138 Kali

SAMARINDA. KOMINFONEWS - Sore itu, langkah Wali Kota Samarinda Dr. H. Andi Harun menyusuri bangunan baru Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di kawasan Harapan Baru, Loa Janan Ilir, tanpa seremoni. Ia mengamati setiap sudut bangunan, memperhatikan area pelelangan, meninjau cold storage, hingga mengecek akses parkir yang kelak menjadi jalur keluar masuk kendaraan pengangkut hasil tangkapan nelayan.

Bagi Andi Harun, sebuah proyek pemerintah belum selesai hanya karena bangunannya berdiri. Infrastruktur baru benar-benar dinilai berhasil ketika siap dimanfaatkan masyarakat dan mampu menggerakkan roda perekonomian.

"Sebelum saya meresmikan, saya selalu datang lebih dulu untuk memastikan pekerjaan benar-benar selesai dan siap digunakan masyarakat," ujarnya usai peninjauan, Kamis (30/7/2026).

Prinsip itulah yang kembali ditunjukkannya saat memastikan pembangunan TPI senilai Rp8 miliar milik Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda telah rampung 100 persen. Peninjauan lapangan menjadi bagian dari tradisi evaluasi yang ia terapkan dalam setiap proyek strategis, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan warga.


Di atas lahan yang cukup luas, berdiri fasilitas pelelangan ikan yang modern. Bangunan itu dilengkapi cold storage berkapasitas 120 ton, area pelelangan dengan 22 lapak, serta ruang terbuka yang masih menyimpan peluang untuk terus berkembang.

Namun bagi Andi Harun, nilai terbesar dari TPI ini bukan terletak pada beton, baja, atau angka investasi. Yang jauh lebih penting adalah manfaat yang akan lahir bagi nelayan, pedagang, pelaku usaha, dan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan.

Ia ingin masyarakat memperoleh tempat transaksi yang bersih, nyaman, dan tertata. Ia juga membayangkan kawasan itu berkembang menjadi pusat ekonomi baru, tidak hanya untuk melelang ikan, tetapi juga menjadi sentra penyimpanan, pengemasan, hingga pemasaran hasil perikanan.

"Masyarakat membutuhkan layanan publik yang bersih, nyaman, dan strategis. Ke depan kita siapkan juga fungsi hilirisasinya," katanya.

Karena itu, Pemkot Samarinda memilih melangkah secara bertahap. Kapasitas TPI sengaja dibangun menyesuaikan kebutuhan awal. Bukan karena keterbatasan visi, melainkan sebagai bentuk kehati-hatian dalam mengelola keuangan daerah.


Andi Harun lebih memilih melihat perkembangan aktivitas ekonomi terlebih dahulu sebelum memutuskan perluasan fasilitas.

"Kalau animonya besar dan kemampuan fiskal memungkinkan, Insyaallah tahun depan kapasitas TPI kita tambah. Lahannya sudah tersedia," ungkapnya.

Pendekatan tersebut mencerminkan arah pembangunan yang selama ini diusung Pemkot Samarinda, yakni membangun berdasarkan kebutuhan nyata, mengukur manfaat, lalu mengembangkan secara bertahap agar setiap rupiah anggaran memberi dampak sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Meski bangunan utama telah selesai, Andi Harun tetap meminta sejumlah fasilitas pendukung segera disempurnakan. Penerangan kawasan, kapasitas parkir, dan kelancaran akses kendaraan menjadi perhatian khusus, karena akan menentukan kenyamanan aktivitas perdagangan setiap hari.

Baginya, pelayanan publik tidak boleh berhenti pada penyelesaian proyek. Pelayanan harus hadir melalui fasilitas yang benar-benar berfungsi dan memudahkan masyarakat.


Lebih jauh lagi, TPI modern ini diproyeksikan menjadi salah satu instrumen Pemkot Samarinda dalam menjaga stabilitas pasokan pangan, mengendalikan inflasi, sekaligus membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru.

Karena itu, model pengelolaannya pun sedang dikaji secara matang, apakah melalui swakelola, ataukah mengunakan metode kerja sama pemanfaatan aset. Seluruh pilihan diarahkan pada satu tujuan, yakni memastikan fasilitas publik ini dikelola secara profesional, efisien, dan memberi manfaat jangka panjang.

Di tengah ruang fiskal yang semakin terbatas, Andi Harun memilih menghadirkan pembangunan yang produktif. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya berdiri sebagai aset pemerintah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi rakyat.

Dari Harapan Baru, Pemkot Samarinda sedang menyiapkan lebih dari sekadar Tempat Pelelangan Ikan. Yang dibangun adalah sebuah ekosistem ekonomi perikanan yang modern, berdaya saing, dan berpihak kepada masyarakat. Sebuah langkah yang menegaskan bahwa pembangunan terbaik bukan hanya yang selesai dibangun, melainkan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan warga. (HER/KMF-SMR | FOTO: ARY/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Pimpin Rakor, Wali Kota Andi Harun Pastikan Semarak HUT RI ke-81 Tetap Meriah di Tengah Efisiensi Fiskal

i
Berita Sebelumnya

Rampung Direnovasi Rp1,2 Miliar, Gedung Dakwah Muhammadiyah Samarinda Diresmikan

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar