15 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Di balik rumah yang nyaman, ada tangan yang bekerja. Di balik aktivitas usaha yang berjalan, ada orang-orang yang memastikan semuanya tetap bergerak. Ada asisten rumah tangga, pengasuh anak, sopir, tukang kebun, hingga pekerja informal lainnya. Mereka mungkin tidak selalu terlihat. Tetapi peran mereka nyata.

Karena itu, bagi Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun, melindungi mereka tidak cukup hanya dengan memenuhi kewajiban administratif. Perlindungan harus lahir dari kesadaran.

Pesan itu disampaikan Andi Harun saat memberikan sambutan pada kegiatan Sosialisasi Program SERTAKAN (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda) di Hotel Mercure Samarinda, Rabu (12/8/2026) siang. Di hadapan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan, Andi Harun menyampaikan satu hal penting, yakni jangan berhenti pada kepatuhan.

“Saya mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan yang berkolaborasi dengan berbagai pihak melaksanakan kegiatan ini. Ini bukan sekadar meningkatkan kepatuhan, tetapi bagaimana kesadaran itu tumbuh. Patuh belum tentu sadar,” kata Andi Harun.

Bagi Wali Kota, kepatuhan terhadap aturan memang penting. Tetapi kesadaran berada satu tingkat yang lebih tinggi. Orang yang sadar tidak melakukan kewajiban hanya karena takut terhadap sanksi, melainkan karena memahami bahwa di balik kewajiban itu ada kehidupan manusia yang harus dijaga.


Ia menjelaskan, beberapa waktu sebelumnya, Pemkot Samarinda bersama BPJS Ketenagakerjaan melakukan monitoring terhadap cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan. Hasilnya menjadi pengingat. Masih banyak pekerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Terutama mereka yang berada di sektor rentan dan informal.

Ada ART. Ada babysitter. Ada sopir. Ada tukang kebun. Ada banyak pekerja lain yang setiap hari membantu keluarga dan dunia usaha menjalankan aktivitasnya. Sebagian dari mereka bahkan belum didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan oleh pemberi kerja. Padahal, kata Andi Harun, di balik kenyamanan sebuah keluarga mapan, ada tenaga dan pengabdian mereka.

“Di balik keuntungan yang diperoleh dan di balik keluarga yang mapan, ada dukungan babysitter, ART, tukang kebun, sopir, dan pekerja lainnya. Jangan sampai mereka tidak mendapatkan perlindungan,” tegasnya.

Kalimat itu menjadi inti dari semangat SERTAKAN. Program tersebut tidak sekadar berbicara tentang kepesertaan. Ia berbicara tentang kepedulian. Tentang bagaimana orang yang sudah memiliki kemampuan ekonomi dapat berbagi perlindungan kepada orang-orang yang bekerja di sekitarnya.

Andi Harun juga mengingatkan perusahaan agar tidak melakukan pendaftaran pekerja secara parsial. Jika sebuah perusahaan memiliki 200 pekerja, seluruhnya harus mendapatkan perlindungan. Bukan hanya pekerja tetap atau sebagian pekerja yang didaftarkan.


“Jangan sampai karyawannya ada 200, tetapi yang didaftarkan hanya 100. Atau hanya karyawan tetap yang didaftarkan. Padahal semuanya harus mendapatkan perlindungan jaminan sosial. Karena itu perintah konstitusi,” ujarnya.

Baginya, negara tidak boleh absen. Pemkot Samarinda harus hadir memastikan perlindungan ketenagakerjaan berjalan. Namun Andi Harun berharap kehadiran pemerintah tidak membuat perusahaan sekadar patuh karena kewajiban. Lebih jauh, ia ingin muncul kesadaran bahwa perlindungan pekerja adalah bagian dari tanggung jawab moral.

“Jangan ada satu pun pekerja yang tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Iurannya murah, tetapi manfaatnya sangat besar,” katanya.

Sebab lanjut dia, risiko kerja tidak pernah mengenal status. Kecelakaan dapat terjadi kapan saja. Begitu pula kematian. Ketika risiko itu datang, dampaknya tidak hanya dirasakan pekerja, tetapi juga keluarga yang ditinggalkan. Di titik itulah jaminan sosial menjadi penting. Ia bukan sekadar kartu kepesertaan, melainkan ikhtiar untuk menjaga keberlanjutan hidup sebuah keluarga.

Andi Harun kemudian membawa persoalan ini ke ruang yang lebih luas, yakni pembangunan kota. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Samarinda tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, penurunan angka kemiskinan, maupun pembangunan infrastruktur. Semua itu penting. Tetapi ada ukuran lain yang tidak kalah penting, yakni apakah masyarakat yang bekerja merasa aman dan terlindungi.


Pesan tersebut sejalan dengan gagasan besarnya tentang kesadaran. Bahwa hidup tidak cukup hanya dijalani dengan mematuhi aturan. Ada nilai yang lebih tinggi, yakni kesadaran untuk melakukan yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Bagi Andi Harun, kecintaan terhadap Samarinda juga harus diwujudkan dalam tindakan. Ia mengajak perusahaan dan dunia usaha tidak sekadar menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, tetapi ikut memastikan masyarakat di sekitar mereka tumbuh bersama.

“Saya ingin rasa kecintaan dan kepedulian kepada kota ini ditularkan kepada perusahaan dan dunia usaha agar ikut melindungi para pekerja,” ujarnya.

Di sinilah SERTAKAN menemukan maknanya. Sejahtera bukan hanya ketika pendapatan bertambah. Sejahtera juga ketika seseorang tahu bahwa dirinya dan keluarganya tidak sendirian menghadapi risiko.


Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kota Samarinda, Murniati mengapresiasi kepedulian Wali Kota Andi Harun dan Pemkot Samarinda terhadap perlindungan pekerja. Menurut dia, kepedulian tersebut tidak berhenti pada pernyataan. Pemkot Samarinda bahkan telah menerbitkan Surat Edaran terkait perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Kepedulian serupa juga ditunjukkan Ketua TP PKK Kota Samarinda Hj. Rinda Wahyuni, S.Pd. Murniati menilai dukungan tersebut menjadi bukti bahwa perlindungan pekerja mendapat perhatian dari pemerintah daerah.

Pesan Andi Harun sederhana, jangan sampai ada pekerja yang berjalan tanpa perlindungan. Sebab di balik setiap pekerja, ada keluarga yang menunggu. Dan di balik setiap keluarga, ada masa depan yang harus dijaga.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Harun hadir didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Samarinda Hj. Yuyum Puspitaningrum, AP, MH, Kepala Bidang Sarana Komunikasi dan Diseminasi Informasi (Diskominfo) Samarinda Dhanny Rakhmadi, SH, serta Ketua Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) H. Syaparudin, S.Sos bersama sejumlah anggota TWAP. (HER/KMF-SMR | FOTO: CHRIS/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Terima Audiensi UMKT, Bahas Kolaborasi Pengembangan Kepemimpinan dan Inovasi ASN

i
Berita Sebelumnya

Andi Harun Perkuat FKUB, Jaga Samarinda Tetap Harmonis

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar