53 Kali

SAMARINDA, KOMINFONEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mematangkan rencana pengembangan landfill Zona 3 dan prasarana pendukung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sambutan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi keterbatasan daya tampung TPA di tengah volume sampah Kota Samarinda yang mencapai sekitar 660 ton per hari.

Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Penanganan Sampah yang dipimpin Wakil Wali Kota Samarinda, H. Saefuddin Zuhri, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Balai Kota Samarinda, Rabu (21/10/2026). Rapat tersebut dihadiri Sekretaris sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Dian Ruhendra; anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP); konsultan pelaksana; Sekretaris BPKAD Kota Samarinda, Zuheriansyah; perwakilan Bapperida; serta perangkat daerah terkait.


Dalam rapat tersebut, Saefuddin menekankan bahwa penambahan kapasitas TPA perlu diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumbernya melalui pemilahan, pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan penguatan bank sampah. Upaya ini membutuhkan keterlibatan masyarakat dan seluruh pihak terkait agar volume sampah yang dibuang ke TPA dapat ditekan.

Dari sisi pengurangan sampah, anggota TWAP Samarinda, Sukisman, mendorong keterlibatan masyarakat, dunia usaha, dan lebih dari 10.000 aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Samarinda untuk menjadi contoh dalam pemilahan sampah, baik di lingkungan rumah tangga maupun perkantoran. Menurutnya, penambahan kapasitas lahan harus disertai perubahan perilaku dan penegakan regulasi agar masa pakai TPA dapat diperpanjang.

Sementara itu, anggota TWAP lainnya, Iwan, menyoroti perlunya optimalisasi daya tampung Zona 2 dengan mempertimbangkan kondisi lereng. Ia juga mendorong penguatan program pemilahan sampah berbasis Probebaya yang telah mendukung pembentukan 113 bank sampah serta sekitar 34–40 kelompok pengomposan.


Dari sisi operasional, Dian Ruhendra menyampaikan bahwa TPA saat ini didukung dua unit dozer dan dua unit ekskavator. Untuk meningkatkan efektivitas pemadatan sampah, DLH mengusulkan pengadaan alat pemadat khusus (compactor) pada anggaran 2027, pembangunan bengkel pemeliharaan alat berat, serta penataan pangkalan armada pengangkut agar lebih dekat dengan TPA. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar minyak (BBM).

DLH juga mendorong kerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD) dan mitra usaha untuk menyerap serta memasarkan kompos hasil pengolahan sampah masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pemilahan dan pengomposan diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus berlangsung secara berkelanjutan.

Menanggapi berbagai kebutuhan tersebut, Saefuddin meminta Bapperida dan BPKAD mencermati usulan DLH agar dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan dan penganggaran sesuai dengan prioritas serta kemampuan keuangan daerah.

Sementara itu, konsultan pelaksana, Yoga, memaparkan rencana pengembangan kawasan TPA Sambutan dengan total bukaan lahan mencapai 7,54 hektare. Rencana tersebut mencakup area Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) seluas 2,10 hektare dan landfill Zona 3 seluas 1,25 hektare, beserta prasarana pendukung lainnya.


Yoga menjelaskan bahwa kondisi topografi TPA yang berbukit dengan karakteristik tanah berupa pasir lepas menjadi tantangan teknis dalam penataan lahan. Karena itu, diperlukan pekerjaan grading atau penyesuaian elevasi melalui pemotongan dan penataan kontur tanah untuk mengurangi risiko longsor akibat kondisi lereng dan dinding penahan yang terlalu tinggi.

Menutup rapat, Saefuddin meminta seluruh perangkat daerah terkait menindaklanjuti hasil pembahasan, mulai dari penguatan upaya pengurangan sampah di hulu hingga kesiapan lahan dan sarana operasional. Langkah tersebut diharapkan dapat dilaksanakan secara terpadu untuk mengurangi beban TPA dan meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kota Samarinda.

“Pengurangan sampah harus dimulai dari hulu dengan melibatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait. Kita perlu segera menyusun langkah konkret dan memperkuat koordinasi agar volume sampah yang masuk ke TPA bisa berkurang sehingga pengelolaan sampah di Kota Samarinda dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya. (AU/VE/ASYA/KMF-SMR|Foto.JIR/DOKPIM)

Instagram Logo 

Ikuti Instagram Pemerintah Kota Samarinda

 

Facebook Logo Ikuti Facebook Pemerintah Kota Samarinda

Tiiktok Logo Ikuti Tiktok Pemerintah Kota Samarinda

Youtube Logo Ikuti Youtube Pemerintah Kota Samarinda

Samarinda Perkuat Sistem Rekrutmen Tenaga Kerja Berbasis Digital

Berita Selanjutnya

Tinggalkan Komentar