SAMARINDA, KOMINFONEWS – Keberhasilan Pemerintah Kota Samarinda meraih Juara I Pengendalian Inflasi Tahun 2026 tingkat nasional menjadi bukti konsistensi Pemerintah Kota Samarinda dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pasokan pangan di Kota Tepian.
Capaian tersebut direspons dengan langkah cepat melalui rapat internal yang digelar di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Lantai III Balai Kota Samarinda, Senin (11/5/2026), guna memperkuat kesiapan menghadapi Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, S.E., M.M., usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah tingkat nasional secara virtual. Pembahasan difokuskan pada penguatan pengawasan distribusi pangan, pengendalian tren harga kebutuhan pokok, serta kesiapan stok komoditas strategis menjelang Iduladha.

Berdasarkan hasil evaluasi perkembangan harga, sejumlah komoditas utama di Samarinda masih berada dalam tren terkendali. Harga minyak goreng tercatat Rp24.300 per liter, bawang merah di kisaran Rp43.500 per kilogram, dan bawang putih berada pada angka Rp36.200 per kilogram. Meski kondisi relatif stabil, Pemkot Samarinda tetap memperketat pengawasan distribusi guna mengantisipasi potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Dalam Rakor nasional sebelumnya, Sekretaris Jenderal Kemendagri, Komjen Pol. Drs. Tomsi Tohir Balaw, menyoroti persoalan distribusi pangan nasional, khususnya surplus beras yang belum terserap optimal di sejumlah daerah sehingga berdampak pada tingginya harga di pasar. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Samarinda dalam menjaga stabilitas harga agar tetap berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus diwujudkan melalui langkah konkret dan terukur di lapangan.

“Kita harus terus mendorong kemajuan dan mengidentifikasi letak kesulitan untuk segera diatasi. Sinergi antarperangkat daerah perlu diperkuat, terutama dalam memantau stok komoditas seperti minyak goreng, tepung terigu, serta penambahan stok LPG melalui langkah intervensi seperti Gerakan Pangan Murah (GPM),” tegasnya di hadapan jajaran Forkopimda dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Samarinda.
Selain fokus pada penguatan ketahanan ekonomi daerah, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan peluncuran Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) hasil kolaborasi KPK, Kemendagri, dan Kemendikdasmen. Program ini menjadi bagian dari penguatan integritas dan pendidikan karakter melalui penerapan nilai-nilai antikorupsi sejak jenjang PAUD hingga pendidikan menengah.
Rapat ditutup dengan diskusi lintas perangkat daerah guna menyempurnakan langkah antisipasi menjelang Iduladha, mulai dari pengamanan distribusi pangan, pengendalian harga pasar, hingga penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. (VE/ASYS/KMF-SMR | Foto: Jr./DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar