43 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS – Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, SE, MM menegaskan bahwa revitalisasi sekolah tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Pesan tersebut disampaikan Saefuddin saat menghadiri Gelar Griya (Open House) Sekolah Penerima Revitalisasi di Aula SMP Negeri 2 Samarinda, Jumat (16/10/2026) pagi. Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan hasil pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pendidikan yang telah rampung 100 persen.

Menurut Saefuddin, fasilitas sekolah yang semakin modern, aman, dan nyaman harus menjadi pendorong semangat baru bagi guru dan siswa dalam menjalankan proses belajar mengajar.


“Perubahan ini tidak boleh berhenti pada penyediaan sarana fisik belaka. Fasilitas modern ini harus dirawat, dijaga, dan dimanfaatkan seoptimal mungkin agar keberlanjutannya dapat dirasakan oleh generasi-generasi penerus Kota Samarinda berikutnya,” ujarnya.

Ia menekankan, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak cukup diukur dari megahnya gedung atau lengkapnya fasilitas sekolah. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu membentuk generasi yang berkarakter, berpengetahuan, terampil, dan memiliki daya saing.

Karena itu, keterlibatan seluruh pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat, menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.


Saefuddin juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk terus mendukung program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Dukungan tersebut diarahkan agar sejalan dengan visi pembangunan daerah dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan berkarakter.

Ia berharap revitalisasi sekolah tidak hanya memperbaiki kondisi sarana dan prasarana, tetapi juga meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Jawoko, M.Pd menjelaskan bahwa Gelar Griya dilaksanakan serentak pada Jumat (16/10/2026) oleh jajaran BPMP di bawah naungan Kemendikdasmen.


Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan perubahan kondisi sekolah setelah pembangunan dan rehabilitasi fasilitas selesai dilaksanakan. Peningkatan sarana dan prasarana diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih baik, sehingga siswa semakin nyaman dan bersemangat menuntut ilmu.

Jawoko juga mengingatkan pentingnya menjadikan sekolah sebagai ruang yang aman bagi anak-anak. Ia menegaskan, segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan harus dicegah agar peserta didik dapat belajar, tumbuh, dan mengembangkan potensinya secara optimal.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt Asisten I Sekretariat Kota Samarinda, Suwarso, A.Ks, M.Si, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda, Eko Supriyanto, S.Sos, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Hendra Kusuma ST, MT, serta sejumlah anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Samarinda.

Melalui revitalisasi sekolah, Pemkot Samarinda berharap peningkatan fasilitas pendidikan dapat berjalan seiring dengan peningkatan mutu pembelajaran, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh siswa, guru, dan masyarakat. (EKO/HER/KMF-SMR | FOTO: BAY/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Tingkatkan Aksesibilitas Publik, PPID Samarinda Mutakhirkan Daftar Informasi Publik Tahun 2026

i
Berita Sebelumnya

Pemkot Samarinda Benahi Tata Kelola CSR, Data Bantuan Disiapkan Satu Pintu

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar