SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun masa depan bangsa. Peringatan Hari Santri Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi momentum memperkuat akhlak, meningkatkan kualitas ilmu, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut disampaikan Saefuddin saat membuka rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Madrasah Darussalam International Boarding School (MDIBS), Jalan H.A.M Rifaddin, Loa Janan Ilir, Selasa (20/10/2026) siang. Kegiatan yang mengusung tema 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas' ini diinisiasi Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda bersama MDIBS.
Dalam arahannya, Saefuddin mengingatkan bahwa makna Hari Santri harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Peringatan ini menjadi ruang refleksi untuk menilai sejauh mana ilmu membentuk akhlak, pendidikan menumbuhkan kepedulian, dan kehadiran santri memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Peringatan Hari Santri harus menjadi ruang perenungan tentang sejauh mana ilmu membentuk akhlak, sebesar apa pendidikan melahirkan kepedulian, serta senyata apa kehadiran santri memberi manfaat bagi sesama,” tegasnya.

Menurut Saefuddin, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari ijazah atau penghargaan. Ukuran yang lebih mendasar terlihat dari perilaku, penghormatan kepada orang tua dan guru, kemampuan menjaga lisan, menepati janji, serta kesungguhan menjalankan tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan para santri agar tidak memposisikan diri sekadar sebagai penonton pembangunan. Santri merupakan bagian penting dari generasi penerus yang memiliki tanggung jawab memikirkan, membangun, dan menjaga masa depan Indonesia.
Bangsa ini lanjut dia, membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap menyampaikan gagasan, tetapi juga mampu mewujudkannya melalui kerja nyata, ketekunan, dan semangat pengabdian.
Saefuddin menyampaikan tiga pesan utama kepada para santri. Pertama, menjadikan ibadah dan akhlak sebagai fondasi kehidupan. Nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap sehari-hari, termasuk ketika berbicara, menghadapi perbedaan pendapat, meraih keberhasilan, maupun menerima kegagalan.
Kedua, bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan tidak membatasi cita-cita. Menurutnya, identitas sebagai santri harus menjadi kekuatan untuk terus berkembang dengan berpegang pada kejujuran, kesederhanaan, ketekunan, penghormatan terhadap ilmu, dan semangat memberi manfaat.
Ketiga, menggunakan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Santri diharapkan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, berkarya, menguasai bahasa, serta menyebarkan informasi dan pengetahuan yang mendidik melalui media sosial.

Pada kesempatan tersebut, Saefuddin juga mengapresiasi komitmen Yayasan Masjid Raya Darussalam Samarinda dan MDIBS dalam mengembangkan pendidikan Islam yang berwawasan global. Ia berharap MDIBS terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman dan keindonesiaan.
Menutup arahannya, Saefuddin mengajak para santri menjadikan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai pedoman hidup. Ia juga menekankan pentingnya menjaga adab terhadap orang tua, guru, ustaz, dan sesama sebagai bagian dari pembentukan karakter dan bekal meraih masa depan.
“Tunjukkan bahwa santri adalah generasi yang cerdas, santun, bertoleransi, dan siap berkontribusi nyata bagi Kota Samarinda serta Indonesia,” pesannya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Camat Loa Janan Ilir Muhammad Dahlan, S.STP, M.Si, anggota Tim Wali Kota untuk Percepatan Pembangunan (TWAP), H. Amir Husin, S.Pd, MM dan Drs. H. Abdul Jami, M.AP, Ketua Yayasan Masjid Raya Darussalam, H. Arnani, S.Ag, M.Pd, Direktur Eksekutif MDIBS, Dr. H. Farid Wadjdy, M.Pd dan H. Nanang Sulaiman, SE jajaran pimpinan madrasah, serta para santri dan tamu undangan.
Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, Saefuddin berharap para santri tumbuh menjadi generasi yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, serta mampu menjawab tantangan zaman. Dengan bekal tersebut, santri diharapkan menjadi bagian nyata dari kekuatan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas. (ACL/HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar