SAMARINDA.KOMINFONEWS – Sebanyak 1.885 perempuan dari 63 komunitas dan organisasi perempuan tumpah ruah memeriahkan Parade Perempuan Samarinda Bersatu di pusat Kota Samarinda, Minggu (6/9/2026) pagi. Mengenakan beragam kostum kreatif hingga pakaian adat Nusantara, ribuan peserta tampil penuh semangat, menghibur warga sekaligus membawa pesan persatuan dan keberdayaan perempuan.
Sejak iring-iringan bergerak dari kawasan GOR Segiri menuju Taman Samarendah, suasana kota berubah semarak. Warna-warni pakaian adat dari berbagai daerah berpadu dengan kostum komunitas, atribut organisasi, yel-yel dan atraksi seni yang ditampilkan peserta.
Beragam karakter perempuan terlihat sepanjang parade. Ada yang tampil anggun dalam pakaian adat Nusantara, ada pula yang membawa identitas komunitas masing-masing dengan kostum penuh warna. Semangat peserta semakin terasa melalui atraksi dan orasi yang mengangkat pesan tentang perempuan yang berkarya, berdaya dan berani mengambil peran.
Kemeriahan parade yang diselingi aksi drum band ini kemudian berpusat di kawasan Taman Samarendah. Dari panggung kehormatan, Wali Kota Samarinda Dr Andi Harun bersama Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyaksikan langsung ribuan perempuan yang melintas dalam iring-iringan.

Panggung kehormatan juga tampil tak kalah semarak. Sejumlah perempuan yang hadir mengenakan pakaian adat Nusantara, di antaranya E.L. Nova Saefuddin Zuhri, istri Wakil Wali Kota Samarinda yang juga Wakil Ketua TP PKK Kota Samarinda.
Sejumlah istri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dengan mengenakan pakaian adat Nusantara. Sekretaris Daerah Kota Samarinda Neneng Chamelia Shanti juga hadir dengan busana adat, menambah warna keberagaman budaya dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang mengusung tema “Berkarya, Berdaya, dan Menginspirasi” itu menjadi ruang pertemuan bagi berbagai komunitas perempuan di Samarinda. Bukan hanya menunjukkan kreativitas, parade juga menjadi momentum untuk mempererat solidaritas dan menunjukkan besarnya potensi perempuan dalam kehidupan masyarakat.
Menariknya, semangat parade juga tidak berhenti pada kemeriahan dan kreativitas. Kepedulian terhadap kebersihan kota turut menjadi bagian dari kegiatan.
Panitia memberikan apresiasi langsung kepada warga yang ikut menjaga kebersihan dengan mengumpulkan sampah ke dalam kantong plastik sepanjang jalur parade. Warga yang berhasil mengumpulkan sampah dan menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan bahkan mendapatkan hadiah langsung dari panitia.

Aksi tersebut membuat parade memiliki pesan tambahan: kemeriahan di ruang publik tetap dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
Ketua Perempuan Samarinda Bersatu, Rinda Wahyuni Andi Harun, mengatakan kegiatan tersebut sebenarnya berawal dari gagasan spontan komunitas perempuan setelah mengetahui Pemerintah Kota Samarinda tidak menggelar pawai.
“Ketika pemerintah kota Samarinda menyatakan tidak ada pawai, tiba-tiba kami komunitas perempuan berpikir, bagaimana kalau kami perempuan saja yang mengadakan gerakan pawai ini,” kata Rinda istri wali kota Samarinda ini.
Gagasan tersebut kemudian berkembang setelah Rinda bersama sejumlah rekannya dari Perempuan Indonesia Maju (PIM) Kaltim mengajak berbagai komunitas perempuan untuk bergabung.
Antusiasme yang muncul ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. Rinda menyebut, awalnya panitia berencana membatasi jumlah peserta karena mempertimbangkan keterbatasan waktu, tempat dan panjang rute.
“Seharusnya mungkin ada lebih seratus yang mau ikut, tetapi karena keterbatasan waktu, tempat dan kami takut jarak yang dekat ini kepala ketemu dengan ekor, sehingga kami batasi,” ujar Rinda yang juga ketua TP PKK Samarinda.

Menurut Rinda, tingginya partisipasi menunjukkan bahwa komunitas perempuan di Samarinda sangat besar dan memiliki kekuatan ketika bergerak bersama.
“Harapan kami dengan adanya kegiatan ini menunjukkan kepada warga Samarinda ternyata komunitas perempuan Samarinda ini ada, solid, dan insyaallah nanti ke depannya akan bisa membawa perubahan yang lebih nyata lagi buat perempuan yang ada di Samarinda,” ungkapnya.
Ia berharap gerakan tersebut tidak berhenti pada parade. Perempuan Samarinda, kata Rinda, harus semakin kuat untuk saling mendukung dan berani menyuarakan berbagai persoalan yang menyangkut perempuan dan anak.
“Biar lebih kuat lagi, biar bisa speak up kalau terjadi kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan kepada anak, khususnya kepada kaum perempuan. Harapan kami juga agar perempuan Samarinda ini lebih bersatu lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Samarinda Andi Harun mengapresiasi keterlibatan perempuan dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut parade menjadi bagian dari semangat memperingati HUT Kemerdekaan RI sekaligus ruang bagi perempuan untuk mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

“Saya kira kegiatan hari ini bagian dari dalam rangka masih 17 Agustus, di mana ibu-ibu mengambil peran atau ikut berpartisipasi dalam bentuk parade Perempuan Samarinda Bersatu,” kata Andi Harun.
Menurutnya, pesan utama yang dibawa kegiatan tersebut adalah bagaimana masyarakat terus memperkuat persatuan, kekompakan dan semangat gotong royong.
“Semoga pesan inti dari acara ini adalah bagaimana terus kita memperkuat persatuan daerah, bagaimana kita kompak dan bergotong royong,” ujarnya.
Parade Perempuan Samarinda Bersatu pun menjadi panggung besar yang mempertemukan 1.885 perempuan dari 63 komunitas dan organisasi dalam satu semangat. Pakaian adat Nusantara memperlihatkan keberagaman, kreativitas menghidupkan suasana, sementara aksi menjaga kebersihan menghadirkan pesan kepedulian terhadap kota.
Dari GOR Segiri hingga Taman Samarendah, perempuan Samarinda tidak sekadar berjalan dalam sebuah parade. Mereka hadir untuk menunjukkan bahwa perempuan bisa berkarya, berdaya, menginspirasi, sekaligus ikut menjaga persatuan dan lingkungan kotanya.(DON/KMF-SMR || FOTO: MUHAJIR DOKPIM)
Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda
Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda
Tinggalkan Komentar