676 Kali

SAMARINDA.KOMIMFONEWS-Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menggelar Kajian Ramadhan 1447 Hijriah yang dirangkai dengan tausiyah ba’da Zuhur di Mushola Ar-Raudah, Balai Kota Samarinda, Senin (23/2). Kegiatan ini dipimpin langsung Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun dan diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Samarinda.

Kajian bertema “Puasa: Perjalanan Iman Menuju Taqwa” tersebut menjadi bagian dari pembinaan mental dan spiritual aparatur selama bulan suci Ramadhan. Dalam kesempatan itu, Andi Harun menekankan pentingnya puasa sebagai sarana peningkatan kualitas iman, kedisiplinan, serta pembentukan karakter aparatur yang berintegritas.

Ia mengajak seluruh pegawai memaknai Ramadhan tidak sekadar sebagai ritual tahunan, tetapi momentum refleksi dan perbaikan diri yang berdampak pada peningkatan tanggung jawab dalam pelayanan publik.


“Puasa sejatinya bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi membangun kesadaran spiritual yang berimplikasi pada etika kerja dan integritas aparatur,” ujarnya.

Dalam tausiyahnya, Andi Harun merujuk Surah Al-Baqarah ayat 183 yang menegaskan tujuan puasa adalah mencapai derajat takwa. Menurutnya, nilai takwa tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku aparatur, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Ia juga menguraikan sejumlah lapisan kesadaran yang dibentuk melalui ibadah puasa, mulai dari ketaatan kepada Allah dan Rasul, kesadaran atas keterbatasan diri, kemampuan mengendalikan hawa nafsu, pembinaan akhlak, hingga kepedulian sosial. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terinternalisasi menjadi etos kerja yang profesional dan amanah.


Kajian Ramadhan itu turut mengulas pandangan Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulum al-Din tentang tiga tingkatan puasa. Pertama, puasa umum yang sebatas menahan lapar dan syahwat. Kedua, puasa khusus dengan menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa. Ketiga, puasa khusus dari yang khusus, yakni menjaga hati dari keterikatan duniawi dan sepenuhnya menghadirkan Allah dalam setiap aktivitas.

Menutup tausiyah, Wali Kota Samarinda ini mengutip pemikiran Ibn al-Qayyim dalam I’lam al-Muwaqqi’in yang menegaskan bahwa syariat Islam dibangun atas dasar hikmah dan kemaslahatan umat. Ia menekankan setiap kebijakan dan tindakan aparatur harus berlandaskan keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat.

Kegiatan berlangsung khidmat dan ditutup dengan refleksi bersama, menegaskan komitmen menjadikan Ramadhan sebagai momentum transformasi diri menuju aparatur yang beriman, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas. (YAS/FER/KMF-SMR | FOTO: TOM/DOKPIM)


Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Safari Ramadan di As Shomad Sambutan, Perkuat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan untuk Mustahik dan Masjid

i
Berita Sebelumnya

Harga Cabai Naik Tajam, TPID Samarinda Siapkan Langkah Antisipatif Jelang Lebaran

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar