724 Kali

SAMARINDA.KOMINFONEWS-Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) 2026. Program ini akan dilaksanakan secara bergilir di empat lokasi berbeda mulai 10 hingga 18 Juni 2026, gerakan ini sebagai respons atas dinamika harga pangan nasional yang masih berfluktuasi.

Langkah itu diambil usai Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Samarinda, Nadya Turisna S.STP, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual, Senin (8/6/2026). Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Komjen. Pol. Tomsi Tohir, tersebut diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia dan disertai sosialisasi program sertifikasi halal bagi pelaku usaha.

Dalam forum itu, Plh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Dr Pudji Ismartini, menyampaikan bahwa inflasi nasional Mei 2026 tercatat sebesar 0,28 persen (month-to-month). Komoditas penyumbang utama meliputi cabai merah, bawang merah, cabai rawit, minyak goreng, dan daging ayam ras.

Kabar baiknya, Kalimantan Timur masuk dalam tujuh provinsi yang justru mengalami deflasi pada Mei 2026, yakni sebesar 0,17 persen. Kondisi harga dan pasokan beras di Samarinda pun dinilai masih aman, meski Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di 80 kabupaten/kota secara nasional menunjukkan kenaikan pada pekan pertama Juni 2026.

Tomsi Tohir menegaskan pentingnya langkah konkret daerah dalam menekan harga pangan, khususnya cabai merah dan bawang merah yang kerap menjadi pemantik inflasi. Ia mendorong gerakan menanam sebagai solusi jangka menengah untuk mengurangi ketergantungan pasokan antardaerah.


“Daerah yang masyarakatnya dominan mengonsumsi cabai harus ikut bertanggung jawab memperkuat produksinya. Gerakan menanam ini menjadi salah satu langkah efektif untuk mengendalikan gejolak harga,” tegasnya.

Ia juga meminta agar distribusi minyak goreng lebih diprioritaskan ke pasar rakyat dan wilayah yang masih mengalami tekanan inflasi tinggi. Faktor eksternal seperti harga minyak dunia, biaya avtur penerbangan, dan kondisi geopolitik global turut disebut sebagai variabel di luar kendali pemerintah.

Merespons arahan tersebut, Pemkot Samarinda menyiapkan empat titik pelaksanaan GPM. Kegiatan berlangsung pukul 08.00–13.00 WITA dengan jadwal sebagai berikut:

  • 10 Juni 2026 : Halaman Masjid Nurul Hidayah, Kelurahan Tanah Merah
  • 11 Juni 2026 : Halaman Bebaya Kost Syariah, Kelurahan Sempaja Selatan
  • 17 Juni 2026 : Lapangan Bola PERSEKA, Kelurahan Teluk Lerong Ulu
  • 18 Juni 2026  : Halaman Kantor Kelurahan Sidodamai

Program ini bukan sekadar bazar pangan murah. GPM menjadi bagian dari strategi berkelanjutan Pemkot Samarinda dalam menjaga daya beli warga, memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mengantisipasi gejolak harga sebelum meluas. (VE/FER/KMF-SMR | TOM.DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Lepas Semangat Pengabdian Prajurit Yonif 611/Awang Long Menuju Perbatasan RI–PNG

i
Berita Sebelumnya

Kick Off Pelayanan KB Harganas ke-33 Digelar, Wawali Saefuddin Dorong Penguatan Keluarga dan Percepatan Penurunan Stunting

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar