i
Berita Sebelumnya

Komitmen Jaga Ekosistem Pers dan Warisan Budaya, Andi Harun Raih Dua Penghargaan SPN Awards

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar