SAMARINDA.KOMINFONEWS– Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat strategi pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga, ketersediaan bahan pokok, serta kelancaran distribusi barang tetap terjaga.
Upaya tersebut mengemuka setelah Pemkot Samarinda melalui Bagian Perekonomian Setda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring dari Batam, Senin (9/3).
Rakor nasional tersebut dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan membahas perkembangan inflasi nasional dan daerah, komoditas yang memengaruhi Indeks Perkembangan Harga (IPH), pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota triwulan IV 2025, hingga realisasi pendapatan daerah.
Dalam paparannya, Tito menyebut inflasi nasional secara tahunan (year on year) tercatat 4,76 persen, meningkat dibanding Januari 2026. Kenaikan tersebut antara lain dipicu kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, termasuk komoditas perhiasan emas dengan andil sekitar 2,55 persen.
Selain itu, pemantauan minggu pertama Maret 2026 menunjukkan 210 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga telur ayam ras dan cabai rawit.
Tito juga menekankan pentingnya pengelolaan fiskal daerah yang sehat. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar menjaga keseimbangan antara pendapatan dan belanja daerah.

“Pendapatan tidak boleh rendah sementara belanja tinggi. Semakin tinggi pendapatan daerah dan diimbangi realisasi belanja yang tepat, maka pertumbuhan ekonomi juga akan semakin baik,” tegasnya.
Mendagri juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan berbagai sektor menjelang Lebaran. Mulai dari stabilitas harga bahan pokok, keamanan transportasi, hingga kesiapan destinasi wisata.
Pemerintah pusat juga memberikan fleksibilitas kebijakan Working From Anywhere (WFA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 untuk membantu mengurai kepadatan arus mudik.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemkot Samarinda langsung menggelar rapat koordinasi internal yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri, kemudian dilanjutkan oleh Kepala Bagian Perekonomian Setda Samarinda Nadya Turisna.
Dalam rapat tersebut, Pemkot menyoroti sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga, seperti beras premium, gula, bawang merah, serta LPG 3 kilogram yang di beberapa titik dilaporkan mencapai Rp32.000 per tabung, melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).
Nadya menegaskan pentingnya pengawasan harga sekaligus memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Lebaran.

Selain pangan, Pemkot Samarinda juga memberi perhatian pada ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Meski bukan daerah tujuan utama mudik, Samarinda merupakan jalur perlintasan arus mudik sehingga kesiapan distribusi energi dan logistik tetap menjadi perhatian.
Sementara itu, Perumda Varia Niaga melaporkan stok telur ayam ras masih aman untuk dua pekan ke depan. Hari ini tercatat kedatangan 15 ton telur, dengan tambahan 15 ton lagi pada pekan depan. Harga telur dan daging ayam juga masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP).
Kepala Dinas Perhubungan Kota Samarinda juga memastikan kesiapan menjaga kelancaran lalu lintas dan distribusi barang agar rantai pasok kebutuhan pokok tetap berjalan lancar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, inflasi tahunan di Samarinda tercatat 5,29 persen. Andil terbesar berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,74 persen, serta komoditas perhiasan emas.
Menutup rapat, Nadya mengingatkan agar pelaksanaan pasar murah benar-benar menyasar komoditas yang paling dibutuhkan masyarakat menjelang Lebaran, salah satunya tepung terigu yang permintaannya meningkat menjelang hari raya.
Melalui langkah intervensi yang terukur serta penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkot Samarinda optimistis stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga hingga Idulfitri. (DEA/VE/FER/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar