SAMARINDA.KOMINFONEWS-Angin segar berhembus dari Balai Kota Samarinda, Selasa (2/6/2026). Wakil Wali Kota Samarinda, H Saefuddin Zuhri, menerima kunjungan tim dari Gerakan Bangun Nusantara (Gerbangtara) untuk membahas kolaborasi program berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG). Dimana sebuah pendekatan yang menggabungkan kepedulian lingkungan, dampak sosial, dan tata kelola yang baik dalam satu bingkai kerja nyata.
Pertemuan itu menjadi titik awal komitmen bersama antara pemerintah kota, sektor swasta, komunitas lokal, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat ketahanan lingkungan Samarinda, kota yang selama ini akrab dengan ancaman genangan air dan tekanan perubahan iklim.
Koordinator Konsorsium Gerbangtara, Aie Natasha, menegaskan bahwa program yang dibawa bukan sekadar aksi seremonial menanam pohon lalu selesai. Ada ekosistem kolaborasi yang ingin dibangun berkelanjutan, terukur, dan melibatkan banyak pihak sejak awal hingga akhir.

Samarinda dipilih bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai memiliki semangat yang kuat untuk berbenah, terutama dalam menghadapi tantangan lingkungan yang sudah menahun.
“Yang paling penting dalam kolaborasi ESG ini sebenarnya adalah sumber daya manusianya. Pohon yang ditanam memang penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana masyarakat terlibat, memiliki kesadaran, dan menjaga keberlanjutan program tersebut,” ujar Aie.
Komunitas lokal dan kelompok pemuda pun akan menjadi ujung tombak di lapangan terlibat mulai dari survei lokasi, penentuan jenis tanaman, proses penanaman, hingga pemantauan dan perawatan jangka panjang.

Uniknya, setiap pohon yang ditanam akan memiliki identitas dan kode khusus. Selama satu tahun ke depan, pohon-pohon itu akan dipantau secara berkala: diukur tingkat kelangsungan hidupnya, pertumbuhannya, hingga kondisi fisiknya. Di sisi lain, dampak sosial program ini pun akan diukur dari tingkat literasi lingkungan, kesadaran masyarakat, hingga jumlah relawan yang aktif terlibat.
Sementara, Wakil Wali Kota H Saefuddin Zuhri tidak menyembunyikan antusiasmenya. Ia menilai program Gerbangtara berjalan seirama dengan visi Pemkot Samarinda mewujudkan kota yang bersih, hijau, nyaman, dan bebas dari persoalan lingkungan yang berlarut-larut.
“Saya melihat program ini memiliki frekuensi yang sama dengan apa yang kita cita-citakan bersama. Kita ingin Samarinda menjadi kota yang lebih bersih, lebih indah, lebih segar, dan semakin maju. Karena itu saya mengapresiasi semangat kolaborasi yang dibangun dalam program ini,” kata Wawali.

Bagi dia, keberhasilan sebuah program tidak melulu soal hasil fisik yang tampak mata. Manfaat yang dirasakan masyarakat luas dan tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan itulah ukuran sesungguhnya.
Gerbangtara sendiri rencana akan menjadwalkan aksi penanaman perdana pada 7 Juni mendatang. Pemkot Samarinda menyatakan dukungan penuh, dengan harapan program ini kelak bisa menjadi model kolaborasi ESG yang bisa direplikasi di daerah-daerah lain.
Meski Wawali memiliki agenda luar kota yang sudah terjadwal pada tanggal tersebut, ia tidak menutup kemungkinan untuk hadir.

“Saya akan berupaya menyesuaikan agenda agar tetap dapat mendampingi dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan ini,” sebutnya.
Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan sektor swasta, kata Wawali, adalah kunci yang tidak bisa diabaikan dalam membangun Samarinda yang lebih tangguh dan berkelanjutan. (FER/KMF-SMR / FOTO.TOM-DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar