SAMARINDA. KOMINFONEWS – Sebanyak 30 peserta Sekolah Lansia Santa Matilda resmi diwisuda dalam kegiatan bertajuk 'Menuju Lansia Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif dan Bermartabat Tahun 2026' di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, Kota Samarinda, Jumat (25/9/2026) pagi.
Kegiatan yang digagasDinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda ini menjadi bagian dari implementasi program Sidaya (Lansia Berdaya). Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kualitas hidup lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.
Kepala DPPKB Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, M.Si mengatakan peningkatan jumlah penduduk lansia menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah lansia di Kota Samarinda meningkat dari 85.740 jiwa pada 2024 menjadi 90.980 jiwa pada 2025. Pada periode yang sama, usia harapan hidup juga meningkat dari 75,51 tahun menjadi 75,89 tahun.
“Pertambahan jumlah lansia menjadi tantangan sekaligus peluang. Kita ingin para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat,” ujarnya.

Menurut Deasy, meningkatnya usia harapan hidup harus diikuti dengan peningkatan kualitas hidup. Lansia tidak hanya dipandang sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang memiliki pengalaman, pengetahuan, dan potensi untuk terus berkontribusi.
Sekolah Lansia Santa Matilda menjadi salah satu ruang untuk mewujudkan hal tersebut. Mengusung konsep pendidikan sepanjang hayat (long life education), program ini memberikan kesempatan kepada lansia untuk terus belajar dan mengembangkan diri tanpa dibatasi usia.
Sebanyak 30 peserta tersebut sebelumnya telah mengikuti pembelajaran selama 12 pertemuan, setiap Jumat, mulai 10 April hingga 3 Juli 2026. Peserta tertua berusia 79 tahun, sedangkan peserta termuda berusia 60 tahun.
Materi pembelajaran mencakup tujuh dimensi Lansia Tangguh, yakni spiritual, intelektual, fisik, emosional, sosial kemasyarakatan, profesional, dan lingkungan. Para peserta juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Pelaksanaan program mendapat dukungan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas dan seluruh pembiayaan kegiatan dilaksanakan melalui dana swadaya non-APBD. Setelah menyelesaikan 12 kali pertemuan, para peserta mengikuti prosesi wisuda dan menerima sertifikat sebagai penanda tuntasnya rangkaian pembelajaran.
Staf Ahli Wali Kota Samarinda Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sucipto Wasis yang mewakili Wakil Wali Kota Samarinda, Dr. H. Andi Harun mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Sekolah Lansia Santa Matilda. Ia secara khusus menyampaikan penghargaan kepada pimpinan Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas yang telah mendukung dan memfasilitasi program tersebut secara swadaya. Menurut dia, Sekolah Lansia bukan sekadar tempat belajar. Program ini menjadi ruang bagi para lansia untuk menjaga kesehatan, memperluas silaturahmi, mempertahankan kemandirian, sekaligus terus berkarya. Para lansia juga diharapkan tetap percaya diri dan membagikan pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki kepada keluarga dan generasi berikutnya.

“Semakin bertambah usia, semakin banyak pula ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Karena itu, teruslah berbagi ilmu dan pengalaman kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Sucipto berharap wisuda tidak menjadi akhir dari proses belajar para peserta. Sebaliknya, momentum tersebut menjadi awal untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada Dr. Hj. Nunung Herlina, SKP, M.Pd selaku narasumber Sekolah Lansia, serta dr. Desi Nursanti Natsir, M.Si selaku Kepala Puskesmas Harapan Baru.
Pemkot Samarinda melalui DPPKB juga mendorong pengembangan Sekolah Lansia di lebih banyak wilayah. Program tersebut diharapkan dapat tumbuh hingga menjangkau kecamatan dan kelurahan.

DPPKB menargetkan pada 2027 jumlah Sekolah Lansia semakin bertambah. Target tersebut diarahkan untuk mewujudkan cita-cita mewisuda sekitar 500 peserta lansia di Kota Samarinda.
Kemeriahan wisuda ditutup dengan penampilan paduan suara para wisudawan. Suara mereka menjadi simbol sederhana bahwa usia bukan batas untuk terus belajar, berkarya, dan hadir memberi manfaat.
Turut hadir Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda E.L. Nova Saefuddin Zuhri, perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim Dr. Aris Ananta, S.Sos, M.Si, perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Samarinda, jajaran Kecamatan Loa Janan Ilir dan kelurahan setempat, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kecamatan Loa Janan Ilir, Kepala Puskesmas Harapan Baru, narasumber Sekolah Lansia, pimpinan Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Mangkupalas, serta para peserta dan tamu undangan. (RIZ/HER/KMF-SMR)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar